KEHAMILAN
Berhubungan Seks Selama Kehamilan Bikin Persalinan Lebih Cepat? Simak Penjelasannya
Indah Ramadhani | HaiBunda
Selasa, 19 May 2026 20:00 WIBMenjelang persalinan, mungkin tak sedikit Bunda yang mempertanyakan bagaimana keamanan berhubungan seks selama hamil, serta memastikan apakah efeknya bisa mempercepat proses melahirkan atau tidak. Hal ini seringkali dibahas, terlebih saat kehamilan sudah mendekati minggu akhir.
Hal tersebut bisa dimaklumi, Bunda. Rasa tidak sabar untuk menantikan kehadiran Si Kecil yang begitu besar sehingga Bunda ingin memastikan persalinan berjalan tepat waktu. Lantas, banyak desas-desus yang menyarankan untuk berhubungan seks, namun tak sedikit juga yang ragu karena khawatir dengan keamanannya.
Nah, sebelum Bunda mencoba langkah ini, penting untuk memahami fakta medis di baliknya. Yuk, simak penjelasan lengkap dari para ahli agar Bunda bisa mengambil keputusan dengan tenang dan tepat.
Apakah berhubungan seks selama hamil bisa mempercepat persalinan?
Melansir dari What to Expect, ada kemungkinan bahwa berhubungan seks dapat membantu mempercepat persalinan jika usia kehamilan sudah cukup bulan, Bunda. Orgasme yang terjadi juga diduga bisa membuat rahim berkontraksi cukup kuat dalam sementara waktu.
Namun, bukan hanya kontraksi setelah orgasme, Bunda. Stimulasi pada puting dan area genital, termasuk saat orgasme, juga mampu meningkatkan kadar oksitosin, yaitu hormon yang diproduksi tubuh untuk memicu kontraksi saat persalinan.
Dari sisi pasangan Bunda, air mani juga berperan dalam respons tersebut. Air mani mengandung prostaglandin, yaitu zat yang bekerja seperti hormon dan membantu melunakkan serta menipiskan serviks sehingga bisa memengaruhi proses persalinan.
Meski temuan dan alasan yang mendukung kemungkinan tersebut sangat beragam, hingga saat ini belum ada bukti yang cukup kuat dalam memastikan hal tersebut berhasil. Di beberapa penelitian bahkan peneliti tidak menemukan hubungan yang jelas antara aktivitas seksual dan persalinan.
Pengalaman tiap ibu hamil pun bisa berbeda-beda, Bunda. Melihat dari berbagai sumber, ada yang merasakan kontraksi setelah berhubungan tetapi tidak bersalin. Sementara itu, ada juga yang merasa hubungan seks mempercepat persalinan dalam waktu dua jam saja.
Jadi, bisa kita katakan bahwa berhubungan seks selama hamil hanya membantu tubuh mempersiapkan persalinan, bukan memberi jaminan akan langsung melahirkan. Dan jika kondisi kehamilan sehat, aktivitas ini umumnya aman dilakukan, Bunda.
Kapan hubungan seksual dapat memicu persalinan?
Penelitian menunjukkan bahwa pada kehamilan yang sehat tanpa komplikasi, hubungan seks maupun orgasme biasanya tidak langsung memicu persalinan. Hal ini jauh lebih besar kemungkinannya bila kandungan Bunda sudah cukup bulan atau melewati HPL.
Meski begitu, beberapa studi tetap membahas hal tersebut lebih lanjut. Misalnya, penelitian tahun 2005 menyebut stimulasi payudara membantu memicu kontraksi. Lalu, studi tahun 2006 menunjukkan bahwa hubungan seks berkaitan dengan kurangnya kebutuhan induksi pada minggu ke-41.
Sementara itu, penelitian di tahun 2015 mengemukakan bahwa hubungan seks di minggu terakhir kehamilan, memiliki keterkaitan dengan dimulainya persalinan. Namun, para ahli memberikan catatan bahwa semua penelitian tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut.
Pasalnya, dari berbagai penelitian tersebut, belum ada bukti yang benar-benar kuat dan nyata yang bisa memastikan hubungan sebab-akibat antara seks dan persalinan. Artinya, hubungan seks bukanlah penentu utama kapan persalinan akan dimulai, meskipun bisa membantu mempersiapkannya.
Risiko berhubungan seks di akhir kehamilan
Pada dasarnya berhubungan seks di akhir kehamilan tergolong aman, selama Bunda tidak memiliki kondisi medis tertentu. Namun, jika Bunda memiliki risiko persalinan prematur atau masalah pada plasenta, biasanya dokter akan meminta untuk menghindari aktivitas yang memberi tekanan di area panggul, termasuk berhubungan seksual.
Persalinan prematur karena berhubungan seksual umumnya jarang sehingga Bunda tidak perlu khawatir berlebihan. Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa berhubungan seks dapat menyebabkan persalinan prematur selama tidak ada faktor risiko medis.
“Karena tidak ada bukti bahwa berhubungan seks benar-benar memicu persalinan, kecuali ada komplikasi medis seperti plasenta previa atau risiko tinggi persalinan prematur, berhubungan seks telah terbukti sepenuhnya aman selama kehamilan, terlepas dari berapa minggu usia kehamilannya,” kata seorang bidan bernama Casey Selzer dalam The Bump.
Namun, jika Bunda mengalami kram yang berlangsung terus-menerus, pendarahan, atau keluar cairan yang tidak biasa setelah orgasme atau selesai berhubungan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan, ya.
Posisi seks yang dapat memicu persalinan
Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan posisi tertentu yang dapat mempercepat persalinan, Bunda. Salah satu yang masih dianggap sangat berperan hanyalah orgasme sehingga Bunda dan pasangan bisa memilih posisi yang paling nyaman.
Namun, perlu diingat juga bahwa seiring bertambahnya usia kehamilan, beberapa posisi mungkin terasa kurang nyaman atau sulit dilakukan. Karena itu, penting untuk menyesuaikan posisi dengan kondisi tubuh agar tetap aman dan tidak menekan.
Selain itu, Bunda juga disarankan untuk tidak berbaring telentang terlalu lama, karena bisa menyebabkan pusing atau mengganggu aliran darah. Memilih posisi yang lebih nyaman membuat hubungan seksual di akhir kehamilan juga semakin nyaman.
Demikian penjelasan mengenai fakta di balik berhubungan seks selama hamil yang sering dikatakan mampu mempercepat persalinan. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Persiapan Melahirkan Normal Supaya Berjalan Lancar, Bunda Perlu Tahu
Bunda Perlu Tahu, 5 Tanda-tanda Melahirkan Semakin Dekat
11 Tips Supaya Bunda Melahirkan Normal dan Lancar
Suamiku, Genggaman Tanganmu Bisa Bikin Persalinanku Lebih Nyaman
TERPOPULER
Puluhan Orang Dirawat di RS usai Konsumsi Mi Instan Rasa Ayam Bawang Terkontaminasi Salmonella
Taylor Swift & Travis Kelce Menikah, Curi Perhatian karena Tak Pakai Bridesmaid
Cara Mengenali Anak yang Berpotensi Tumbuh Cerdas dari Kebiasaan Orang Tuanya
Pelukan Hangat Anak-anak Kate Middleton usai Sang Bunda Taklukkan 3 Gunung Tertinggi di Inggris Raya
Panduan Vaksin Ibu Hamil Terbaru, Ini Daftar yang Direkomendasikan Dokter Kandungan AS
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Kukus Dandang Bakso yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Botol Minum Tali Panjang untuk Anak TK, Awet & Mudah Dibersihkan
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sendok Panci dan Centong Stainless Steel yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Name Tag MPLS untuk PAUD, SD, SMP, dan SMA yang Kreatif
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel 316 Terbaik, Lebih Aman, Tahan Panas & Karat
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Tanpa Disadari, Pola Asuh Agresif Bisa Memengaruhi Cara Anak Menghadapi Stres
Puluhan Orang Dirawat di RS usai Konsumsi Mi Instan Rasa Ayam Bawang Terkontaminasi Salmonella
Taylor Swift & Travis Kelce Menikah, Curi Perhatian karena Tak Pakai Bridesmaid
Panduan Vaksin Ibu Hamil Terbaru, Ini Daftar yang Direkomendasikan Dokter Kandungan AS
Cara Mengenali Anak yang Berpotensi Tumbuh Cerdas dari Kebiasaan Orang Tuanya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Dituding Telantarkan Nafkah Anak, Sandy Tumiwa: Mungkin Kamu Lupa, Tes?
-
Beautynesia
BeauPicks: 5 Tas Stylish untuk Kerja hingga Hangout dari Brand Lokal
-
Female Daily
LUH Resmi Debut Lewat Koleksi Re:Bloom, Hadirkan Sentuhan Warisan Indonesia dalam Siluet Modern!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Anak Barbie Hsu Tinggal Bersama Pengasuh, Perlakuan Ibu Tiri Jadi Sorotan
-
Mommies Daily
8 Penyebab Milia di Wajah pada Perempuan Usia 40 Tahun ke Atas, Stop Sekarang!