sign up SIGN UP search


menyusui

5 Warna ASI yang Umum Ditemui dan Penyebabnya

Asri Ediyati Kamis, 08 Oct 2020 18:17 WIB
Manual breast pump and bottle with breast milk on the background of mother holding in her hands and breastfeeding baby. Maternity and baby care. caption
Jakarta -

Seperti yang ibu menyusui ketahui, warna ASI biasanya kuning, putih, bening, krem, cokelat, atau kebiruan. Namun, mungkin Bunda akan terkejut menemukan bahwa ASI bisa berwarna lain juga. Ada yang warna hijau, merah, bahkan kehitaman.

Akan tetapi, menurut Donna Murray, RN, BSN, Bunda tak perlu khawatir. Warna ASI yang berwarna-warni tadi akan berubah seperti semula seiring waktu.

"Tapi, itu juga bisa berubah selama sehari atau bahkan dalam pemberian makan yang sama," kata Murray, dikutip dari Very Well Family.


Mungkin Bunda bertanya-tanya apa warna ASI yang seharusnya dan apa yang normal? Berikut yang perlu Bunda ketahui tentang warna ASI dan penyebabnya:

1. ASI bening atau kebiruan

ASI yang bening atau kebiruan disebabkan oleh kandungan lemak yang sedikit lebih rendah, sementara kandungan air lebih tinggi. "Sehingga seringkali tampak lebih biru atau putih pucat," konsultan laktasi Rebecca Costello dari In the Flow Lactation, dikutip Romper.

Bunda tidak perlu khawatir apakah ASI yang berwarna bening atau kebiruan ini baik atau tidak. Jelas, semua ASI itu baik dan menurut Costello, ASI dengan warna ini masih sangat sehat dikonsumsi.

2. ASI berwarna hijau

Mungkin Bunda pernah memiliki ASI berwarna hijau. Penyebabnya, tak lain karena makanan yang Bunda asup selama menyusui. Namun, warna hanyalah warna, tidak berefek apapun pada kandungan gizi ASI.

"Makanan apa pun yang diwarnai atau dibumbui dengan kuat berpotensi memengaruhi penampilan atau rasa susu Anda. Sekali lagi, perubahan ini tidak berarti ada yang buruk atau berbahaya tentang susu Anda," kata Costello.

Sementara, menurut konsultan laktasi Leigh Anne O'Connor, penyebab ASI berwarna hijau adalah beberapa vitamin nabati dan sayuran berdaun hijau.

3. ASI berwarna oranye atau kuning

Warna oranye atau kuning pada ASI Bunda sebenarnya tidak menunjukkan masalah. Lagi-lagi soal makanan, penyebab paling umum ASI berwarna oranye adalah makanan yang tinggi beta karoten seperti wortel, ubi, dan labu. Demikian pula, ASI kolostrum dan ASI beku yang tampak berwarna kuning.

4. ASI berwarna cokelat atau merah karat

Warna ASI cokelat atau merah karat bisa menjadi tanda bahwa ada darah di saluran ASI. Ketika ASI terlihat seperti air kotor dari pipa berkarat tua, itu disebut sindrom pipa berkarat atau rusty pipe syndrome.

Darah juga bisa masuk ke ASI jika puting Bunda pecah-pecah. Kalau seperti ini, jangan panik, Bunda tidak harus membuang ASI atau berhenti menyusui. Sedikit darah di ASI tidak akan membahayakan anak.

Dalam kebanyakan kasus, pendarahan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Jika tidak, dan Bunda terus melihat darah di ASI setelah seminggu, segera tanyakan kepada dokter.

5. ASI berwarna kehitaman

Produksi ASI berwarna kehitaman terkait dengan antibiotik Minocin (minocycline). Minocin juga menyebabkan kulit menjadi gelap.

Penggunaan antibiotik Minocin sebenarnya tidak dianjurkan saat Bunda menyusui. Itulah mengapa sangat penting bagi Bunda untuk selalu memberi tahu dokter bahwa Bunda sedang menyusui sebelum minum obat apa pun.

Simak juga cara mencegah kehamilan bagi ibu menyusui:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi