menyusui

Patut Dicoba! Skin to Skin di Awal Kelahiran Bayi Lancarkan ASI

Ratih Wulan Pinandu Selasa, 01 Oct 2019 18:40 WIB
Patut Dicoba! Skin to Skin di Awal Kelahiran Bayi Lancarkan ASI
Jakarta - Di masa-masa awal setelah melahirkan, Bunda disarankan banyak melakukan skin to skin dengan si kecil. Kontak kulit semacam ini sangat disarankan, setidaknya satu jam setelah melahirkan.

Skin to skin dapat membantu bayi memulai menyusui dengan baik. Menurut koordinator HSE National Breastfeeding, Laura McHugh, 86 persen dari total bayi sehat mendapatkan skin to skin setelah lahir.

Dia menjelaskan bahwa sebagian besar bayi secara alami akan mencari dan meminta nyusu di payudara ibunya. Hal itu terjadi secara alamiah jika baju ibunya dibuka, dan mereka di tempatkan di dada ibunya secara langsung setelah lahir. Usahakan tiak lebih dai satu jam setelah kelahirannya.


"Kontak dari kulit ke kulit juga membantu ibu mengenali dan merespons sinyal bayi mereka. Ini merangsang pelepasan hormon yang mendukung bonding dan menyusui," ungkap McHugh dilansir dari Irishexaminer.

Inisiasi menyusu dini seperti ini menunjukkan peningkatan 10 persen lebih tinggi dibanding 10 tahun lalu. Sebanyak 60 persen bayi sudah disusui saat meninggalkan rumah sakit.

Skin to Skin di Awal Kelahiran Bayi Bantu Lancarkan ASISkin to skin menyusui dini/ Foto: iStock

Data menyebut ada 6 dari 10 bayi sudah disusui ibunya saat meninggalkan rumah sakit di Irlandia. Dari situ diketahui jika lima di antaranya diberikan ASI eksklusif, dan satu dari enam lainnya diberikan susu formula.

"Kami berusaha keras agar ibu menyusui secara eksklusif dan lebih lama. Keduanya meningkatkan manfaat bagi bayi," terang McHugh.

Sejauh ini, McHugh mengatakan bahwa pemberian susu formula menjadi salah satu faktor kegagalan pemberian ASI eksklusif. Banyak yang masih salah paham menganggap kalau kandungan susu formula sebagus ASI.

"Ada penelitian tegas yang menunjukkan ASI itu unik dan bahan-bahayanya tidak bisa direplikasi dalam kandungan susu formula."

Saat menyusui bayi pertama kali belum berhasil, McHugh mengatakan agar Bunda bersabar. Bagi banyak wanita, menyusui adalah keterampilan yang membutuhkan waktu untuk belajar.

Jangan berkecil hati saat ASI tak kunjung keluar hingga beberapa hari setelah melahirkan. Spesialis Gizi Klinis dr Diana F. Suganda, M.Kes., Sp.GK menjelaskan kalau hal itu wajar terjadi.

"Bisa karena ibunya masih lelah, asupannya masih kurang, isapan bayinya masih kurang, faktornya macam-macam," jawab Diana.

Kuncinya, Bunda tetap berlatih menyusui si kecil meski ASI belum keluar. Semakin sering puting disodorkan ke mulut bayi, maka akan memancing kelenjar ASI.

"Butuh isapan bayi, tapi bayi newborn kan masih banyak tidur. Jadi banyak faktor, asupan si ibu belum bagus, ibunya masih proses recovery dari rumah sakit, belum sempat makan dan lain-lain," tutup Diana.

Bunda, Tasya kamila juga alami drama saat menyusui anak untuk pertama kalinya nih:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi