MENYUSUI
Jangan Buru-Buru Kasih Sufor, Bunda! Ini 5 Cara agar Produksi ASI Melimpah
Melly Febrida | HaiBunda
Selasa, 30 Mar 2021 08:43 WIBBunda yang baru mulai menyusui umumnya khawatir kalau produksi Air Susu Ibu (ASI) tidak mencukupi buat bayi, sampai akhirnya memutuskan untuk memberi tambahan susu formula. Padahal dengan stimulasi yang tepat, Bunda bisa kok memiliki produksi susu melimpah.
Dikutip Health Line, Data dari Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan bahwa sekitar 75 persen dari para Bunda yang mulai menyusui bayinya, berhenti sebagian atau seluruhnya di beberapa bulan pertama.
"Salah satu alasan paling umum untuk ini adalah kekhawatiran tentang produksi ASI yang tidak mencukupi," kata Valinda Riggins Nwadike, MD, MPH, spesialis obstetri dan ginekologi.
Nwadike menyadari, bagi banyak wanita suplai ASI baik-baik saja. Namun, kalau Bunda memang ingin produksi "melimpah", ada beberapa cara untuk melakukannya.
"Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk meningkatkan suplai ASI bergantung pada seberapa rendah suplai Anda untuk memulai dan apa yang berkontribusi pada rendahnya produksi," kata Nwadike.
Menurutnya metode di bawah ini akan mulai berfungsi dalam beberapa hari:
1. Lebih sering menyusui
Nwadike menyarankan untuk sering menyusui dan biarkan bayi yang memutuskan kapan harus berhenti menyusu. "Saat bayi Anda menyusu pada payudara Anda, hormon yang memicu payudara Anda menghasilkan ASI dilepaskan. Itu adalah let-down reflex," katanya.
Let-down reflex itu terjadi ketika otot-otot di payudara berkontraksi dan mengeluarkan ASI melalui saluran, yang terjadi segera setelah bayi mulai menyusu. Semakin sering Bunda menyusui, semakin banyak ASI yang dihasilkan payudara.
Menyusui bayi baru itu sekitar 8 hingga 12 kali sehari untuk membantu membangun dan mempertahankan produksi ASI. Tetapi ini bukan berarti kalau Bunda lebih sering atau lebih jarang menyusui menunjukkan adanya masalah.
2. Pompa di antara waktu menyusui
Memompa di antara waktu menyusui juga dapat membantu Bunda meningkatkan produksi sehingga ASI melimpah. Menghangatkan payudara sebelum memompa dapat membantu membuat Bunda lebih nyaman dan juga lebih mudah memompa.
Bunda juga bisa coba memompa setiap kali selesai menyusui, bayi melewatkan menyusui, atau bayi ketika bayi meminum ASI perah.
3. Menyusui dari kedua sisi
Minta bayi menyusu dari kedua payudara setiap kali menyusui, Bunda. Biarkan bayi menyusu dari payudara pertama sampai dia melambat atau berhenti menyusu sebelum menawarkan payudara kedua. "Stimulasi saat kedua payudara disusui dapat membantu membuat produksi ASI melimpah. Memompa ASI dari kedua payudara secara bersamaan juga bisa meningkatkan produksi ASI dan menghasilkan kandungan lemak yang lebih tinggi pada ASI," jelas Nwadike.
4. Kue laktasi
Bunda bisa membelinya atau membuat cookies menyusui. Nwadike menyadari meskipun belum ada penelitian yang tersedia tentang cookie laktasi secara khusus, beberapa bahan telah dikaitkan dengan peningkatan ASI. Makanan dan herbal tersebut mengandung galaktagog, yang dapat meningkatkan produksi ASI. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian.
5. Makanan, jamu, dan suplemen lain
Ada makanan dan herbal lain yang dapat meningkatkan produksi ASI, menurut Canadian Breastfeeding Foundation. Beberapa, seperti fenugreek, telah ditemukan berpengaruh hanya dalam tujuh hari. "Selalu bicarakan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi suplemen baru, terutama saat menyusui. Bahkan pengobatan alami dapat menyebabkan efek samping," tegas Nwadike.
Bunda coba deh, bikin smoothies ini di rumah. Selain enak, bisa jadi ASI Booster juga, lho! Yuk tonton videonya.
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bila ASI Rendah Zat Besi, Apakah Busui Perlu Konsumsi Suplemen?
Jangan Berlebihan ya, Ketahui Risiko bila Busui Terlalu Banyak Melahap Durian
Adakah Makanan Ibu Menyusui yang Tak Disukai Bayi dan Membuatnya Rewel?
6 Cara agar Produksi ASI Stabil, Nomor Satu yaitu Rajin Menyusui
TERPOPULER
Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?
Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?
Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker
Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?
4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Stainless Steel SUS 430 Terbaik, Diklaim Jauh Lebih Awet & Kuat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Merek Bantal Anti Peyang, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil!
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kartu Ucapan Kelahiran Aesthetic untuk Bayi Perempuan & Laki-laki
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kasur Lantai Lipat Terbaik, Ada yang Orthopedic
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Cuaca Panas Bikin Rambut Cepat Lepek? Ini 7 Produk Perawatan Rambut yang Wajib Dicoba
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa
Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?
5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan
Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?
Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Ide Bekal Praktis Biar Nggak Itu-Itu Aja, Ini 3 Makaroni Keju Instan Andalan
-
Beautynesia
7 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kulit Wajah Breakout
-
Female Daily
JULY Resmi Hadir di Indonesia, Buka Pop-Up Store Pertama di Plaza Indonesia!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Sinopsis 10 Minutes Gone di Bioskop Trans TV Hari Ini
-
Mommies Daily
9 Tempat Makan dengan Pemandangan Cantik di Jabodetabek untuk Quality Time Keluarga