HaiBunda

KEHAMILAN

Ini yang Bikin Hubungan Intim Suami Istri Lebih Sehat Menurut Studi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 22 Feb 2026 19:30 WIB
Ilustrasi Suami Istri/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Panupong Piewkleng
Jakarta -

Berhubungan intim merupakan salah satu cara untuk mempererat hubungan suami istri. Ada dua tujuan dalam berhubungan intim, yakni untuk tujuan reproduksi atau mendapatkan keturunan, dan rekreasi atau mendapatkan kesenangan.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa kehidupan seksual suami istri bisa menjadi lebih positif bila pasangan memiliki pengaruh yang sama dalam hubungan. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships ini menunjukkan bahwa dinamika pengambilan keputusan dan komunikasi sehari-hari dapat memiliki hubungan jangka panjang dengan kesejahteraan seksual pasangan, Bunda.

Dilansir laman PsyPost, gairah seksual merupakan komponen yang diakui dalam hubungan romantis sehat. Namun, para peneliti di studi ini mulai mengeksplorasi faktor-faktor lain dalam pernikahan yang dapat memprediksi output positif.


Ashley Forbush dan rekan-rekannya dari University of Texas di Austin lalu mengeksplorasi hubungan antara kekuasaan relasional dan motivasi seksual. Mereka ingin memahami apakah cara pasangan menegosiasikan pengaruh dan keputusan dapat membentuk jenis gairah yang dirasakan pasangan dalam hubungan seksual selama beberapa tahun.

Para peneliti mendasarkan studi ini pada teori penentuan diri (self-determination theory), sebuah kerangka kerja untuk memahami motivasi manusia. Teori ini menyatakan bahwa orang merasa paling puas ketika tindakan mereka dipilih sendiri dan selaras dengan nilai-nilai pribadi atau dikenal sebagai motivasi intrinsik.

Dalam konteks seksual, hal tersebut dapat dianggap sebagai gairah seksual yang harmonis, di mana hubungan intim terintegrasi dengan baik ke dalam kehidupan dan identitas seseorang.

Sebaliknya, ketika orang merasa tertekan atau dikendalikan, motivasi mereka akan berubah menjadi ekstrinsik. Hal itu dapat menyebabkan keengganan atau penghindaran, yang mirip dengan hasrat seksual terhambat, yakni seseorang mungkin ragu untuk bertindak berdasarkan keinginan seksualnya.

Para peneliti mengusulkan bahwa rasa kekuasaan bersama akan menciptakan lingkungan yang mendukung otonomi, yaitu perasaan mengendalikan tindakan dan keputusan sendiri. Peningkatan otonomi dalam ranah seksual ini kemudian dapat menumbuhkan hasrat yang lebih harmonis.

Dalam studi ini, tim peneliti menganalisis data dari sampel besar secara nasional yang terdiri dari 1.668 pasangan yang baru menikah di Amerika Serikat. Pasangan-pasangan ini merupakan bagian dari studi Couple Relationships and Transition Experiences, yang telah menyelesaikan survei pada tiga titik waktu yang berbeda, dengan jarak sekitar satu tahun.

Peneliti lalu melakukan pendekatan longitudinal untuk mengamati bagaimana persepsi kekuasaan pada satu titik waktu dikaitkan dengan gairah seksual di tahun-tahun berikutnya. Dalam survei tersebut, peserta kemudian menjawab pertanyaan yang dirancang untuk mengukur persepsi mereka tentang pembagian kekuasaan dalam pernikahan.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut berfokus pada komunikasi dan proses pengambilan keputusan, seperti apakah mereka merasa pasangan mendengarkan perspektif atau apakah mereka membicarakan masalah hingga mencapai kesepakatan bersama. Para peserta juga melaporkan tentang hasrat seksual mereka, dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang membedakan antara hasrat yang harmonis.

Hasil penelitian hubungan intim yang lebih sehat

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara rasa memiliki kekuasaan bersama dan hasil seksual yang lebih baik bagi suami maupun istri. Individu yang melaporkan memiliki lebih banyak kekuasaan bersama dalam hubungan mereka juga melaporkan gairah seksual yang lebih harmonis pada waktu yang sama dan berlangsung hingga dua tahun kemudian.

Pada umumnya, penelitian ini menemukan bahwa cara pembagian kekuasaan yang berhubungan dengan gairah seksual tidak berbeda secara signifikan berdasarkan jenis kelamin. Hal ini juga menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan dengan kedua pasangan merasa memiliki pengaruh, sama seperti memberikan motivasi seksual yang positif bagi pasangan baru menikah.

Sayangnya, studi ini tetap memiliki beberapa keterbatasan. Temuan didasarkan pada sampel pasangan yang baru menikah, sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasikan kepada pasangan yang telah menikah dalam jangka waktu lama.

Demikian hasil studi cara terbaik untuk membuat hubungan suami istri harmonis. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Program Hamil, Berapa Kali Berhubungan Intim dalam Seminggu?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Tingkah Anak Artis saat Sahur Ramadhan 2026, Ada yang Masih Tidur di Meja Makan

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Ciri Orang Memiliki Energi Positif, Bikin Nyaman Orang Sekitar

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Ini yang Bikin Hubungan Intim Suami Istri Lebih Sehat Menurut Studi

Kehamilan Annisa Karnesyia

7 Potret Kehidupan Artis Cilik 90'an Kini Sudah Punya Anak, Terbaru Ada Tina Toon

Mom's Life Nadhifa Fitrina

7 Ciri-ciri Kepribadian Orang yang Suka Ngaret

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ciri Orang Memiliki Energi Positif, Bikin Nyaman Orang Sekitar

Potret Tingkah Anak Artis saat Sahur Ramadhan 2026, Ada yang Masih Tidur di Meja Makan

Sengaja Tidak Sahur demi Kurus, Amankah? Waspadai Risiko Ini!

Ini yang Bikin Hubungan Intim Suami Istri Lebih Sehat Menurut Studi

7 Ciri-ciri Kepribadian Orang yang Suka Ngaret

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK