sign up SIGN UP search


menyusui

6 Zat Gizi Penting pada Ibu untuk Maksimalkan Perkembangan Otak Anak

Nadiyah S.Gz, M.Si, C.Ht, CSRS   |   Haibunda Selasa, 19 Jul 2022 15:05 WIB
Ilustrasi gizi ibu menyusui untuk kecerdasan anak caption
Jakarta -

Para orang tua tentu ingin buah hatinya tumbuh menjadi anak cerdas. Berbagai cara diupayakan untuk mengoptimalkan nutrisi anak, bahkan sejak masa kehamilan.

Ini menjadi satu langkah tepat karena perkembangan saraf janin tergantung pada lingkungan gizi di rahim ibu. Janin yang berkembang dalam lingkungan gizi yang tidak memadai, akan melakukan adaptasi melalui sistem metabolisme untuk mengimbangi kebutuhannya.

Adaptasi ini dikenal dengan istilah fetal programming, Bunda. Proses inilah yang akan sangat menentukan perkembangan dan kesehatannya hingga dewasa.


Kebutuhan gizi yang dipenuhi sejak awal, akan secara efektif mempersiapkan perkembangan dan kesehatan janin dan bayi yang akan lahir. Setelah lahir, otak akan berkembang sangat cepat.

Nah, kecukupan gizi yang diperoleh janin sejak di kandungan Bunda serta di tahun pertama kehidupan setelah lahir, memegang kunci penting dari perkembangan komponen saraf untuk kognisi sepanjang hidup.

Dampak kekurangan zat gizi bagi janin

Dampak dari kekurangan zat gizi bergantung pada kapan terjadinya kekurangan zat gizi, seberapa besar dosis kekurangannya serta durasi/lamanya kekurangan zat gizi, dan juga kekurangan zat gizi terjadi pada titik/fase mana dalam perkembangan.

Mengenal periode sensitif penyebab gangguan perkembangan

Periode sensitif adalah periode ketika kekurangan gizi menyebabkan masalah perkembangan, yaitu periode sejak terjadinya pembuahan hingga periode menyusui.

Gizi ibu sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan fungsi otak yang sangat berhubungan dengan kecerdasan anak nantinya, baik sejak sebelum terjadi pembuahan, ataupun saat kehamilan dan saat menyusui.

6 zat gizi penting ibu hamil dan menyusui yang pengaruhi perkembangan otak anak

Ada enam zat gizi penting bagi ibu yang berpengaruh pada perkembangan otak anak, yaitu folat, iodium, zat besi, vitamin D, kolin, dan DHA (asam dokosaheksaenoat). Berikut ulasan selangkapnya

1. Folat

Wanita usia subur yang aktif secara seksual harus memperhatikan kondisi gizinya. Hal ini penting, mengingat banyak Bunda yang tidak menyadari beberapa minggu awal kehamilannya.

Padahal zigot tumbuh dengan luar biasa pada beberapa minggu pertama kehamilan. Gizi yang tepat akan memberikan dukungan optimal dalam pembelahan sel yang cepat.

Asam Folat untuk program hamilAsam Folat untuk program hamil/ Foto: Mia Kurnia Sari

Manfaat folat untuk janin

Folat merupakan zat gizi pertama yang penting pada minggu-minggu pertama kehidupan zigot, cikal bakal janin. Mengonsumsi suplementasi dengan multivitamin yang mengandung asam folat, mulai 28 hari sebelum terjadinya pembuahan dapat menghindari terjadinya cacat tabung saraf/neural tube defect pada anak yang dilahirkan.

Kebutuhan folat pada ibu hamil bertambah 200 mcg dan pada ibu menyusui bertambah 100 mcg setiap harinya. Sehingga total kebutuhan folat ibu hamil 600 mcg dan ibu menyusui adalah 500 mcg per hari.

Di samping perlu tambahan suplemen, folat juga dapat diperoleh dari sayuran hijau seperti bayam, brokoli, buah-buahan seperti jeruk, pisang, tomat, kacang-kacangan, unggas, telur, dan makanan yang difortifikasi dengan folat.

2. Iodium

Selain folat, iodium sangat penting dan digunakan dalam produksi hormon tiroid. Selama kehamilan, kebutuhan iodium meningkat karena ada peningkatan kebutuhan tiroid. Jika wanita mengalami defisiensi berat kekurangan iodium dalam beberapa hari atau minggu pertama kehamilan, dapat berdampak pada kretinisme pada anak.

Tanda kretinisme

Kretinisme ditandai dengan defisiensi mental, bisu tuli, dan spasme (kejang otot) pada lengan dan kaki. Beratnya masalah tergantung pada tingkat keparahan defisiensi.

Penyebab kretinisme

Kretinisme disebabkan oleh ketidakmampuan ibu untuk memproduksi hormon tiroid yang cukup, dalam beberapa minggu pertama kehamilan. Hormon tiroid penting dalam pembentukan saraf.

Manfaat iodium untuk ibu hamil dan menyusui

Penelitian menunjukkan asupan iodium yang cukup pada trimester pertama kehamilan, berdampak positif pada IQ anak. Kebanyakan wanita tidak menyadari kehamilannya pada beberapa minggu pertama, maka kecukupan iodium sangat penting diperhatikan sejak sebelum pembuahan/bertemunya sel telur dan sperma.

Kebutuhan iodium ketika hamil bertambah 70 mcg dan meningkat dua kali lipat menjadi 140 mcg ketika menyusui. Jadi total kebutuhan iodium ibu hamil adalah 220 mcg dan ibu menyusui 290 mcg per hari. Iodium dapat diperoleh dari rumput laut, seafood, kacang-kacangan, dan garam beriodium.

3. Vitamin D

Vitamin D memiliki peran dalam ukuran otak, proliferasi sel (pengulangan siklus sel), dan aktivitas pensinyalan pada faktor pertumbuhan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D pada ibu hamil berdampak pada otak janin yang sedang berkembang.

vitamin dvitamin D untuk kecerdasan anak/ Foto: shutterstock

Bahaya ibu hamil kekurangan vitamin D

Ibu yang kekurangan vitamin D saat hamil, melahirkan anak yang berisiko lebih tinggi terkena skizofrenia. Janin tergantung sepenuhnya pada ketersediaan vitamin D dari ibu. Bila ibu kekurangan, janin pun kekurangan.

Status vitamin D yang lebih rendah saat kehamilan, berisiko lebih tinggi terhadap berkembangnya hiperaktivitas atau attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) pada anak.

Sumber vitamin D untuk ibu hamil

Kebutuhan vitamin D ibu sebesar 15 mcg setiap harinya. Vitamin D dapat diperoleh dari paparan sinar ultraviolet matahari pagi pada kulit, ikan berlemak tinggi, jamur, kuning telur, susu dan produk turunannya seperti keju dan yogurt.

Pada ibu dengan kelebihan berat badan, proses konversi vitamin D menjadi bentuk aktif dalam tubuh dapat terganggu sehingga umumnya memiliki kadar vitamin D aktif yang lebih rendah.

4. Zat Besi

Kekurangan zat besi merupakan masalah gizi mikro nomor satu di dunia. Kekurangan zat besi tidak mesti disertai dengan kondisi anemia.

Anemia merupakan tahap kekurangan besi paling berat, disertai dengan munculnya dampak klinis. Di Indonesia survei kekurangan zat besi jarang dilakukan dalam skala besar, namun Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan hampir 50 persen ibu hamil di Indonesia mengalami anemia.

Kekurangan zat besi sebelum lahir dan di masa bayi, dapat menyebabkan masalah saraf yang tidak dapat diperbaiki. Selain itu, kondisi hipertensi dan merokok selama kehamilan menyebabkan penurunan transportasi zat besi dari ibu ke janin, sehingga dapat menyebabkan kekurangan besi pada janin.

Manfaat zat besi untuk ibu hamil

Kecukupan zat besi pada janin penting untuk metabolisme energi saraf, perkembangan dendrit (percabangan saraf untuk menerima/menghantarkan rangsangan), sinapsis (celah penghubung antar sel saraf), sintesis neurotransmiter (senyawa pembawa sinyal), serta mielinisasi (pembentukan selubung saraf untuk mempercepat impuls saraf).

Risiko ibu hamil kekurangan zat besi

Waktu, dosis, dan lamanya defisiensi besi akan menentukan bagaimana dampaknya. Penelitian menunjukkan anak-anak dari ibu yang anemia dalam 30 minggu pertama kehamilan, memiliki gangguan spektrum autisme, ADHD, dan cacat intelektual yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak dari ibu yang tidak anemia ataupun ibu dengan anemia, namun terjadi setelah 30 minggu pertama kehamilan.

Dengan demikian, defisiensi zat besi di waktu yang lebih awal dan durasi yang lebih lama pada kehamilan dapat menyebabkan masalah gizi yang lebih parah. Kecerdasan kognitif anak dipengaruhi oleh status besinya ketika prenatal dan neonatal.

Perlu diingat untuk wanita yang sedang merencanakan kehamilan, perlu mengkonsumsi zat besi yang cukup agar memiliki simpanan zat besi untuk mendukung pertumbuhan saraf janin.

Risiko bayi kekurangan zat besi

Kekurangan zat besi selama masa bayi, menyebabkan kerusakan jaringan saraf dan fungsi neurotransmitter jangka panjang dan tidak dapat diperbaiki. Banyak penelitian menunjukkan bahwa sumber masalah kognitif kemungkinan besar disebabkan oleh anemia gizi besi yang terjadi pada masa bayi.

Pencegahan menjadi sangat penting dengan memberikan suplementasi besi. Kebutuhan zat besi ibu ketika hamil bertambah 9 mg, sehingga total kebutuhan harian zat besi menjadi 27 mg. Sumber zat besi yang paling efektif adalah daging merah, hati, ikan dan unggas.

5. DHA

DHA adalah asam lemak omega-3, merupakan bagian integral dari struktural dan fungsi sel saraf. Janin membutuhkan sejumlah besar DHA dari ibu dengan kebutuhan tertinggi pada trimester ketiga.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada kesimpulan yang jelas tentang efek suplementasi DHA , karena sangat bervariasinya hasil-hasil penelitian terkait hal tersebut. Namun, kecukupan asupan DHA dipastikan sangat penting selama hamil.

DHA terakumulasi di otak dan retina mata selama kehamilan dan beberapa tahun pertama kehidupan. DHA berperan penting untuk perkembangan saraf dan penglihatan.

Tingkat asupan DHA setiap negara berbeda-beda tergantung budaya makan ikan tiap negara. Kadar DHA dalam ASI bervariasi, tergantung asupan ibu dan proses konversi omega 3 menjadi DHA di dalam tubuh.

Omega, DHA, vitamin D, minyak ikan untuk kehamilan sehat dan membantu mengoptimalkan pertumbuhan otak janin.Omega, DHA, vitamin D, minyak ikan untuk kehamilan sehat dan membantu mengoptimalkan pertumbuhan otak janin./ Foto: Getty Images/iStockphoto/Nemer-T

Kebutuhan DHA ibu hamil dan menyusui

Kebutuhan DHA ibu hamil dan menyusui adalah 200-300 mg per hari. DHA diperoleh dengan cara mengkonversi makanan sumber omega-3 menjadi DHA dalam tubuh.

Sumber makanan penghasil DHA

DHA dapat diperoleh dari makanan sumber omega-3 di antaranya seperti ikan teri, ikan kembung, tiram, ikan salmon, makarel, kedelai, kacang-kacangan dan minyak kanola. Untuk konversi omega-3 menjadi DHA dalam tubuh, sumber makanan hewani lebih efektif dibandingkan sumber nabati.

6. Kolin

Penelitian mengenai efek ASI terhadap perkembangan otak dan fungsi kognitif, menunjukkan bahwa DHA dan kolin bekerja sama dalam mendukung memori dan proses belajar.

Manfaat kolin untuk bayi

Bayi yang ASI-nya mengandung kadar kolin dan DHA lebih tinggi, memiliki memori yang relatif lebih baik. DHA bergantung pada fosfatidilkolin (bentuk turunan kolin) untuk transportasi ke otak, sehingga keduanya dibutuhkan bersama untuk mendukung perkembangan struktur saraf.

Kebutuhan kolin ibu hamil dan menyusui

Kebutuhan kolin ibu hamil bertambah 25 mg sehingga total kebutuhan kolin harian ibu hamil 450 mg. Kebutuhan tambahan kolin ibu menyusui jauh lebih tinggi yaitu 125 mg sehingga total kebutuhan harian ibu adalah 550 mg. Sumber kolin diataranya kuning telur, hati, dada ayam, ikan, kedelai, susu, dan brokoli.

Semoga informasi mengenai kebutuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui ini membantu mengoptimalkan pertumbuhan otak dan kecerdasan anak ya, Bunda.

Simak juga penjelasan apakah kecerdasan anak menurun dari ibunya dalam video di bawah ini:

(rap/rap)
fase-anak
Anak Usia 0-6 Bulan Ketahui lebih jauh perkembangan anak 0-6 bulan. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!