menyusui

Salah Satu Keuntungan yang Didapat Ibu Menyusui dari Makan Pedas

Asri Ediyati Sabtu, 20 Jan 2018 07:07 WIB
Salah Satu Keuntungan yang Didapat Ibu Menyusui dari Makan Pedas
Jakarta - Ada yang bilang, makanan yang kita makan saat menyusui sangat menentukan perilaku makan anak. Tapi, ada lagi ini yang menginformasikan bahwa konsumsi makanan pedas saat menyusui malah bikin anak nggak jadi 'picky eater' alias pilih-pilih makanan. Hmm, kok bisa ya?

Memang, banyak ibu menyusui menghindari makanan pedas karena mitos yang meluas bahwa makan pedas seperti cabai akan menyebabkan gas dan bayi jadi gampang rewel. Namun, para ahli bilang bahwa tidak ada bukti kuat bahwa rasa memengaruhi bayi. Sebenarnya, bahwa memakan berbagai rasa, termasuk makanan pedas, meningkatkan kepekaan indra pengecap bayi, sehingga membuatnya lebih mudah diberi makan di kemudian hari.

Menurut dr Jennifer Wider, penasihat medis untuk Society for Women's Health Research, nggak ada bukti ilmiah 'baik' yang mengatakan bahwa makanan pedas memiliki efek buruk pada bayi yang menyusu. Dia bahkan mengatakan nggak apa-apa bagi ibu untuk menyusui anak mereka setelah makan masakan pedas. Namun perlu diingat, ibu mungkin mengalami reaksi lokal di perut atau usus karena gas dari cabai.


"Penting untuk diingat bahwa ASI tidak diformulasikan langsung dari saluran pencernaan, ASI diformulasikan dari darah ibu. Jadi jika ibu menyusui makan sayuran, nutrisi akan ditarik ke dalam ASI, tapi komponen gasnya tidak akan memengaruhi bayi. Lalu, bukan berarti bayi tidak peka terhadap makanan tertentu. Setiap bayi berbeda," kata dr Jennifer dikutip dari Daily Mail.


Kata dr Jennifer, dibutuhkan rata-rata empat sampai enam jam bagi makanan masuk ke dalam ASI. Namun faktor seperti zat kimia dalam tubuh dan metabolisme dapat memengaruhi penguraian zat-zat dari makanan bisa dengan durasi satu jam atau selama 24 jam.

Lalu, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases jika makanan yang dikonsumsi ibu menyusui mengandung protein, lemak, karbohidrat, mineral dan air setelah penguraian akan menjadi partikel kecil yang diserap ke dalam aliran darah.

"Dari situ, masuk ke pembuluh darah kelenjar susu dan masuk ke air susu ibu. Rasa, serta molekul yang membawa aroma, juga masuk ke aliran darah dan masuk ke dalam ASI. Ini adalah proses yang sama saat bayi berada dalam kandungan. Makanan yang ibu konsumsi akan masuk ke dalam darah dan memasuki cairan amnion yang nantinya dikonsumsi bayi di rahim," tutur dr Jennifer.

Dr. Paula Meier, profesor pediatri dan perawat di Rush University Medical Center juga mengatakan jika makanan pedas sudah menjadi bagian dari makanan ibu sebelum dia mulai menyusui, kemungkinan bayi tersebut sudah terbiasa dengan rasa ini saat mereka mulai menyusu. Studi lain yang dipublikasikan di Pediatrics menemukan bayi yang terpapar makanan tertentu saat menyusu akan menikmati rasa dari makanan itu saat mereka mulai makan makanan padat. Dengan kata lain, ibu yang menyantap beragam makanan lezat, bahkan rasa pedas, bisa membuat anak tidak memilih-milih makanan.

"Bayi yang diberi ASI biasanya lebih mudah diberi makan nantinya karena mereka memiliki pengalaman beragam rasa berbeda dari tahap awal kehidupan mereka. Sedangkan bayi yang diberi susu formula memiliki pengalaman yang seragam," kata Lucy Cooke, seorang peneliti senior di University College London dikutip New York Times.

Lucy menambahkan, bahwa hal yang mutlak adalah paparan berulang terhadap berbagai rasa makanan pada anak. Hal itu bisa membantu si kecil untuk menerima makanan dengan baik.

(aci)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi