sign up SIGN UP search


menyusui

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Pedas?

Annisa Afani Rabu, 15 Jul 2020 16:10 WIB
Ibu menyusui caption
Jakarta -

Saat menyusui, wanita membutuhkan tambahan kalori untuk membantu meningkatkan energi dan suplai ASI. Namun Bunda harus memperhatikan apa yang dikonsumsinya karena bisa mempengaruhi ASI.

Salah satu makanan yang digemari wanita adalah makanan pedas. Nah Bunda pasti pernah bertanya-tanya apakah aman mengonsumsi makanan pedas bagi ibu menyusui?

Soal itu, Bunda tidak perlu khawatir karena ternyata makanan pedas tidak dapat begitu memengaruhi ASI. Mengonsumsi makanan pedas saat menyusui dianggap aman, meskipun sebagian kecil ASI akan memiliki rasa baru akibat makanan pedas, namun hal tersebut tidak akan memengaruhi bayi yang disusui.


Justru, ahli menganggap bahwa itu merupakan cara bijaksana untuk memperkenalkan rasa kepada bayi sejak dini. "Itu membantu bayi mengembangkan indera perasanya dalam persiapan memulai makanan padat. Meski pada dasarnya, rasa manis gula alami dalam ASI akan mendominasi rasanya," ujar Konsultan Laktasi International, Board Emma Pickett, dikutip dari Mom Junction.

Adanya rasa pada ASI ini juga bagus bagi bayi untuk mengetahui ragam rasa sebelum dikenalkan pada makanan pendamping ASI (MPASI). Fase tersebut juga akan membangun selera terhadap makanan dan mulai untuk menanggapinya.

Akan tetapi, Bunda juga harus peka dan memperhatikan perubahan yang dialami si kecil. Hal ini penting karena tidak semua bayi cenderung menyukai perubahan rasa atau rasa pedas pada ASI atau mungkin bisa sangat sensitif terhadapnya.

Nah, untuk mengetahui apakah bayi sensitif terhadap makanan pedas saat menyusui bisa dengan mengamati reaksinya. Beberapa reaksi yang mungkin terjadi pada si kecil akibat makanan pedas, dikutip dari Parenting Firstcry, di antaranya:

1. Alergi

Kemungkinan ini sangat jarang, namun alergi jenis ini bisa muncul sesekali pada bayi tertentu, Bunda. Biasanya terlihat dengan tanda dan ciri yang khas seperti ruam pada kulit.

Jika hal tersebut terjadi, cobalah untuk berhenti makan pedas terlebih dulu ya, Bunda. Jika ruamnya masih tetap ada, maka hal tersebut dikonfirmasi sebagai alergi.

2. Kolik

Kolik digambarkan dengan kondisi yang mempengaruhi perut dan menyebabkan banyak ketidaknyamanan pada bayi. Akibatnya, ia akan menangis dan sulit untuk ditenangkan.

Sering kali, hal ini terjadi pada bayi berusia di bawah lima bulan dan masih menyusui. Dan biasanya dapat dipicu oleh makanan pedas yang dikonsumsi oleh ibu yang menyusuinya.

Ilustrasi bayi nangisIlustrasi bayi kolik/ Foto: Thinkstock

3. Kembung

Pada bayi-bayi tertentu, mengonsumsi ASI yang memiliki rasa dari makanan pedas yang Bunda makan mungkin tidak cocok oleh sistem pencernaannya. Ini akan menghasilkan pembentukan gas di lambung dan usus, sehingga perut bayi menjadi sering kembung dan membuatnya rewel sepanjang waktu.

4. Peningkatan nafsu makan

Meskipun nafsu makan meningkat adalah hal yang baik untuk bayi, namun hal ini bisa menyebabkannya makan di luar kapasitas. Akibatnya, ia akan muntah dan menjadi rewel.

Tanda-tanda spesifik dapat membantu dalam memahami sensitivitas bayi terhadap makanan pedas. Sebagian besar dari ciri tersebut digambarkan dengan:

1. Menangis tak terkendali setelah minumĀ ASI
2. Diare yang konsisten
3. Siklus tidur menjadi tidak teratur
4. Tidak mau menyusu karena tidak menyukai rasa yang berbeda dari sebelumnya
5. Ruam dan gatal-gatal pada kulit bayi

Namun tanda-tanda tersebut tidak selalu menandakan respons terhadap makanan pedas ya Bunda. Itu juga bisa menjadi indikasi alergi terhadap beberapa makanan lain, seperti gandum, susu, jeruk atau jagung.

Jika bayi menunjukkan tanda-tanda tersebut saat menyusui, Bunda sebaiknya jangan mengonsumsi makanan tersebut selama seminggu. Setelah itu bisa mengenalkan kembali untuk mengamati perilaku bayi. Jika bayi kembali rewel, ada baiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter ya.

Bunda, simak juga cara cegah kehamilan bagi ibu menyusui dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi