sign up SIGN UP search


menyusui

Kunci Keberhasilan Ibu Menyusui Beri ASI Eksklusif 6 Bulan

Dwi Indah Nurcahyani Jumat, 19 Feb 2021 18:08 WIB
TIPS SUKSES ASI EKSKLUSIF 6 BULAN
Mother breastfeeding her baby boy in arms, sitting on bed. caption

Bunda hanya perlu menerapkan manajemen laktasi agar proses menyusui berjalan lancar. Salah satunya dengan mempersiapkan fase menyusui dengan baik sejak awal kehamilan. Di antaranya dengan mempersiapkan payudara yang optimal untuk menghadapi masa menyusui setelah melahirkan, seperti dikutip dari laman Pedsinreview.

Tak kalah penting, Bunda juga perlu memikirkan bagaimana pemberian ASI agar berjalan optimal. Seringkali, para ibu baru berpikir apakah ASI yang diberikannya cukup atau tidak untuk bayinya. Namun, perlu Bunda ketahui bahwa untuk bayi yang sehat, tidak diperlukan adanya tambahan cairan, makanan, atau vitamin yang diperlukan selama 6 bulan pertama menyusui.

Bayi yang disusui pun tidak perlu diberikan susu botol dan bahkan bayi dapat meminum ASI dari cangkir dalam waktu sekira 6 bulan, ketikan cairan lain mulai diberikan.


Kemudian, hal lain yang perlu Bunda ketahui untuk menyukseskan proses menyusui dalam manajemen laktasi yakni seberapa sering dan berapa lama proses menyusui harus berlangsung.

Terkait hal ini, biasanya setelah melahirkan ibu dan bayi akan terjaga selama 1 sampai 2 jam dan kemudian mengantuk. Di rumah sakit, bayi cukup bulan sering menunjukkan sedikit minat untuk menyusu selama 24 hingga 48 jam ke depan.

Begitu bayi menjadi lebih terjaga, pemberian ASI cenderung sangat sering yakni 8 hingga lebih dari 12 kali per 24 jam di siang dan juga malam hari. Penting sekali pada tahap awal ini agar Bunda memastikan si kecil memiliki teknik latch on atau pelekatan yang baik guna mencegah berbagai permasalahan menyusui seperti puting nyeri, pembengkakan, dan lainnya.

Ya, menyusui memang merupakan proses yang cukup kompleks. Bunda pun dituntut untuk mengetahui berbagai hal termasuk anatomi payudara dan bagaimana payudara menghasilkan ASI di mana hal ini sangat membantu para ibu mengerti proses kerja menyusui dan pada akhirnya dapat menyusui secara eksklusif, seperti dikutip dari laman IDAI.

Sebagai tambahan, Bunda pun dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Upayakan melakukan IMD setelah melahirkan. Biarkan bayi menyusu sesegera mungkin setelah bayi lahir dalam 1 jam pertama karena bayi baru lahir sangat aktif dan tanggap dalam 1 jam pertama. Setelah itu, bayi akan mengantuk dan tertidur. Bayi juga memiliki refleks menghisap sangat kuat pada saat itu.

Proses menyusui sendiri akan dimulai segera setelah bayi lahir dengan membiarkan bayi diletakkan di dada ibu sehingga terjadi kontak kulit ke kulit. Bayi akan mulai merangkak untuk mencari puting ibu dan menghisapnya. Kontak kulit dengan kulit ini akan merangsang aliran ASI, membantu ikatan batin ibu dan bayi serta perkembangan bayi.

2. Yakinkan diri bahwa hanya ASI makanan pertama dan satu-satunya bagi bagi Bunda. Tidak ada makanan atau cairan lain yang diberikan karena akan menghambat keberhasilan proses menyusui. Ini adalah kunci penting untuk sukses menyusui.

3. Susui bayi sesuai kebutuhannya sampai puas. Bila bayi puas, maka ia akan melepaskan puting dengan sendirinya.

4. Untuk awal, Bunda bisa jadwalkan sesi pumping untuk memancing produksi ASI.

Semoga membantu ya, Bunda. Selamat meng-ASI-hi!

(fia/fia)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi