kehamilan
Apakah Hiperemesis Gravidarum Menimbulkan Risiko pada Kehamilan dan Persalinan?
HaiBunda
Sabtu, 04 Jul 2026 18:50 WIB
Daftar Isi
Sekitar 70 hingga 80 persen ibu hamil mengalami kondisi yang disebut dengan morning sickness, dengan gejala mual dan muntah. Namun ada kondisi yang jauh lebih berat dari mual dan muntah biasa yaitu hipermesis gravidarum (HG).Â
Sebuah penelitian dari Stanford Medicine menemukan bahwa hipermesis gravidarum dapat meningkatkan risiko sejumlah komplikasi kehamilan dan persalinan. Apa saja risikonya?
Apa itu hipermesis gravidarum?
Hiperemesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah berat selama kehamilan. Ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum umumnya tidak bisa melakukan aktivitas harian akibat mual dan muntah berlebihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan bisa menyebabkan ibu hamil membutuhkan perawatan medis. Perawatan tersebut bertujuan untuk menghentikan muntah dan mengembalikan cairan tubuh yang hilang.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), hiperemesis gravidarum terjadi pada 3 persen kehamilan. Kondisi ini dapat didiagnosis ketika ibu hamil kehilangan lebih 5 persen dari berat badannya. Selain itu ibu hamil mengalami masalah lain yang berkaitan dengan dehidrasi dan kehilangan cairan tubuh, hingga mengakibatkan ketosis urine.
Hipermesis gravidarum berbeda dengan morning sickness yang umumnya membaik setelah trimester pertama. Pada gejala hiperemesis gravidarum dapat berlangsung lebih lama dan memengaruhi kondisi kesehatan ibu maupun janin.
Menurut para peneliti, ibu hamil dengan hipermesis gravidarum sering mengalami kesulitan makan, minum, dan menyerap nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan. Termasuk asam folat yang berperan dalam perkembangan janin.
Studi analisis 2,5 juta kelahiran
Menurut studi Stanford Medicine terhadap 2,5 juta kelahiran di California, ibu hamil yang mual parah menghadapi peningkatan risiko beberapa komplikasi kehamilan dan persalinan.Â
Melansir News-Medical, penelitian yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology, merupakan studi berbasis populasi besar pertama AS tentang bahaya mual dan muntah parah pada kehamilan. Kondisi tersebut dikenal dengan hipermesis gravidarum.Â
Meskipun sebagian besar perempuan hamil mengalami mual, biasanya tidak meninggalkan efek jangka panjang. Sebaliknya, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian baru ini, HG memberikan tekanan besar pada 1 hingga 3 persen kehamilan yang terpengaruh.
"Hiperemesis gravidarum bukan hanya mual pagi yang parah, ini cukup parah hingga menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan yang signifikan," kata penulis utama studi, Rebecca Gardner, seorang mahasiswa pascasarjana Stanford Medicine di bidang epidemiologi dan penelitian klinis.
Penulis senior studi ini adalah Julia Fridman Simard, ScD, profesor madya epidemiologi dan kesehatan populasi serta imunologi dan reumatologi, dan Gary Shaw, DrPH, Profesor Rosemarie Hess dan profesor pediatri.
Tim peneliti meneliti komplikasi pada kehamilan ketika ibu dirawat di rumah sakit karena HG, dibandingkan dengan kehamilan tanpa rawat inap tersebut.
Risiko komplikasi yang ditemukan peneliti
Peneliti menemukan bahwa ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum berisiko lebih tinggi mengalami beberapa komplikasi serius.
"Kami menemukan bahwa hiperemesis gravidarum dikaitkan dengan risiko lebih tinggi untuk kelahiran prematur, anemia, bayi yang lebih kecil dari yang diharapkan, preeklampsia, hipertensi gestasional, dan abrupsio plasenta. Rawat inap untuk HG benar-benar menandai kehamilan sebagai berisiko lebih tinggi terhadap berbagai komplikasi serius," tulis Rebecca Gardner, yang merupakan penulis utama studi.
Ibu hamil dengan HG mengalami mual dan muntah yang parah dan berkelanjutan, seringkali berlanjut sepanjang kehamilannya. Ibu hamil dengan HG akan kesulitan makan, tetap terhidrasi, dan menyerap nutrisi yang cukup yang memainkan peran kunci dalam kehamilan dini, seperti folat. Padahal, asupan folat yang cukup mengurangi risiko cacat lahir tertentu.
Mengapa hiperemesis gravidarum dapat meningkatkan risiko?
Peneliti menduga salah satu penyebab ibu hamil dengan HG lebih berisiko mengalami komplikasi adalah gangguan pemenuhan nutrisi selama kehamilan.
Ibu dengan HG sering mengalami muntah berulang sehingga sulit mempertahankan asupan makanan dan cairan yang cukup. Akibatnya, tubuh berisiko mengalami kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan plasenta dan janin.
Penulis utama penelitian, Rebecca Gardner dari Stanford Medicine, menjelaskan bahwa kekurangan nutrisi dapat memengaruhi perkembangan plasenta. Kondisi ini diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi seperti preeklamsia dan gangguan pertumbuhan janin.
Ibu hamil dengan HG juga dapat kehilangan banyak berat badan pada saat berat badannya seharusnya bertambah. Sebuah studi menemukan bahwa sekitar seperempat pasien HG kehilangan lebih dari 15 persen dari berat badan sebelum hamil.
"Kita tahu dari studi lain bahwa perempuan dengan HG tidak mendapatkan nutrisi sebanyak yang seharusnya,
"Ini dapat mengganggu perkembangan plasenta, yang menurut kami menyebabkan risiko lebih tinggi untuk beberapa hasil yang kami cari, seperti preeklamsia dan bayi yang lebih kecil dari yang diharapkan saat lahir," kata Gardner.
Kapan ibu hamil perlu mencari bantuan medis?
Ibu hamil sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika terus menerus mengalami muntah, tidak mampu makan atau minum dalam jumlah cukup, mengalami penurunan berat badan, merasa sangat lemas, atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti urine berwarna pekat dan jarang buang air kecil.
Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan janin sekaligus mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan.
Meski sering dianggap normal, hiperemesis gravidarum bukan kondisi yang boleh diabaikan. Jika gejalanya berat hingga mengganggu asupan nutrisi dan aktivitas sehari-hari, ibu hamil perlu mendapatkan evaluasi dan perawatan medis yang sesuai.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Penelitian Terbaru Ungkap Penyebab Morning Sickness Parah pada Ibu Hamil
Kehamilan
9 Komplikasi Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil & Cara Mengatasinya
Kehamilan
Kate Middleton Akui Melahirkan Lebih Mudah daripada Hamil berkat Hypnobirthing
Kehamilan
Kisah Bunda Trauma Hamil Usai Alami Morning Sickness Ekstrem
Kehamilan
Cara Mengatasi Hiperemesis Gravidarum, Mual & Muntah Hebat Saat Hamil
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kisah Bunda Ingin Lakukan Steril usai Alami Hiperemesis Gravidarum saat Hamil
Hamil Anak Pertama, Shenina Cinnamon Sempat Masuk RS karena Hiperemesis Gravidarum
Studi Terbaru Ungkap Potensi Bahaya Konten soal Morning Sickness di YouTube