sign up SIGN UP search


menyusui

5 Dampak Ibu Menyusui Makan Pedas, Bisa Bikin Bayi Kolik hingga Alergi

Annisa Karnesyia Selasa, 25 May 2021 17:00 WIB
Crying little baby in the arms of her mother in a living room. caption
Jakarta -

Selama menyusui si Kecil, Bunda memang enggak boleh makan sembarangan. Ada yang bilang bahkan Bunda enggak boleh lho makan pedas selama menyusui anak.

Lalu benarkah makanan pedas tidak aman dikonsumsi selama menyusui?

Konsumsi makanan pedas selama menyusui sebenarnya tidak dilarang alias aman. Namun, apa yang Bunda makan memang bisa memengaruhi rasa ASI.


Direktur penelitian klinis dan laktasi di Neonatal Intensive Care Unit di Rush University Medical Center di Chicago, Paula Meier, Ph.D, mengatakan bahwa ibu menyusui tak perlu takut dengan makanan pedas. Apalagi bila sudah terbiasa mengonsumsinya saat hamil.

"Jika seorang wanita sudah terbiasa mengonsumsi makanan yang berbeda selama kehamilan, itu akan mengubah rasa dan bau cairan ketuban dan akhirnya terpapar dan tercium oleh bayi di dalam rahim. Pada dasarnya, menyusui adalah peralihan dari cairan ketuban ke ASI," kata Meier, dikutip dari Parents.

Dokter spesialis anak, dr. Meta Hanindita, Sp.A(K), juga setuju dengan anggapan bahwa Bunda menyusui boleh makan pedas. Namun, sebaiknya dicoba dulu sedikit untuk melihat reaksinya ke anak.

Ada beberapa bayi yang sangat sensitif terhadap capsaicin (zat yang terkandung dalam cabai) sehingga diare setelah ibu makan makanan pedas. Jika bayi tidak ada masalah dengan hal itu, silakan saja," ujar Meta, dilansir buku Mommyclopedia, Tanya Jawab Tentang Nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak.

Sampai saat ini memang belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa makanan pedas harus dihindari saat menyusui. Prinsip penting dari pola makan saat menyusui adalah tidak berlebihan. Artinya, makan pedas pun boleh asalkan tidak terlalu banyak karena tidak menyehatkan, Bunda.

Makanan pedas bisa mengubah rasa ASI

Rasa ASI pada dasarnya dapat dipengaruhi dari makanan yang dikonsumsi Bunda selama menyusui. Pada akhirnya, ini akan menjadi rasa baru ASI yang dikonsumsi si Kecil.

Bila bayi menyukai perubahan rasa ini, Bunda bisa terus konsumsi makanan pedas. Tapi, bila bayi terjadi berubah dan sering menangis karena tidak nyaman atau sakit, sebaiknya hentikan konsumsi makanan pedas.

Seperti makanan lain, Bunda bisa melakukan trial error dalam mencoba makanan pedas. Lihat perubahan pada bayi saat dan setelah menyusu untuk memutuskan apa makanan pedas bisa dikonsumsi ya.

Kenali pula tanda bayi yang menjadi sensitif setelah menyusui. Bayi mungkin bisa menjadi rewel, sering menangis, susah tidur, hingga mengalami alergi dan diare karena makanan pedas yang dikonsumsi Bunda.

Makanan pedasIlustrasi makanan pedas/ Foto: iStock

Dampak makanan pedas pada bayi yang menyusu

Beberapa bayi menyusu bisa menjadi sensitif karena makanan pedas yang dikonsumsi Bunda. Berikut 5 dampak negatif yang mungkin dialami bayi bila Bunda makan pedas saat menyusui:

1. Mengembangkan alergi

Kemungkinan anak alergi karena makanan pedas memang jarang terjadi, Bunda. Namun, alergi ini bisa muncul sesekali pada bayi.

"Tanda paling khas biasanya terlihat bila Anda mengonsumsi sesuatu yang pedas, yakni akan muncul ruam di kulit bayi," kata konselor laktasi, Shruti Kanchan, dilansir Parenting Firstcry.

Bila tanda ini muncul, Bunda sebaiknya segera berhenti konsumsi makanan pedas ya. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka bayi bisa dipastikan mengalami alergi.

2. Mengalami kolik

Bayi bisa mengalami kolik karena makanan pedas yang dikonsumsi Bunda saat menyusui. Biasanya kolik ditandai dengan sakit perut.

Kolik adalah suatu kondisi yang memengaruhi perut dan bikin bayi enggak nyaman. Kondisi ini bisa membuat mereka terus menangis tanpa terkendali karena rasa sakit.

3. Cluster feeding

Konsumsi makanan pedas bisa mengubah rasa ASI yang memengaruhi nafsu makan bayi. Saat mengonsumsi bumbu masakan tertentu, si Kecil mungkin dapat mengembangkan minat untuk terus menyusu dalam jangka waktu lama.

"Hal ini dapat menyebabkan bayi makan melebihi kapasitas, sehingga bisa membuatnya muntah atau menjadi cerewet dan keras kepala saat rasa ASI berubah atau bila dia tidak dapat menyusu terus," ujar Kanchan.

4. Perut kembung

Masalah pencernaan bayi bisa terganggu saat Bunda menyusui makan pedas lho. Pada beberapa bayi, kandungan ASI yang berubah bisa mengganggu saluran cerna dan bikin perut kembung.

Kondisi ini juga bisa menghasilkan gas di perut dan usus bayi, sehingga perut sering kembung dan menyebabkan dia rewel. Selain itu, bayi juga bisa terkena diare, Bunda.

5. Menolak menyusu

Bayi yang sensitif terhadap makanan pedas bisa memengaruhi pola makannya. Mereka mungkin akan menolak menyusu karena rasa ASI yang berubah.

Bayi yang menolak menyusu bisa berdampak pada tumbuh kembangnya. Seperti kita tahu, ASI memiliki kandungan nutrisi luar biasa untuk tumbuh kembang bayi setelah dia lahir.

Waktu tepat mulai makan pedas saat menyusui

Kita tidak dapat mengetahui berapa lama makanan pedas akan bertahan dalam ASI, Bunda ,Untuk itu, sebaiknya kita perlu pahami perhitungan waktu yang tepat untuk mengenalkannya pada bayi.

Banyak wanita cenderung mulai makan makanan pedas setelah melahirkan, tapi dalam jumlah minimal. Alangkah baiknya tunda dulu konsumsi makanan pedas sampai bayi terbiasa menyusu dengan benar. Pastikan juga bayi memiliki proses tumbuh kembang yang baik.

Jadi pada intinya, Bunda yang lagi menyusui boleh kok makan pedas. Asalkan jangan berlebihan dan lihat perubahan bayi saat dan setelah konsumsi jenis makanan ini ya.

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi