KEHAMILAN
Bayi Terpapar Polusi sejak di Kandungan Lebih Berisiko Alami Speech Delay
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Selasa, 19 May 2026 13:30 WIBBunda, pernah kepikiran nggak kalau udara yang kita hirup setiap hari ternyata bisa berdampak sampai ke Si Kecil, bahkan sejak masih di dalam kandungan?
Ya, beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa paparan polusi udara selama kehamilan bisa memengaruhi perkembangan otak janin yang nantinya berhubungan dengan kemampuan bicara anak. Yuk simak fakta ilmiahnya Bunda.
Dampak polusi udara pada janin
Dikutip dari The Guardian, polusi udara, terutama partikel halus yang dikenal sebagai PM2.5, berukuran sangat kecil sehingga bisa masuk ke paru-paru, lalu ke aliran darah ibu hamil. Dari sana, partikel ini dapat mencapai plasenta, organ penting yang menyalurkan nutrisi dan oksigen ke janin.
Dalam berbagai studi, paparan polusi ini dikaitkan dengan meningkatnya peradangan dan stres oksidatif, yang dapat mengganggu perkembangan sistem saraf janin. Penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Hygiene and Environmental Health menemukan bahwa paparan polusi selama kehamilan berhubungan dengan perubahan perkembangan otak anak di usia dini.
Studi lain yang dipublikasikan di JAMA Network Open juga menunjukkan bahwa ibu hamil yang terpapar polusi tinggi memiliki risiko lebih besar melahirkan anak dengan gangguan perkembangan saraf.
Bukan hanya itu, sebuah studi dari National Institutes of Health menyebutkan bahwa paparan polusi prenatal dapat memengaruhi kemampuan komunikasi anak pada usia dini.
Polusi dan speech delay
Kemampuan bicara anak sangat bergantung pada perkembangan otak, khususnya area yang mengatur bahasa dan komunikasi. Ketika perkembangan ini terganggu, anak bisa mengalami speech delay atau keterlambatan bicara.
Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa bayi yang terpapar polusi udara selama dalam kandungan memiliki skor kemampuan bahasa yang lebih rendah hingga usia 2 tahun. Bahkan, peningkatan paparan PM2.5 dikaitkan dengan penurunan fungsi bahasa secara bertahap.
Temuan serupa juga didukung oleh penelitian dari National Institutes of Health yang menunjukkan bahwa paparan polusi sejak masa prenatal berkaitan dengan penurunan kemampuan komunikasi dan kognitif anak di usia dini.
Lebih lanjut, laporan penelitian dari King's College London pada tahun 2026 mengungkap bahwa bayi yang terpapar polusi tinggi sejak trimester awal kehamilan memiliki skor bahasa lebih rendah saat usia 18 bulan, dan cenderung lebih lambat mulai berbicara.
Studi lain dari Environmental Health Perspectives juga menunjukkan bahwa paparan polusi prenatal dapat memengaruhi perkembangan otak, khususnya area yang berhubungan dengan bahasa dan kognisi.
Dampak lain polusi pada janin
Bunda, efek polusi ternyata tidak berhenti pada kemampuan bahasa saja. Beberapa penelitian lain juga menunjukkan bahwa paparan polusi selama kehamilan dapat:
1. Perkembangan kognitif
Anak bisa mengalami:
- Kesulitan fokus
- Lambat memahami instruksi
- Penurunan kemampuan belajar di usia sekolah
2. Perilaku dan emosi
Penelitian dari National Institutes of Health menunjukkan adanya hubungan antara paparan polusi prenatal dengan:
- Gejala hiperaktif
- Kesulitan mengontrol emosi
- Peningkatan risiko gangguan perilaku tertentu
3. Perkembangan motorik
Beberapa studi juga mencatat kemungkinan:
- Keterlambatan koordinasi gerak
- Perkembangan motorik halus yang lebih lambat
- Karena kemampuan bicara berkaitan erat dengan fungsi otak secara keseluruhan, gangguan ini bisa saling berhubungan.
Mengenal kondisi speech delay pada anak
Speech delay adalah kondisi ketika kemampuan bicara anak berkembang lebih lambat dibanding anak seusianya. Sederhananya, anak sebenarnya sedang belajar bicara, tapi tahap perkembangannya tidak sesuai dengan milestone yang umumnya dicapai anak pada usia tertentu.
Ini bukan sekadar 'anaknya belum bisa ngomong', tapi bisa jadi tanda bahwa ada proses perkembangan bahasa yang berjalan lebih lambat dan perlu perhatian lebih.
Misalnya:
- Usia 1 tahun belum bisa mengucapkan kata sederhana seperti “mama”
- Usia 2 tahun belum bisa merangkai dua kata
- Kurang respons terhadap komunikasi.
Kondisi ini bisa ringan hingga memerlukan intervensi seperti terapi wicara, tergantung penyebabnya.
Meski polusi bisa menjadi salah satu faktor risiko, speech delay tidak hanya disebabkan oleh satu hal saja. Ada beberapa faktor lain yang juga berperan, seperti kurangnya stimulasi bicara dari orang tua, paparan gadget berlebihan dan gangguan pendengaran serta faktor genetik Jadi, penting untuk melihat tumbuh kembang anak secara menyeluruh ya, Bunda.
Cara mengurangi risiko dampak polusi selama hamil
Supaya lebih tenang, Bunda bisa melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi paparan polusi:
- Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah
- Hindari area dengan polusi tinggi seperti jalan raya padat
- Gunakan air purifier di dalam rumah
- Perbanyak konsumsi makanan tinggi antioksidan (buah dan sayur)
- Rutin melakukan kontrol kehamilan
Demikian Bunda penjelasan lengkapnya. Semoga kehamilan Bunda selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan hingga hari persalinan tiba ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)