Sign Up search


menyusui

Efek Samping ASI Booster pada Bayi Baru Lahir

Melly Febrida Sabtu, 18 Jan 2020 13:01 WIB
Efek Samping ASI Booster pada Bayi Baru Lahir Efek Samping ASI Booster pada Bayi Baru Lahir/ Foto: iStock
Jakarta - Biasanya, ibu baru itu paling takut kalau pasokan ASI-nya kurang, nanti bayi jadi kelaparan atau berat badannya enggak naik. Salah satu solusi akhirnya mencoba ASI boster, tapi adakah efek sampingnya ke bayi yang baru lahir?

Meredith Shur, MD, FACOG, spesialis kebidanan dan ginekologi bersertifikat mengatakan, herbal dan galactagog lainnya tidak bisa bekerja sendiri. Untuk meningkatkan suplai ASI, Bunda juga harus meningkatkan stimulasi ke payudara saat mengonsumsi ramuan.


"Anda bisa melakukannya dengan lebih sering menyusui, menyusui untuk jangka waktu yang lebih lama di setiap menyusui, atau memompa setelah dan di antara setiap menyusui," kata Shur, mengutip Very Well Family.


Selain itu, kata Shur, karena herbal yang berbeda memiliki tindakan yang berbeda, penting untuk meminta saran profesional terlebih dahulu. Dokter atau konsultan laktasi dapat membantu menentukan herbal mana yang paling cocok dengan situasi Bunda. Selain itu, dokter juga dapat memberi tahu berapa banyak setiap ramuan yang harus dikonsumsi.

"Herbal mirip dengan obat-obatan. Sehingga dapat memiliki efek samping, dan dapat berbahaya bagi Bunda dan bayi," kata Shur.

Untuk efek samping paling umum yakni diare. Menurut Shur, diare bisa dialami ibu dan bayi jika Bunda mulai mengonsumsi fenugreek dosis tinggi terlalu cepat. Bunda bisa menghindari masalah perut jika memulai ramuan ini dengan dosis rendah dan secara bertahap meningkatkannya.

Selain itu, fenugreek dapat menyebabkan ASI, urine, dan keringat Bunda berbau seperti sirup maple. Begitu juga pada bayi, urine dan keringatnya bisa berbau sirup maple.

Ilustrasi efek samping ASI booster pada bayiIlustrasi efek samping ASI booster pada bayi/ Foto: iStock
Sebelum mengonsumsinya, lanjut Shur, pastikan utuk memberi tahu dokter anak kalau Bunda mengonsumsi fenugreek.

"Ada penyakit serius yang ditandai dengan aroma sirup maple, dan jika dokter Anda tidak tahu bahwa aroma sirup maple berasal dari fenugreek, ia dapat salah mendiagnosis anak Anda dengan penyakit urine sirup maple," jelasnya.

Sementara itu, ahli farmasi Alan Carter, Pharm.D, mengatakan, sebenarnya sebagian besar wanita memiliki persediaan ASI yang cukup, dan bahkan menghasilkan lebih dari sepertiga susu dari yang dibutuhkan bayi.

Namun, ada beberapa ibu menyusui yang mungkin berada dalam kondisi yang mendorongnya untuk meningkatkan produksi. Salah satunya mengonsumsi ASI booster yang mengandung fenugreek.

"Fenugreek juga kemungkinan aman untuk bayi Anda," kata Carter mengutip Healthline.

Sebuah studi pada 2019 membandingkan para ibu yang minum teh herbal ASI, teh alami yang mengandung buah adas pahit, adas manis, dan ketumbar, biji fenugreek, dan tumbuhan lainnya, dengan kelompok uji yang minum teh lemon verbena.

"Tidak ada yang melaporkan efek buruk pada bayi mereka selama studi 30 hari atau tahun pertama kehidupan bayi mereka," Carter menjelaskan.

Fenugreek itu masuk ke dalam ASI, tetapi aman untuk ibu dan bayi bila digunakan dalam jumlah sedang. Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) Amerika Serikat, telah menilai, fenugreek masuk dalam daftar GRAS (Generally Recognized As Safe). Tapi, selalu berkonsultasi dengan dokter, konsultan laktasi, atau spesialis herbal sebelum mencoba herbal.

Alicia C. Simpson, konsultan laktasi bersertifikat di Atlanta, pernah mengatakan suplemen herba dan teh laktasi harus diperlakukan seperti obat-obatan, Bunda. Obat ini mungkin alami, tapi bukan berarti bebas efek samping.

"Kalau Bunda bingung perihal menyusui termasuk produksi ASI yang dirasa kurang banyak, harus mengonsumsi ASI booster atau tidak, ada baiknya bertemu dengan konselor laktasi," tutur Simpson, dikutip dari Mom Junction.

Karena, Simpson menambahkan, konselor laktasi bisa membantu menilai apakah ASI Bunda benar-benar rendah produksinya, meski umumnya wanita memproduksi ASI yang cukup. Kalau memang produksinya rendah, konselor bisa mencarikan solusi.


Bunda, simak juga cara mengatasi bayi tongue tie atau lip tie, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi