menyusui

Ibu Menyusui Minum Teh Manis, Apakah Pengaruhi ASI dan Nutrisi Bayi?

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Selasa, 22 Aug 2023 14:10 WIB

Jakarta -

Menyusui sambil minum teh manis banyak dilakukan busui di luar sana. Lantas, saat ibu menyusui minum teh manis apakah pengaruhi ASI dan nutrisi bayi ya, Bunda?

Minum teh manis memang sangat menggoda dan kerap sulit menolaknya. Permasalahannya, banyak ibu menyusui yang galau saat hendak mengonsumsinya karena teh manis mangandung kafein. Kekhaatiran bahwa teh manis akan pengaruhi ASI dan nutrisi bayi pun muncul.

Ibu menyusui minum teh manis

Mengenai hal tersebut, sebenarnya minum teh manis atau minuman yang mengandung kafein saat menyusui terbilang aman ya, Bunda. Namun, para ahli merekomendasikan untuk membatasi asupan kafein hingga 300 miligram kafein per hari saat menyusui.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kafein memang memengaruhi beberapa bayi. ASI dapat mengandung sedikit zat. Jumlahnya bervariasi dari ibu ke ibu. Beberapa bayi juga lebih sensitif terhadapnya daripada yang lain.

Tanda-tanda bahwa asupan kafein Anda memengaruhi bayi meliputi:

1. Meningkatnya kerewelan dan lekas marah
2. Lebih banyak kesulitan untuk tidur atau tetap tertidur
3. Hiperaktif
4. Kegelisahan
5 Bayi yang lebih muda lebih sensitif terhadap kafein daripada yang lebih tua. Kafein juga bertahan dalam sistem bayi yang baru lahir lebih lama dari bayi yang lebih tua. Pada bayi usia 6 bulan, waktu paruh kafein sekitar 2,5 jam, tetapi untuk bayi baru lahir, waktu paruhnya hanya beberapa hari.

Selain itu, minum kafein dapat memengaruhi kualitas nutrisi ASI Bunda. Ibu yang minum tiga cangkir kopi per hari memiliki sekitar sepertiga lebih sedikit zat besi dalam ASI daripada ibu yang tidak minum kopi. Menghindari kafein dapat meningkatkan kandungan zat besi ASI.

Jika Bunda curiga konsumsi kafein membuat Si Kecil terjaga lebih lama, para ahli memiliki beberapa rekomendasi:

1. Beri makan bayi sebelum Bunda mengonsumsi kafein. Kemudian, tunggu setidaknya tiga jam sebelum menyusui lagi. Ini akan memberi sistem Bunda cukup waktu untuk memproses kafein dan menghindari penyebarannya melalui ASI.

2. Kurangi konsumsi kafein menjadi satu cangkir kopi per hari.
Hentikan kafein sama sekali sampai Bunda selesai menyusui atau sampai bayi cukup besar untuk memprosesnya lebih cepat.

Klik di halaman selanjutnya ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT