sign up SIGN UP search

menyusui

Mona Ratuliu Jadi Ibu Susu Keponakan, Ini Syarat Jadi Pendonor ASI Keluarga

Annisa Karnesyia Sabtu, 04 Sep 2021 21:21 WIB
DONOR ASI DALAM ISLAM
Keponakan Mona Ratuliu caption

Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Nia Umar S.Sos, MPH, IBCLC, mengatakan bahwa donor ASI sifatnya sementara. Bagi ibu meninggal usai melahirkan, donor ASI akan sulit diberikan dalam jangka waktu lama. Dalam kondisi ini, Nia menyarankan agar anak mendapatkan donor ASI dari keluarga yang sudah diketahui identitas dan kondisi kesehatannya.

"Cari keluarga dekat atau yang dikenal, mungkin dia bersedia jadi ibu persusuan," kata Nia, dalam Konferensi Pers Perayaan Kampanye Pekan Menyusui Sedunia (PMD), beberapa waktu lalu.

Dalam Islam, donor ASI diperbolehkan ya, Bunda. Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 28 Tahun 2013 Seputar Masalah Donor Air Susu Ibu (Istirdla'), anak boleh menerima ASI dari Bunda yang bukan ibu kandungnya, sepanjang memenuhi ketentuan syar'i.


Donor ASI dalam Islam juga mengenal istilah mahram, yakni haram terjadi pernikahan karena menjadi saudara persusuan. Pemberian ASI yang berlaku hukum persusuan adalah masuknya ASI ke dalam perut seorang anak di usia 0 sampai 2 tahun, dengan cara menyusui langsung atau ASI perah.

Menjadi ibu susu atau mencari donor ASI tidak boleh sembarangan ya. Ada syarat yang harus dipenuhi lho. Simak penjelasan lengkap di halaman berikutnya.

SYARAT DONOR ASI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!