HaiBunda

MENYUSUI

4 Strategi Mempertahankan Produksi ASI Saat Pumping

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 08 May 2020 08:03 WIB
4 Strategi Mempertahankan Produksi ASI Saat Pumping/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Ketika bicara strategi mempertahankan produksi air susu ibu (ASI), ingat aturan supply and demand. Semakin banyak permintaan (dalam hal ini dalam bentuk pemompaan), semakin banyak persediaan (dalam bentuk ASI) akan ada.

Ini berarti bahwa jika Bunda ingin mempertahankan persediaan ASI, Bunda harus memompa dengan kecepatan yang sama seperti bayi akan menyusu langsung dari Bunda. Lalu, pastikan payudara dikosongkan dengan baik pada setiap sesi.


Berikut dilansir What to Expect, berapa strategi lain yang dapat membantu Bunda menjaga persediaan ASI saat memompa:


1. Pompa antara sesi menyusui

Saat Bunda bersama bayi, lakukan sesi memompa sekitar satu jam setelah menyusui dan setidaknya satu jam sebelum waktu berikutnya Bunda menyusui. Lebih banyak 'permintaan' berarti lebih banyak persediaan.

Akan tetapi jangan terlalu memaksakan diri untuk itu. Hal ini karena memompa di antara setiap sesi menyusui atau di antara menyusui di malam hari hanya akan melelahkan Bunda dan justru mengurangi suplai ASI.

2. Power pumping

Power pumping bisa meningkatkan suplai ASI Anda dengan menirukan cluster feeding, istilah untuk periode di mana bayi menyusu lebih sering dari biasanya (biasanya karena percepatan pertumbuhan). Cluster feeding dan power pumping mengirim sinyal ke tubuh untuk menghasilkan lebih banyak susu.

Untuk mencoba power pumping, pertama-tama temukan jam yang tidak terputus dalam sehari. Caranya seperti ini: pompa selama 20 menit, istirahat selama 10 menit, pompa selama 10 menit, istirahat selama 10, dan kemudian pompa selama 10 menit. Hasilnya enggak instan, perlu beberapa hari untuk bagi tubuh untuk menanggapi peningkatan permintaan ini.
ilustrasi pompa ASI atau pumping/ Foto: iStock

3. Coba galactogogue bila memungkinkan

Galactogogue adalah zat (herbal atau obat-obatan) yang meningkatkan pasokan ASI, tetapi tidak boleh dikonsumsi tanpa saran dokter, dokter anak, atau konsultan laktasi bersertifikat yang mengetahui kondisi Bunda.

4. Beralih ke metode KB lain selain pil

Beberapa jenis pil KB dapat mengurangi suplai ASI untuk beberapa ibu. Pertimbangkan beralih ke metode KB lain jika itu yang Bunda alami.

Mempertahankan produksi ASI akan memakan waktu, jadi Bunda jangan menyerah. Lakukan dengan konsisten dan Bunda akan melihat hasilnya setelah beberapa hari.


Simak juga cara mencegah kehamilan bagi ibu menyusui:



(aci/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer

Mom's Life Nadhifa Fitrina

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Menandakan Seseorang Memiliki EQ Rendah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kenali Materi MPLS SD, SMP, SMA 2026 Sesuai Kemendikdasmen

Parenting Kinan

Resep Lapis Legit Hemat Telur, Hanya 6 Butir tapi Enak & Lembut

Mom's Life Amira Salsabila

Sejarah Operasi Caesar dalam Persalinan: Ternyata Pertama Kali Bukan Dilakukan Dokter

Kehamilan Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer

Kenali Materi MPLS SD, SMP, SMA 2026 Sesuai Kemendikdasmen

Resep Lapis Legit Hemat Telur, Hanya 6 Butir tapi Enak & Lembut

Sejarah Operasi Caesar dalam Persalinan: Ternyata Pertama Kali Bukan Dilakukan Dokter

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Menandakan Seseorang Memiliki EQ Rendah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK