KEHAMILAN
Kenapa Kesuburan Perempuan Mulai Menurun Setelah Usia 35 Tahun?
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 07 Aug 2026 17:55 WIBKesuburan perempuan secara alami akan menurun seiring bertambahnya usia, Bunda. Memasuki usia 35 tahun, kesuburan mulai menurun hingga memengaruhi peluang untuk mendapatkan kehamilan.
Melansir dari laman John Hopkins Medicine, kesuburan mulai menurun secara bertahap sekitar usia 35 tahun, dengan penurunan yang lebih cepat sekitar usia 37 tahun. Perempuan yang memiliki rahim dilahirkan dengan semua sel telur yang akan dimiliki tubuhnya sepanjang hidup, yang biasanya berjumlah jutaan pada awalnya.
Seiring bertambahnya usia, baik kuantitas maupun kualitas sel telur akan menurun, sehingga kemungkinan untuk mendapatkan kehamilan menjadi lebih kecil. Pada usia 45 tahun, kehamilan bisa semakin sulit terjadi hingga siklus menstruasi secara resmi berakhir dan menopause dimulai.
"Mulai usia 35 tahun ke atas, laju penurunan kualitas dan kuantitas sel telur semakin cepat," kata dokter kandungan dan ginekolog serta peneliti klinis di Imperial College London.
"Namun, laju penurunan tersebut akan bervariasi dari individu ke individu," sambungnya, dilansir BBC.
Salah satu studi terbesar yang diterbitkan di Europe PMC tahun 2013 menemukan bahwa dari 2.820 perempuan di Denmark yang melakukan hubungan seksual setidaknya dua kali seminggu, berhasil hamil dalam 12 siklus menstruasi. Jumlah perempuan tersebut dilaporkan 84 persen berusia 25-29 tahun, 88 persen berusia 30-34 tahun, dan 73 persen berusia 35-40 tahun.
Studi lain di jurnal Obstetrics & Gynecology tahun 2004 menemukan bahwa, dari perempuan berusia akhir 30-an yang belum hamil setelah satu tahun mencoba, lebih dari setengahnya masih hamil secara alami setelah dua tahun kemudian, apabila memiliki pasangannya lebih muda. Tapi bila pasangannya berusia 40 tahun, tingkat keberhasilannya hanya berkisar 43 persen.
Faktor usia memengaruhi kesuburan
Dikutip dari Healthline, perempuan terlahir dengan seluruh jumlah sel telur yang akan mereka miliki seumur hidup, yakni sekitar dua juta sel telur. Jumlah sel telur akan berkurang secara bertahap seiring berjalannya waktu.
Pada usia 37 tahun, perempuan akan memiliki sisa sekitar 25.000 sel telur. Pada usia 51 tahun, jumlahnya tinggal 1.000 sel telur.
"Angka tersebut mungkin terdengar masih banyak, namun kualitas sel telur juga menurun seiring bertambahnya usia," ungkap pakar Holly Ernst, PA-C.
Ya, kualitas sel telur juga penting. Seiring bertambahnya usia, proporsi sel telur abnormal yang tersisa akan semakin tinggi, Bunda.
"Seiring bertambahnya usia, perempuan memiliki lebih sedikit sel telur, dan kualitas sel telur juga menurun. Jadi, lebih sulit untuk hamil secara alami, dan bahkan ketika menjalani perawatan kesuburan, tingkat keberhasilan secara keseluruhan mungkin lebih rendah, dibandingkan jika perempuan melakukannya saat masih muda,"
Di usia yang sudah tua, seorang perempuan juga berisiko mengalami beberapa kondisi medis yang dapat memengaruhi kesuburan, seperti endometriosis dan penyakit saluran tuba. Akibat faktor-faktor tersebut, kesuburan mulai menurun secara bertahap pada usia sekitar 32 tahun. Mulai usia 35 hingga 37 tahun, tingkat kesuburan mulai menurun lebih cepat.
Risiko lainnya adalah keguguran. Banyak perempuan di usia lanjut yang berhasil hamil namun tidak bertahan hingga mengalami keguguran.
"Hal lain yang terjadi di akhir usia 30-an adalah kromosom X menjadi semakin tidak stabil. Itulah sebabnya ada peningkatan risiko kelainan kromosom, seperti sindrom Down. Jadi, banyak kehamilan akan berakhir dengan keguguran," kata profesor dari University of Copenhagen, Anja Bisgaard Pinborg.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal BMJ tahun 2020 melibatkan lebih dari 1,2 juta kehamilan menemukan bahwa risiko keguguran sekitar 10 persen pada perempuan berusia 20 hingga 24 tahun, tetapi mulai meningkat lebih tajam mendekati usia 35 tahun, yaitu lebih dari 20 persen. Pada usia 42 tahun, lebih dari setengah kehamilan yang direncanakan mengalami keguguran.
Menjalani kehamilan setelah usia 35 tahun
Kehamilan tetap bisa terjadi setelah usia 35 tahun. Namun, terdapat faktor-faktor risiko tambahan yang terkait dengan kehamilan di usia lebih lanjut, selain keguguran. Berikut faktor-faktornya:
- Diabetes gestasional
- Kelainan kromosom janin, seperti sindrom Down
- Persalinan caesar
- Kelahiran prematur
- Kematian janin dalam kandungan.
Meski terdapat risiko, kehamilan di usia lanjut juga bisa bermanfaat, Bunda. Studi menunjukkan bahwa orang yang melahirkan di usia lebih tua cenderung hidup lebih lama.
Mereka juga cenderung memiliki pendapatan dan pendidikan yang lebih tinggi daripada orang tua yang lebih muda, sehingga memungkinkan mereka untuk memberikan lebih banyak kesempatan kepada anak-anak di tahap awal perkembangan.
Demikian penyebab kesuburan menurun setelah usia 35 tahun. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Luna Maya Hiatus Demi Promil, Inginkan Bayi Kembar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ingin Lakukan Program Hamil Tanpa Ke Dokter? Coba Konsumsi 7 Sayuran Ini
Buah Zuriat Tingkatkan Kesuburan agar Cepat Hamil, Mitos atau Fakta?
7 Makanan Penambah Sperma, Bantu Sukseskan Program Hamil
Cara Mengonsumsi Buah Zuriat untuk Promil, Ayah Juga Perlu Tahu Lho
TERPOPULER
Julie Estelle Melahirkan Anak Kedua, Nama Bayi Laki-lakinya Curi Perhatian
10 Cara Orang Tua Jepang Mendidik Anak agar Sopan, Mindful, dan Kreatif
Resep Udang Saus Padang yang Gurih dan Pedas, Praktis Dibuat di Rumah
Harga Rumah Melonjak, Ribuan Warga Bangun Tenda & Tinggal di Alun-alun Kota
Kenali Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Blush On Stick Terbaik untuk Bikin Pipi Merona Natural dan Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Smart Door Lock Terbaik untuk Rumah Lebih Aman Anti Maling
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Mesin Cuci Termahal, Fitur Canggih dan Harganya Bikin Melongo
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Momen Arie Kriting dan Orang Tua Saling Menguatkan Selepas Adik Meninggal, Intip Potret Harunya
Resep Udang Saus Padang yang Gurih dan Pedas, Praktis Dibuat di Rumah
10 Cara Orang Tua Jepang Mendidik Anak agar Sopan, Mindful, dan Kreatif
Julie Estelle Melahirkan Anak Kedua, Nama Bayi Laki-lakinya Curi Perhatian
Harga Rumah Melonjak, Ribuan Warga Bangun Tenda & Tinggal di Alun-alun Kota
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kenapa Food Chopper Cepat Bau dan Pisaunya Cepat Tumpul? Ini Cara Merawatnya
-
Beautynesia
Potret Nana hingga Naomi Osaka Hadiri Peragaan Busana Ferragamo Spring 2027
-
Female Daily
6 Tas Brand Lokal untuk Kondangan yang Bikin Look Kamu Makin Cantik!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Adu Gaya Jun Ji Hyun & Rose BLACKPINK, Serba Hitam di Show Saint Laurent
-
Mommies Daily
Perlengkapan Mandi Remaja: 8 Barang yang Sebaiknya Mulai Disiapkan