sign up SIGN UP search


menyusui

Bun, 3 Kandungan ASI Ini Enggak Ada di Susu Formula Lho

Annisa Afani Rabu, 09 Dec 2020 15:14 WIB
Breast milk pump and baby lying on the white bed caption
Jakarta -

Air susu ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi. Karena itu, ibu yang baru melahirkan disarankan untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, kemudian bisa menambahkan makanan pendamping ASI (MPASI) hingga si kecil berusia 2 tahun.

Kandungan dalam ASI yang membuatnya menjadi pilihan sangat tepat untuk makanan bayi. ASI diproduksi oleh tubuh wanita memang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi buah hati, Bunda.

ASI menyediakan semua yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. ASI terdiri dari ratusan molekul bioaktif yang berbeda, yang membedakannya dengan kandungan yang dimiliki susu formula.


"Perbedaan terbesar antara ASI dan susu formula adalah komposisinya. Susu formula mencoba meniru semua nutrisi dalam ASI," kata Lydia Yeager, perawat anak bersertifikat di Ryan Health, dikutip dari Romper.

Meski demikian, susu formula merupakan alternatif yang aman pada sebagian ibu yang tidak bisa menyusui ASI karena berbagai alasan.

Kandungan ASI

ASI mengandung dua komponen, yakni makronutrien dan mikronutrien. Mengutip berbagai sumber, berikut kandungan ASI:

1. Makronutrien

Kandungan makronutrien dalam ASI yang berperan dalam memberikan kintribusi pada tumbuh kembang bayi, yakni:

  • Air

Mengutip laman Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), ASI mengandung 87,5 persen air, sehingga bayi yang mendapat cukup ASI tidak perlu mendapat tambahan air meski berada di tempat dengan suhu panas, Bunda. ASI memiliki kekentalan yang cocok untuk saluran pencernaan bayi, sedangkan susu formula lebih kental dari ASI, sehingga bisa menyebabkan bayi diare jika mendapat susu formula.

  • Karbohidrat

Laktosa merupakan karbohidrat utama dalam ASI, yang berfungsi sebagai salah satu sumber energi untuk otak. Kadar laktosa dalam ASI dua kali lipat dibanding dalam susu formula atau susu sapi.

  • Karbohidrat lain yang ditemukan dalam ASI seperti oligosakarida mendukung bakteri sehat di usus bayi. Bakteri ini melindungi usus bayi dan membantu melawan penyakit, seperti diare pada bayi.

    Lipid (lemak)

Lipid mungkin hanya membentuk sekitar 4 persen dari ASI, tetapi menyediakan lebih dari setengah kalori yang diterima bayi. Lipid merupakan sumber energi, kolesterol, dan asam lemak esensial seperti DHA.

"Nutrisi ini diperlukan untuk perkembangan otak, sistem saraf, dan penglihatan bayi," kata perawat bersertifikat, Donna Murray, dikutip dari Very Well Family.

Kandungan lemak berkalori tinggi dalam ASI juga membantu kenaikan berat badan bayi yang sehat. Kadar lemak dalam ASI juga lebih tinggi dari susu formula.

  • Protein

Protein membangun, memperkuat, dan memperbaiki jaringan tubuh. Protein dibutuhkan untuk membuat hormon, enzim, dan antibodi.

laktoferin adalah sejenis protein dalam ASI yang berfungsi memindahkan zat besi ke seluruh tubuh bayi. Ini juga membantu melindungi usus bayi dari infeksi.

2. Mikronutrien

Kandungan mikronutrien ASI adalah vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk mendukung bayi.

  • Vitamin

ASI mengandung vitamin A, D, E, K, serta vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin B, C, dan asam folat. Vitamin mendukung kesehatan tulang, mata, dan kulit. Berbagai macam vitamin ini juga berfungsi mencegah penyakit malnutrisi, seperti kudis dan rakhitis.

  • Mineral

Seperti vitamin, ASI juga kaya dengan kandungan mineral yang dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh sehat dan kuat. Beberapa mineral dalam ASI, di antaranya zat besi, seng, kalsium, natrium, klorida, magnesium, dan selenium.

Mineral ini berfungsi membangun tulang yang kuat, menghasilkan sel darah merah, dan meningkatkan fungsi otot dan saraf yang tepat.

Kandungan ASI yang tidak ada dalam susu formula

Bunda, ada beberapa kandungan ASI yang tidak ditemukan dalam susu formula. Zat unik atau komponen bioaktif ini langsung diturunkan dari ibunya. Berikut ini kandungan tersebut:

  • Imunoglobulin (antibodi)

Imunoglobulin adalah antibodi yang berfungsi melawan penyakit. Karena zat kekebalan alami ini, ASI bisa dianggap sebagai vaksin pertama bayi, Bunda.

Antibodi utama dalam ASI adalah Secretory Immunoglobulin A (IgA). IgA melapisi paru-paru dan usus bayi, menyegelnya untuk mencegah kuman masuk ke tubuh dan aliran darah.

  • Hormon

Hormon memiliki banyak tugas dalam tubuh manusia, seperti memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, metabolisme, stres dan respons nyeri, serta regulasi tekanan darah. Hormon yang terlibat dalam produksi ASI, termasuk prolaktin, tiroid, dan faktor pertumbuhan.

Sementara itu, para ilmuwan masih meneliti hormon mana yang ditransfer ke dalam ASI seperti leptin untuk mempelajari lebih lanjut tentang pengaruhnya terhadap kesehatan bayi.

  • Enzim

Banyak enzim dalam ASI dengan fungsi yang belum diketahui. Dan meski mungkin tidak sepenuhnya memahami apa fungsi semua enzim tersebut, namun kemungkinan besar memiliki peran yang baik dalam perkembangan bayi lho, Bunda.

Manfaat ASI

Dengan segala kandungannya tersebut, ASI memberikan banyak manfaat untuk bayi. Tidak hanya untuk bayi, tapi juga untuk Bunda. Berikut manfaat hebat dari ASI, dikutip dari Kids Health:

1. Melawan infeksi dan penyakit

Bayi yang diberi ASI lebih sedikit mengalami infeksi dan sakit dibandingkan yang diberi susu formula, Selama menyusui, antibodi dan faktor pembasmi kuman lainnya diturunkan dari ibu ke bayi dan memperkuat sistem kekebalan tubuhnya.

"ASI tidak hanya merupakan sumber nutrisi dan hidrasi yang lengkap, tetapi juga membantu melindungi bayi agar tidak sakit melalui antibodi yang dikeluarkan dari ASI," kata Murray.

ASI bisa melindungi bayi terhindar dari infeksi telinga, diare, infeksi saluran pernapasan, dan meningitis. Selain itu, melindungi bayi dari alergi, asma, diabetes, kegemukan, sindrom kematian mendadak (SIDS), dan sangat bermanfaat untuk bayi prematur.

2. Sumber nutrisi dan memudahkan pencernaan

ASI sering disebut sebagai makanan sempurna untuk sistem penceranaan bayi. Kandungan ASI seperti laktosa dan protein, serta lemak mudah dicerna oleh bayi yang baru lahir.

Bayi yang diberi ASI memiliki sedikit kesulitan pencernaan dibanding yang diberi susu formula. ASI cenderung lebih mudah dicerna, sehingga sedikit bayi yang disusui ASI mengalami diare atau sembelit.

3. Hemat dan mudah

ASI tidak memerlukan biaya untuk mendapatkannya seperti halnya susu formula. Selain itu, bayi yang disusui ASI juga jarang sakit, sehingga tidak perlu pergi ke dokter. Selain itu, ibu yang menyusui langsung dari payudara juga tidak perlu repot-repot mencuci botol susu atau pergi untuk membeli susu.

4. Bayi lebih pintar

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusif memiliki IQ sedikit lebih tinggi dibanding yang diberi susu formula.

5. Bonding dengan ibu

Kontak skin to skin antara bayi dan ibu ketika menyusui akan meningkatkan bonding atau hubungan emosional yang erat dengan buah hatinya.

6. Manfaat untuk ibu

Menyusui bayi membantu ibu lebih percaya diri untuk merawat buah hatinya. Selain itu, menyusui juga membakar kalori dan membantu mengecilkan rahim, sehingga ibu menyusui bisa kembali ke bentuk dan berat badan sebelum hamil dengan lebih cepat.

Penelitian juga menunjukkan bahwa menyusui membantu menurunkan risiko kanker payudara, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Di samping itu, juga menurunkan risiko penyakit kanker rahim dan ovarium.

Bunda, simak juga yuk tips memperbanyak ASI saat menstruasi dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi