sign up SIGN UP search


menyusui

Seberapa Banyak Kebutuhan Bayi Minum Susu Formula?

Annisa Afani Rabu, 02 Sep 2020 09:00 WIB
woman pouring milk in to bottles for new baby on wooden table caption
Jakarta -

Bayi baru lahir hingga enam bulan sebaiknya diberi air susu ibu (ASI) sebagai makanan dan sumber nutrisi utamanya jika memungkinkan. Namun karena alasan medis atau preferensi pribadi membuat bayi diberi susu formula.

American Academy of Pediatric (AAP) merekomendasikan pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan si kecil. Susu formula bisa diberikan bila ASI yang diproduksi Bunda tidak bisa memenuhi kebutuhan bayi, berat badan bayi kurang, ibu mengidap penyakit tertentu yang berbahaya jika menyusui dan bayi mengidap galaktosemia, yakni penyakit genetik yang membuat bayi tidak bisa mengubah glukosa di dalam darah sehingga akan terjadi penumpukan.

Dalam kondisi tersebut, menurut profesor pediatri umum dan kedokteran remaja di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Winconsin, Amy Lynn Stockhausen, MD mengatakan bahwa susu formula bisa diberikan untuk menggantikan ASI.


"Susu formula bayi yang diperkaya zat besi adalah alternatif teraman dan paling efektif untuk pengganti ASI," kata dia, dikutip dari Parents.

Berapa banyak susu formula yang dibutuhkan bayi baru lahir?

Setiap bayi membutuhkan jumlah susu formula yang berbeda tergantung pada nafsu makan, usia, dan berat badannya, Bunda. "Bayi membutuhkan 74 mililiter (ml) susu formula setiap hari untuk setiap kilogram (kg) berat badan," ujar Amy Lynn Stockhausen.

Dikutip dari Very Well Family, Bunda bisa mengukur kebutuhan susu formula bayi berdasarkan:

1. Berat badan

Sebagian besar bayi akan kenyang dengan 88-118 ml susu formula di bulan pertama kehidupannya. Jumlah tersebut bisa Bunda tingkatkan sebanyak 29 ml untuk setiap bulannya.

Selain itu, AAP pun menjelaskan bahwa setiap hari bayi harus mengonsumsi rata-rata sekitar 7,3 ml susu formula. Jumlah tersebut diakumulasikan setiap 0,5 kilogram (kg) berat badannya.

Sebagai contoh, jika berat bayi 5,4 kg, kemungkinan kebutuhannya bisa 887 ml susu formula dalam waktu 24 jam. Untuk menentukan berapa ml per botol, Bunda bisa membaginya berdasarkan berapa jumlah periode menyusunya dalam satu hari penuh.

Dengan begitu, jika bayi dengan berat 5,4 kg, dia akan membutuhkan 887 ml sehari dengan 6 kali periode menyusu. Maka setiap botol susunya membutuhkan sekitar 148 ml formula.

2. Usia

Untuk menghitung berdasarkan usia, Bunda bisa memperkirakan kebutuhan susu formulanya sebagai berikut:

  • Bayi baru lahir: 59-88 ml dalam sekali menyusu
  • Satu bulan: 118 ml dalam sekali menyusu
  • Dua bulan: 118 ml-147 ml dalam sekali menyusu
  • Empat bulan: 118 ml-177 ml dalam sekali menyusu
  • Enam bulan: 177 ml-236 ml dalam sekali menyusu
Affectionate mother feeding bottle to her babyBayi menyusu formula/ Foto: iStock

Tanda bayi lapar

Perhitungan di atas hanya perkiraan kasar ya untuk memberikan susu formula kepada si kecil ya, Bunda. Itu karena setiap bayi berbeda-beda dan nafsu makannya juga bisa bervariasi dari hari ke hari. Terpenting, Bunda harus memperhatikan isyarat lapar dari bayi.

"Jika bayi lahir cukup bulan dengan berat badan yang sehat, yang terbaik adalah berlatih 'sesuai isyarat' atau pemberian makan responsif. Mempelajari sinyal lapar dapat membantu orang tua menyadari dan memahami kebutuhan bayinya," ucap Amy Lynn Stockhausen.

Berikut ini beberapa tanda bayi lapar:

  • Mengarahkan tangan ke mulut atau memasukkan tangannya ke dalam mulut
  • Menoleh ke arah mana pun yang menyentuh pipinya
  • Membuka mulutnya saat dagu atau bibirnya disentuh
  • Menepuk bibir, membuat suara isapan atau menjilat bibir
  • Mengisap jari atau mengepalkan tangan
  • Menangis atau rewel

Jika Bunda kurang memberikan susu formula kepada bayi, maka bayi akan menangis terus-menerus, produksi urine menurun, kulit terlihat berkerut, atap kulit kering, dan tidur meningkat serta kotorannya keras atau kering yang menandakan tidak cukup terhidrasi.

Bayi kekenyangan

Sementara jika bayi sudah cukup susu atau kekenyangan susu formula, mereka akan memberikan beberapa tanda, seperti:

1. Gelisah atau mudah terganggu saat disusui
2. Membiarkan susu formula mengalir keluar dari mulutnya
4. Memalingkan diri dari botol

"Jika bayi meludah dalam jumlah sedang hingga banyak setelah makan, atau jika tampak sakit perut, artinya mungkin bayi sudah menyusu terlalu banyak," ujarnya.

Jika hal tersebut terjadi, Bunda bisa mengurangi porsi menyusunya sekitar 30 ml. Namun bila cara tersebut tidak berhasil, atau jika bayi jadi sering muntah dan sakit perut yang parah, maka segera tanyakan kepada dokter agar mendapat perawatan yang tepat.

Perlu untuk diketahui bahwa bayi yang baru lahir tidak perlu menghabiskan semua susu formula di botolnya. Biarkan saja si kecil memutuskan sendiri asupan formulanya.

"Selama bayi tumbuh dan bertambah berat badannya, tampak senang, dan tidak terlalu banyak meludah, maka dia menyusu dalam jumlah yang tepat untuknya," kata Amy Lynn Stockhausen.

Bunda, simak juga cara membersihkan lidah putih pada bayi dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi