KEHAMILAN
Ternyata Kesehatan saat Dewasa Bisa Terlihat Sejak dalam Kandungan
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Minggu, 15 Feb 2026 13:10 WIBKehamilan yang sehat merupakan fondasi penting untuk melahirkan anak yang sehat dan kuat, Bunda. Apa yang terjadi selama hamil nyatanya juga bisa berdampak pada kondisi kesehatan anak saat dewasa.
Studi terbaru belum lama ini mengungkap bahwa beberapa efek dari kejadian buruk selama kehamilan bisa memengaruhi kesehatan di masa depan. Dalam studi, para ilmuwan dari Brown University telah menemukan bahwa stres rendah selama kehamilan, pola pengasuhan yang konsisten di tahun-tahun awal kelahiran anak, dan pengalaman prasekolah yang berkualitas, dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan penyakit mental di masa dewasa.
"Sekarang kita tahu bahwa sebagian besar penyakit dan kondisi, mulai dari kanker payudara hingga penyakit jantung, demensia, skizofrenia, asma, gangguan refluks, adalah hasil dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan," kata pemimpin studi dan ahli epidemiologi Stephen Buka, dilansir dari laman Brown University.
"Dan banyak pengaruh lingkungan tersebut terjadi sangat dini, di dalam rahim atau selama tahun pertama kehidupan, dan pengaruh tersebut mengubah perkembangan fisiologis yang kemudian diekspresikan ketika seseorang berusia 40-an, 50-an, dan 60-an," sambungnya.
Perlu diketahui, studi ini diluncurkan pada tahun 1959 melalui New England Family Study dan terus berlanjut hingga saat ini. Tujuan utama studi adalah untuk memahami bagaimana kondisi selama kehamilan dapat berkontribusi pada masalah perkembangan saraf anak-anak.
Penelitian ini setidaknya meneliti 17.000 ibu hamil. Para peneliti mempelajari ibu hamil serta anak-anak mereka, serta mengevaluasi kesehatan dan perkembangan selama tujuh tahun pertama kehidupan. Sejak itu, tim peneliti terus melakukan tindak lanjut dengan para peserta dan telah memperluas studi untuk mencakup generasi ketiga.
Data hasil penelitian dapat memberikan wawasan tentang bagaimana berbagai faktor di awal perkembangan janin dapat memengaruhi kesehatan seseorang sepanjang hidupnya.
"Kekuatan New England Family Study terletak pada pembelajaran dari keluarga yang sama selama beberapa generasi, dari perkembangan awal hingga usia lanjut. Tidak ada yang seperti ini di dunia," ungkap Buka.
Menurut Buka, studi jangka panjang telah menunjukkan bagaimana diet, olahraga, dan tidur berperan dalam menciptakan penuaan yang sehat, dan bagaimana kebiasaan merokok atau minum alkohol dapat berkontribusi pada kondisi kesehatan. Namun, ada orang yang minum dan merokok serta tidak pernah berolahraga tanpa masalah kesehatan serius, sementara orang lain yang sehat justru mengembangkan penyakit jantung atau kanker.
Sebagian dari penjelasan tersebut ternyata berkaitan dengan apa yang terjadi pada orang sehat tersebut bahkan sebelum lahir. Jika orang menyadari risikonya, maka kemungkinan akan ada tindakan proaktif yang dapat diambil. Misalnya, pengobatan atau intervensi terapeutik untuk mengurangi keparahan atau mengubah hasilnya.
Dalam studi jangka panjang ini, para peneliti telah memajukan pemahaman ilmiah tentang perkembangan dan pengobatan kanker, penyakit jantung, depresi, skizofrenia, penyalahgunaan zat, dan beberapa hal lainnya. Penelitian juga telah mengidentifikasi risiko awal yang berkontribusi pada asal-usul ADHD, termasuk perubahan permanen di struktur otak.
Studi ini juga memberikan informasi untuk intervensi. Misalnya, hasil studi menunjukkan bagaimana perbedaan gaya belajar yang tampak pada tahun-tahun awal kehidupan dan berlanjut hingga dewasa.
"Temuan studi ini memiliki implikasi bagi kebijakan publik dan bagaimana kita melindungi serta merawat ibu hamil dan anak-anak untuk mencegah timbulnya kondisi dan penyakit," ujar Buka.
New England Family Study berawal dari proyek kolaborasi National Collaborative Perinatal Project yang melibatkan 12 lokasi penelitian di seluruh AS. Tujuan proyek ini adalah memahami kondisi selama kehamilan yang mungkin berkontribusi pada gangguan masa kanak-kanak seperti epilepsi, cerebral palsy, dan kebutaan. Di sisi lain, para peneliti juga tertarik pada paparan yang mungkin mengubah perkembangan janin, seperti infeksi, asap rokok, dan timbal, serta komplikasi kehamilan.
Detail studi tentang kehamilan dan kesehatan anak saat dewasa
Sebanyak 17.000 ibu hamil dalam penelitian ini memberikan sampel darah, mendapatkan evaluasi selama perawatan prenatal, dan berbagi informasi tentang kesehatan, pengobatan, dan keadaan sosial mereka. Para peneliti juga mengumpulkan sampel dari jaringan plasenta dan darah tali pusat bayi. Materi biologis yang berjumlah sekitar 800.000, tetap tersimpan di repositori di National Institutes of Health.
Para ilmuwan lalu meneliti perkembangan anak dengan mencatat pertumbuhan, tinggi badan, berat badan, kemampuan persepsi dan motorik, perilaku neurologis, dan kondisi medis mereka. Mereka juga mencatat pengamatan dan data saat lahir pada usia 4, 8, dan 12 bulan, serta di usia usia 3, 4, dan 7 tahun.
Menurut Buka, informasi yang dikumpulkan dari keluarga yang sama adalah cara terbaik untuk mempelajari penyebab penyakit dan kondisi yang berkembang sepanjang rentang kehidupan. Selama kunjungan tindak lanjut, para peneliti menilai aktivitas fisik, memori, dan ukuran kardiovaskular peserta, dengan fokus pada otak, jantung, dan kesejahteraan umum. Sejalan dengan kemajuan teknologi, tim kini dapat menggunakan alat-alat canggih untuk menganalisis DNA, RNA, protein, dan metabolit.
Proyek studi hingga kini masih berlangsung dan dilakukan oleh para ilmuwan dari Brown dan Harvard. Studi tengah meneliti tentang bagaimana suasana hati, kecemasan, ingatan, pemrosesan informasi, dan fungsi otak berubah seiring bertambahnya usia. Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui penyebab awal dan tindakan pencegahan untuk kanker payudara dan jenis kanker lainnya.
Demikian studi terbaru yang mengungkap hubungan kehamilan dan kondisi kesehatan saat dewasa. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Menurut Studi, Ini Waktu Terbaik untuk Hamil Jika Ingin Anak Pintar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Ciri-ciri Hamil 6 Bulan yang Sehat dan Cara Mengetahuinya
Keputihan Ternyata Ciri-Ciri Kehamilan Sehat, Bun! Cek Ciri Lainnya Yuk
5 Tips Menjaga Gaya Hidup Sehat Selama Kehamilan
8 Hal yang Perlu Bunda Perhatikan untuk Perencanaan Kehamilan Sehat
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian Orang yang Masih Suka Menulis To-Do List di Kertas
Program Bayi Tabung Bisa Dapat Anak Kembar, Benarkah? Dokter Ungkap Faktanya
Diet Ketat Seulgi Red Velvet, Pernah Hanya Minum Susu Kedelai untuk Turunkan Berat Badan
Hukum Menyusui Anak Orang Lain dalam Islam
30 Contoh Visi Misi OSIS untuk SMP, SMA, dan SMK Lengkap serta Program Kerja yang Menarik
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Orang yang Lahir di Hari Kamis
Diet Ketat Seulgi Red Velvet, Pernah Hanya Minum Susu Kedelai untuk Turunkan Berat Badan
Program Bayi Tabung Bisa Dapat Anak Kembar, Benarkah? Dokter Ungkap Faktanya
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
7 Ciri Kepribadian Orang yang Masih Suka Menulis To-Do List di Kertas
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Ketombe Nggak Kunjung Hilang Meski Rajin Keramas? Mungkin Shampoo Kamu yang Salah
-
Beautynesia
Bolehkah Ganti Air Putih Pakai Es Teh untuk Hidrasi Tubuh? Ini Kata Ahli...
-
Female Daily
Bukan Cuma Ngobrolin Uang, Ini Keseruan Lampung Financial Festival 2026!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kendall Jenner Biayai Jacob Elordi Saat Pacaran? Kakaknya Buka Suara!
-
Mommies Daily
Yupi Bawa Keseruan untuk Berbagai Usia di JXB 2026