sign up SIGN UP search


menyusui

5 Tips Mencegah Payudara Bengkak pada Busui, Kompres Dingin hingga Rebahan

Asri Ediyati Senin, 05 Oct 2020 16:27 WIB
Ilustrasi ASI caption
Jakarta -

Payudara bengkak disebut-sebut sebagai salah satu masalah yang paling dihindari ibu menyusui. Namun sayanganya, hampir sebagian besar ibu menyusui justru pernah mengalaminya. Kalau ditanya rasanya, duh, sakitnya minta ampun. Bahkan bisa bikin badan meriang hingga gemetaran.

Padahal Bunda pastinya ingin menyusui dengan lancar tanpa ada masalah. Sedangkan saat payudara bengkak, proses menyusui si kecil pun akan terganggu.

Payudara bengkak atau dikenal dengan istilah engorgement, terjadi ketika jaringan payudara terisi penuh dengan ASI, darah, dan cairan lain. Hal ini menyebabkan payudara terasa sangat penuh, menjadi keras dan nyeri, dan puting tampak rata dan kencang.


Dilansir Pregnancy, Birth & Baby, payudara bengkak biasanya terjadi jika bayi tidak menyusu dengan benar, sehingga ASI menumpuk di payudara Bunda. Pembengkakan payudara juga dapat terjadi kapan saja Bunda menyusui, terutama saat pola makan bayi Anda berubah dan menyusu lebih sedikit dari biasanya.

Meski bersifat sementara, payudara bengkak tidak boleh dibiarkan. Menurut konsultan laktasi, Kelly Bonyata, BS, IBCLC, apabila dibiarkan maka bisa menghambat saluran ASI, dan parahnya bisa menjadi mastitis.

Nah, kalau belum terjadi, bagaimana cara mencegah payudara bengkak? Berikut tips yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Menyusui atau pompa secara teratur

Tubuh Bunda memproduksi ASI secara teratur, terlepas dari jadwal menyusui. Susui bayi setidaknya setiap satu hingga tiga jam. Pompa jika bayi tidak lapar atau Bunda sedang di luar rumah.

"Menyusui lebih awal dan sering, setidaknya 10 kali per 24 jam. Jangan melewatkan menyusui (bahkan di malam hari). Lalu, menyusuilah sesuai isyarat bayi. Jika bayi sangat mengantuk, bangunkan bayi untuk menyusu setiap 2-3 jam, biarkan satu kali sesi menyusui lebih lama 4-5 jam di malam hari," kata Bonyata, dikutip dari Kelly Mom.

2. Gunakan kompres es untuk mengurangi suplai

Selain mendinginkan dan menenangkan jaringan payudara yang meradang, kompres dingin dapat membantu mengurangi suplai ASI. Itu karena kompres dingin mematikan sinyal 'keluarkan' ASI dari payudara, yang memberi tahu tubuh untuk menghasilkan lebih banyak ASI.

Selain dengan es, Bunda bisa mencoba kubis dingin untuk dikompres ke payudara. Efeknya kurang lebih sama, bisa mematikan sinyal 'keluarkan' ASI dari payudara.

3. Sesekali memerah dengan tangan untuk meredakan aliran

Untuk mencegah payudara bengkak, keluarkan sedikit ASI untuk meredakan tekanan atau aliran. Bunda dapat memerah ASI dengan tangan atau memompa sedikit.

Namun, jangan memerah terlalu banyak. Ini bisa menjadi bumerang bagi Bunda, dan tubuh mungkin akhirnya mencoba memproduksi lebih banyak susu untuk menggantikan ASI yang baru saja dikeluarkan.

4. Menyapih perlahan dan bertahap

Jika Bunda sedang tahap menyapih anak, menyapihlah dengan perlahan dan bertahap. Jika Bunda terlalu cepat berhenti menyusui, rencana menyapih juga bisa menjadi bumerang.

Bunda bisa mendapatkan produksi ASI yang berlebih. Sementara, menyapih anak secara perlahan membuat tubuh dapat menyesuaikan dengan kebutuhan yang menurun (prinsip supply and demand).

5. Sering rebahan

Jangan salah, sering rebahan bisa bermanfaat bagi ibu menyusui. Rebahan atau tidur telentang membuat ASI melawan gravitasi sehingga produksi ASI setidaknya bisa sedikit lambat.

Jika Bunda bisa melakukannya, cobalah posisi menyusui yang juga melawan gravitasi agar ASI tidak mengalir deras dan anak dengan nyaman menyusui tanpa takut tersedak. Keduanya ini memiliki efek domino pada payudara Bunda, yang akan menyebabkan bengkak.

Coba salah satu tips meredakan payudara bengkak pada ibu menyusui di atas, yuk. Ceritakan pengalaman Bunda saat payudara bengkak di kolom komentar yuk!

Simak juga cara mencegah kehamilan bagi ibu menyusui:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi