KEHAMILAN
Ketahui Rumus TBJ: Cara Mudah Hitung Taksiran Berat Janin
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Jumat, 20 Feb 2026 14:55 WIBSelama kehamilan, berat janin biasanya diketahui dari rangkaian pemeriksaan dokter saat bumil melakukan cek kehamilan rutin. Padahal, ada juga rumus TBJ, cara mudah hitung taksiran berat janin yang bisa jadi panduan mudah bumil dalam mengetahui BB janin mereka.
Pemeriksaan secara rutin bagi ibu hamil memang diperlukan ya, Bunda. Selain mengetahui kondisi kesehatan janin itu sendiri, cek berkala dilakukan untuk mengetahui udpate dari kondisi janin apakah terdapat permasalahan kesehatan tertentu atau tidak. Dengan deteksi dini tersebut, tentunya tindakan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Nah, selain mengetahui kondisi kesehatan janin di dalam rahim, pemeriksaan berkala biasanya juga jadi masa-masa penantian ibu dalam mengetahui wajah si calon bayinya melalui USG. Dengan USG juga, para calon ibu bisa mendapatkan gambaran sudah seberapa besar janin dalam kandungannya.
Selain melalui cara tersebut, sebenarnya berat janin juga bisa diketahui melalui TBJ ya, Bunda. Melalui cara ini, Bunda nantinya bisa mendapatkan kisaran seberapa berat janin dalam rahim Bunda.
Apa itu rumus TBJ?
Penilaian pertumbuhan janin merupakan bagian penting dari perawatan antenatal. Dengan mengetahui estimasi berat janin yang tepat dan intervensi yang tepat waktu pada kasus pembatasan pertumbuhan intrauterin dapat membantu mengurangi morbiditas dan mortalitas perinatal.
Salah satu cara yang bisa digunakan yakni dengan rumus TBJ atau Taksiran Berat Janin. Rumus ini menjadi acuan untuk menghitung berat janin di kandungan dengan mengukur tinggi fundus uteri (TFU).
Dengan hasil yang didapatkan dari rumus TBJ tersebut menjadi gambaran mengenai pertumbuhan janin yang nantinya dapat membantu tim medis dalam keputusan terkait persalinan pasien.
Mengapa taksiran berat janin (TBJ) penting?
Saat di dalam perut, perkembangan janin memang perlu selalu dipantau dengan rutin ya, Bunda. Dengan adanya taksiran berat janin yang akurat tentunya menjadi penentu penting dalam manajemen obstetri terkait pemantauan pertumbuhan intraurin, persalinan, serta menentukan kehamilan berisiko ringgi.
Berat janin dianggap sebagai faktor risiko independen dari morbiditas dan mortalitas perinatal yang tinggi. Ketika berat janin rendah maupun tinggi saat lahir dikhawatirkan dapat menyebabkan komplikasi persalinan pada bayi dan ibu, seperti dikutip dari laman Ncbi.
Adapun komplikasi perinatal yang terkait dengan berat lahir rendah ialah prematuritas janin dan IUGR, yaitu gangguan pertumbuhan janin yang didefinisikan sebagai berat janin di bawah persentil ke-10 untuk usia kehamilan, yang merupakan faktor risiko signifikan morbiditas dan mortalitas neonatal.
Makrosomia didefinisikan sebagai berat janin di atas 4000 g atau berat lahir di atas persentil ke-90 untuk usia kehamilan. Ketidakakuratan dalam estimasi berat janin juga dapat meningkatkan risiko dalam penanganan dan selama persalinan, khususnya pada kasus makrosomia yang dicurigai.
Cara menghitung taksiran berat janin berdasarkan rumus TBJ
Dalam menghitung Taksiran Berat Janin berdasarkan rumus TBJ, sebenarnya bisa mengacu pada beberapa rumus ya, Bunda. Berikut ini beberapa rumus TBJ di antaranya:
1. Rumus Johnson-Toshack
TBJ = (TFU – N) x 155 (N merupakan penurunan bagian bawah janin)
Keterangan:
TFU: Tinggi Fundus Uteri (cm)
N: Nilai yang bergantung pada posisi kepala janin:
N=11 artinya kepala janin belum melewati tonjolan tulang ilium
N= 12 artinya kepala janin sudah memasuki pintu masuk panggul
N = 13 artinya kepala janin belum memasuki pintu atas panggul
2. Rumus McDonald
TBJ = (TFU x 1,2) + 0,5 (untuk kehamilan 20-31 minggu)
3. Rumus Niswander
Taksiran berat janin dengan menggunakan rumus Niswander ialah sebagai berikut:
(TFU-13) : 3 x 453,6 gram
4. Rumus Risanto
Perkiraan berat janin menggunakan rumus Risanto yang dikembangkan di Indonesia yakni sebagai berikut:
TBJ = 127,6 x TFU – 931,5
5. Formula Dare
TBJ = TFU x LP
Keterangan:
TFU: Tinggi Fundus Uteri (cm)
LP: Lingkar Perut Ibu Hamil (cm)
Faktor-faktor yang memengaruhi akurasi Rumus TBJ
Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi akurasi rumus TBJ saat penghitungan ya, Bunda. Berikut ini beberapa diantaranya:
1. Faktor genetik
Berat bayi sering kali mencerminkan ukuran dan berat badan orang tua. Standar berat janin juga bisa bervariasi di berbagai kelompok etnis dan populasi.
2. Kesehatan ibu selama kehamilan
Ibu dengan kondisi seperti diabetes atau obesitas lebih cenderung memiliki bayi yang lebih besar. Sebaliknya, penambahan berat badan ibu yang tidak mencukupi atau malnutrisi dapat mengakibatkan pembatasan pertumbuhan janin. Hal ini ditunjukkan melalui indeks berat janin saat masih dalam kandungan.
3. Urutan kelahiran
Anak kedua dan selanjutnya sering kali lebih besar daripada anak yang pertama. Namun, jika interval antar kehamilan pendek, anak kedua mungkin lebih kecil.
4. Jumlah janin
Pada kehamilan kembar, berat janin umumnya lebih kecil daripada janin non kembar pada usia kehamilan yang sama.
Penting diperhatikan bahwa ketika berat bayi secara signifikan jauh dari angka standar, hal tersebut dapat mengindikasikan adanya potensi masalah kesehatan. Karena itu, ibu hamil perlu memperhatikan dengan saksama.
Jika janin tumbuh jauh lebih besar daripada grafik berat janin standar setiap minggunya, terutama selama bulan-bulan terakhir kehamilan, ada kemungkinan bayi tersebut berkembang melebihi usia kehamilan.
Kondisi janin yang terlalu besar juga bisa menjadi kendala tersendiri selama persalinan. Apalagi, jika ukuran bayi melebihi ukuran standar sekitar 3 cm, janin mungkin berisiko mengalami kondisi seperti diabetes atau obesitas, bahkan sebelum lahir.
Sebaliknya, ketika ukuran janin jauh lebih kecil daripada grafik janin standar untuk usia kehamilan yang berjalan, serta USG menunjukkan bahwa panjang bayi setidaknya 3 cm lebih pendek dari rata-rata, bumil harus segera menjalani evaluasi lebih lanjut, seperti dikutip dari laman Vinmec.
Sebagai pemeriksaan awal, dokter mungkin merekomendasikan tes tambahan untuk menentukan penyebabnya. Beberapa tes tersebut mencakup penilaian fungsi plasenta untuk mengevaluasi apakah plasenta memberikan nutrisi yang cukup kepada janin dan memeriksa kelainan pada tali pusar.
Dokter juga akan memberikan pertanyaan untuk mengevaluasi apakah pola makan Bunda memadai untuk perkembangan janin atau apakah ada faktor lain yang memengaruhi kesehatan mental bumil secara negatif. Setelah diidentifikasi, dokter akan memberikan membingan seperti memodifikasi diet, memastikan istirahat cukup, dan mempraktikkan teknik relaksasi yang efektif.
Jika janin masih kekurangan berat badan, bayi mungkin bisa menderita kekurangan gizi saat masih dalam kandungan. Ini tentunya bisa membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit pernapasan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh mereka saat lahir.
Selain itu, kondisi kekurangan gizi juga berpotensi memengaruhi perkembangan kognitif anak di kemudian hari. Ada baiknya, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut demi kehamilan yang sehat ya, Bunda.
Guna memastikan perkembangan berat badan janin sehat dan sesuai dengan usia kehamilan Bunda, berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan:
1. Konsumsi makanan seimbang yang kaya akan nutrisi penting tanpa makan berlebihan
2. Pertahankan manajemen berat badan yang tepat guna menghindari penambahan berat badan yang berlebihan atau kurang selama kehamilan
3. Jaga keseimbangan antara istirahat dan olahraga untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Sebab, stres atau kecemasan yang berlebihan dapat berdampak negatif pada berat badan dan perkembangan janin secara keseluruhan.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
Simak video di bawah ini, Bun:
Es Krim Jadi Penolong, Cerita Panik Nina Zatulini Saat Janin Tak Bergerak
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Tips Menjaga Kehamilan Tetap Sehat di Masa Pandemi Saat Omicron Merebak
Keputihan Ternyata Ciri-Ciri Kehamilan Sehat, Bun! Cek Ciri Lainnya Yuk
5 Tips Menjaga Gaya Hidup Sehat Selama Kehamilan
8 Hal yang Perlu Bunda Perhatikan untuk Perencanaan Kehamilan Sehat
TERPOPULER
Anti Lapar! Ini 7 Menu Sahur Bikin Kenyang Lebih Lama
Perhitungan THR Karyawan Kontrak, Freelance, dan Pekerja yang Belum Setahun
7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Tidur Miring Menurut Studi Psikolog
Potret Via Vallen Gelar Tasyakuran Kehamilan Kedua, Bakal Dikaruniai Baby Girl
Ini Ciri Kepribadian Anak yang Bisa Terlihat dari Tulisan Tangan Menurut Grafolog
REKOMENDASI PRODUK
Review Beras Porang Fukumi & Tropicana Slim, Praktis Tinggal Seduh
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
12 Obat Diare untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Keju untuk MPASI Bayi yang Enak & Aman untuk Tambahan Lemak, Pilih yang Paling Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
16 Pelumas yang Aman & Bagus untuk Berhubungan Intim
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Merek Lulur untuk Ibu Hamil yang Aman & Bagus
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Waktu Tidur yang Tepat Menurut Pakar, Ternyata Bukan Jam 9 Malam
Ini Ciri Kepribadian Anak yang Bisa Terlihat dari Tulisan Tangan Menurut Grafolog
Potret Via Vallen Gelar Tasyakuran Kehamilan Kedua, Bakal Dikaruniai Baby Girl
5 Fakta Penangkapan Eks Pangeran Andrew Putra Ketiga Ratu Elizabeth II
Anti Lapar! Ini 7 Menu Sahur Bikin Kenyang Lebih Lama
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Karina Ranau Sahur di Makam, Ustaz Maulana Jelaskan Hukumnya
-
Beautynesia
Siap Temani Sahur hingga Berbuka, Ini Rangkaian Program Spesial Ramadan di Trans TV
-
Female Daily
Deretan Parfum Lokal ini Mengingatkan sama Film?
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Kabar Miss Jamaica yang Jatuh di Miss Universe 3 Bulan Lalu, Unggah Foto di RS
-
Mommies Daily
Mau Bagi-Bagi THR? Ini Cara Tukar Uang Baru 2026