KEHAMILAN
Semakin Banyak Ibu hamil Terkena Batu Empedu, Terungkap Penyebabnya Bun
Indah Ramadhani | HaiBunda
Kamis, 26 Mar 2026 19:10 WIBAkhir-akhir ini, ibu hamil yang didiagnosis terkena batu empedu semakin meningkat, Bunda. Setidaknya ahli menemukan 1-2 kasus batu empedu saat hamil setiap dua bulan, yang mana ini jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Kira-kira apa ya penyebabnya?
Sebuah studi terbaru di tahun 2025 menyebutkan bahwa batu empedu merupakan kondisi yang cukup umum, terutama pada kehamilan dan setelah persalinan. Meski dinilai wajar, peningkatan yang terjadi belakangan ini menimbulkan kekhawatiran, terlebih risikonya terhadap ibu hamil.
Bahkan, salah satu artis Bollywood bernama Ishita Dutta, yang juga pernah terkena batu empedu saat hamil, harus melakukan operasi pengangkatan kantung empedu setelah melahirkan. Saat itu, ia merasa perutnya sudah sangat tidak nyaman sehingga memutuskan untuk melakukan tindakan tersebut.
Para ahli kembali menambahkan bahwa gejalanya seringkali muncul atau memburuk setelah melahirkan. Banyak perempuan yang merasa nyeri hebat di perut setelah persalinan, ketika diperiksa, batu empedu pun terdeteksi. Melihat itu, tampaknya kondisi tersebut bisa menjadi lebih serius, Bunda.
Agar Bunda lebih waspada dan mendapatkan informasi yang tepat sejak dini, simak penjelasan lengkap mengenai batu empedu saat hamil berikut ini, yuk!
Mengenal apa itu kantung empedu
Mengutip dari laman Vinmec, kantung empedu adalah organ kecil berbentuk buah pir yang terletak di bawah hati, tepatnya di sisi kanan perut. Empedu berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan memekatkan empedu, yaitu cairan pencernaan yang diproduksi oleh hati.
Menurut konsultan bedah laparoskopi di Wockhardt Hospital Mumbai Central, Dr. Sanjay Sonar, saat seseorang makan makanan berlemak, kantung empedu akan melepaskan cairan empedu ke usus kecil. Empedu akan membantu memecah lemak agar lebih mudah diserap tubuh.
Bagaimana batu empedu terbentuk
Ketika proses pelepasan empedu tidak berjalan lancar, empedu bisa terbentuk menjadi batu. Selain itu, empedu mengandung kolesterol, garam empedu, dan zat lainnya, apabila kadar kolesterol tinggi dan garam terlalu sedikit, zat tersebut bisa mengendap dan mengeras menjadi batu.
Batu empedu yang menghambat aliran empedu dapat menyebabkan peradangan pada kantung empedu atau kolesistitis. Kondisi ini bisa menimbulkan nyeri hebat dan di beberapa kasus bisa berubah menjadi kondisi yang serius.
Penyebab batu empedu saat hamil
Menurut konsultan senior obstetri dan ginekologi di Cocoon Hospital Jaipur, Dr. Priya Gupta, perubahan hormon dan metabolisme selama kehamilan merupakan faktor yang meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu, Bunda.
Perubahan hormon yang dimaksud olehnya adalah meningkatnya hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan. Kedua hormon ini dapat memperlambat pengosongan kantung empedu, mengubah komposisi empedu, dan meningkatkan kadar kolesterol dalam empedu.
Dr. Sonar turut menambahkan bahwa hormon yang membantu merilekskan rahim agar bayi bisa tumbuh juga membuat otot kantung empedu menjadi lebih rileks, Bunda. Akibatnya, pengosongan empedu menjadi tidak maksimal dan risiko pembentukan batu empedu pun meningkat.
Gejala batu empedu
Secara umum, sekitar 8-12 persen ibu hamil dapat memiliki batu empedu, meski tidak semuanya mengalami gejala. Namun, risiko lebih tinggi terjadi pada ibu dengan obesitas, usia lebih tua, atau memiliki riwayat keluarga dengan batu empedu.
Berikut gejala batu empedu yang paling umum dan sering muncul, dilansir dari penuturan seorang konsultan dokter kandungan dan ginekolog di Wockhardt Hospital Mumbai Central, Dr. Richa Bharadwaj.
- Nyeri hebat di perut kanan atas
- Nyeri terasa menjalar ke punggung atau bahu kanan
- Nyeri sering muncul setelah makan makanan berlemak
- Mual, muntah, dan kembung
Terkadang gejalanya akan hilang dalam 1-2 jam, tetapi bisa juga jauh lebih lama hingga membuat ibu hamil merasa sangat khawatir. Jika ibu hamil mengalami gejala tersebut dan tidak hilang dalam 1-2 jam, segeralah pergi ke rumah sakit. Selain itu, perhatikan juga bila gejalanya sudah berubah seperti ini:
- Nyeri perut hebat lebih dari 5 jam
- Demam atau menggigil
- Mual dan muntah hebat
- Urine berwarna gelap
- Kulit atau mata menguning (penyakit kuning)
- Tinja berwarna pucat
Apakah boleh hamil jika memiliki batu empedu?
Perempuan yang sudah memiliki batu empedu dan berencana hamil sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis. Sebelum merencanakan kehamilan, ada baiknya memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan stabil terlebih dahulu, Bunda.
Pasalnya, ketika hamil dan tiba-tiba muncul sebuah kondisi medis yang membutuhkan operasi darurat, operasi tersebut harus tetap dilakukan. Namun, keputusan tersebut akan mempertimbangkan kembali bagaimana kondisi ibu, janin, dan usia kehamilan.
Bagaimana penanganan batu empedu saat hamil
Sebagian besar batu empedu yang tidak menimbulkan komplikasi tidak akan mempengaruhi bayi secara langsung. Namun, infeksi atau peradangan parah pada ibu dapat berisiko bagi kesehatan sehingga dibutuhkan penanganan yang tepat.
Berikut penanganan batu empedu saat hamil menurut para ahli yang dilansir dari laman The Indian Express:
1. Pemantauan dan diagnosis dini
Menurut Dr. Gupta, USG merupakan pemeriksaan yang cermat untuk mendeteksi batu empedu. Pemeriksaan sejak dini akan membantu mencegah komplikasi dan memastikan keselamatan ibu serta pemulihan yang lebih lancar saat melahirkan.
“Saya selalu berharap lebih banyak wanita tahu bahwa nyeri perut yang terus-menerus selama atau setelah kehamilan tidak boleh diabaikan,” tuturnya yang juga mengingatkan untuk tidak mengabaikan nyeri perut yang datang terus-menerus.
2. Perubahan pola makan
Menurut Dr. Bharadwaj, jika gejalanya ringan, dokter biasanya akan menyarankan perubahan pola makan. Beberapa di antaranya adalah makan dalam porsi kecil dan rendah lemak serta menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Menurut studi International Journal of Medical and Pharmaceutical Research’s (IJMPR), suplementasi vitamin C, suplementasi zat besi, aktivitas fisik teratur, dan konsumsi kopi bisa mencegah timbulnya batu empedu saat hamil.
3. Operasi pengangkatan kantung empedu (kolesistektomi)
Jika gejala timbul secara berulang, mengganggu, dan terjadi komplikasi, mungkin dokter akan menyarankan operasi pengangkatan kantung empedu. Prosedur ini umumnya dilakukan secara laparoskopi dan tergolong aman.
Setelah kantung empedu diangkat, tubuh tetap dapat mencerna makanan dengan normal. Beberapa orang mungkin mengalami kembung atau diare sementara setelah makan berlemak, tetapi biasanya nanti akan membaik seiring waktu.
Demikian informasi mengenai batu empedu saat hamil yang belakangan ini sering terjadi kasusnya. Semoga informasi ini dapat meningkatkan kewaspadaan Bunda sekalian, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)