HaiBunda

MENYUSUI

ASI Bertahan Berapa Lama di Chiller? Ketahui Faktanya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Sabtu, 03 Jan 2026 08:50 WIB
ASI Bertahan Berapa Lama di Chiller? Ketahui Faktanya/Foto: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH
Jakarta -

Menyimpan ASI agar terjaga kualitasnya perlu memperhatikan tata caranya dengan baik dan mengetahui daya simpannya hingga berapa lama termasuk saat Bunda menyimpannya di chiller. Nah, sebenarnya untuk ASI bertahan berapa lama di chiller ya, Bunda? Ketahui faktanya yuk, Bunda.

Saat berpikir kembali untuk segera menyetok ASI karena cuti kerja segera habis, para Bunda menyusui biasanya berkejaran dengan waktu memenuhi kebutuhan tersebut. Tetapi sebelum benar-benar mengumpulkan stok ASI perah untuk Si Kecil, ada baiknya Bunda mempelajari serba serbi penyimpanan ASI agar bisa bertahan lama dan kualitasnya tetap terjaga saat diberikan pada bayi.

Berapa lama ASI bisa bertahan?

Sejak ASI diperah, sebenarnya ketahanan penyimpanan bergantung pada media penyimpanan itu sendiri. Selain itu, banyak juga faktor lainnya yang turut memengaruhi berapa lama dan dimana ASI disimpan, Bunda. 


Faktor-faktor tersebut seperti halnya suhu penyimpanan, naik turunnya suhu, dan kebersihan saat memerah dan menangani ASI. Karena itu, sulit untuk merekomendasikan waktu yang tepat untuk menyimpan ASI di berbagai lokasi.

Penting Bunda ketahui bahwa suhu ruangan dalam hal ini juga turut berpengaruh terhadap daya simpan ASI ya, Bunda. Karenanya, jika Bunda berencana menyimpan ASI di atas meja sampai menggunakannya atau di suhu ruang, sebaiknya menyimpan ASI sesegera mungkin jika memang belum ingin digunakan dalam beberapa jam ke depan. Dengan menyimpannya di tempat yang lebih dingin suhunya, ASI tidak akan mudah rusak, Bunda.

Bisakah mendinginkan ASI dan membekukannya nanti?

Jika belum ingin digunakan, ASI perah memang sebaiknya segera disimpan di tempat yang dingin atau di lemari es. Hanya saja, daya tahan ASI di lemari es ketimbang di freezer jauh lebih singkat.

Setelah ASI selama 4 hari didinginkan, sebaiknya ASI dibuang segera. Sifat ASI di sini dapat memperlambat pertumbuhan bakteri jahat dan sifat-sifat tersebut mulai menurun setelah beberapa hari didinginkan. Jika Bunda merasa tidak akan menggunakan ASI dalam beberapa hari, bekukan ASi sesegera mungkin agar lebih aman.

Bisakah mencampur ASI segar dengan ASI yang lebih lama?

Mencampur ASI yang baru diperah dengan ASI yang sudah didinginkan atau dibekukan sangatlah tidak disarankan. Sebaiknya, dinginkan ASI yang baru diperah sebelum mencampurnya dengan ASI yang lebih lama, yang sebelumnya telah didinginkan atau dibekukan.

Pertimbangkan juga rekomendasi penyimpanan ASI lainnya. Misalnya, jika menggabungkan ASI yang dipompa pada hari yang berbeda dan telah didinginkan, tentukan durasi penyimpanan berdasarkan kapan ASI yang lebih lama pertama kali disimpan.

Pada kasus mati listrik, ketahanan ASI juga perlu diperhatikan ya, Bunda. Biasanya, kulkas akan menjaga makanan tetap dingin selama sekitar 4 jam jika tidak dibuka. Dan, selama listrik padam, usahakan agar pintu freezer dan kulkas tetap tertutup.

Setelah listrik menyala kembali, periksa kondisi ASI yang telah disimpan. Ketika ASI beku mulai mencair tetapi masih mengandung kristal es maka dapat dibekukan kembali ya, Bunda. Tetapi, pada ASI yang sepenuhnya telah mencair dan masih terasa dingin, segera masukkan ke dalam kulkas dan gunakan satu hari ke depan atau buang sesegera mungkin, seperti dikutip dari laman Cdc.

Ketahui daya tahan ASI sesuai media penyimpanan

Ketahanan ASI yang disimpan sebenarnya bergantung pada media penyimpanannya ya, Bunda. Berikut ini beberapa panduan yang bisa memudahkan Bunda saat menyimpan ASI.

1. Suhu ruang

Pada suhu ruangan, ASI yang dibiarkan begitu saja di atas meja hanya bisa bertahan selama 6-8 jam pada suhu di bawah 36 derajat Celcius. 

2. Lemari es

Penyimpanan ASI di lemari es bisa bertahan hingga 8 hari pada suhu 4 derajat Celcius atau lebih rendah.  ASI yang disimpan di kompartemen lemari es di dalam lemari es hanya bertahan hingga 2 minggu.

3. Chiller kulkas

Ketahanan ASI yang disimpan di chiller bawah dapat bertahan selama tiga hari saja ya, Bunda. "Kalau di kulkas yang di bawahnya itu tiga hari oke. Nah, kalau di luar kulkas idealnya bisa sampai enam jam tapi dengan cuaca panas yang seperti di sini ya kita tiga jam saja. Kita juga harus hati-hati," ucap Dr. dr Naomi Esthernita F. Dewanto, SpA(K) sebagai Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dikutip dari laman detikhealth.

4. Freezer

Jika Bunda menyimpan ASI di  freezer, ASI tersebut bisa bertahan hingga 6 bulan jika Bunda menyimpannya di bagian freezer lemari es dengan pintu terpisah seperti dikutip dari laman Happiest Baby.

Merujuk buku saku Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) untuk Kader terbitan Kemenkes RI tahun 2021, ASI yang baru diperah dan disimpan dalam cooler bag, lama penyimpanan 24 jam.

ASI perah dalam ruangan (ASIP segar) tahan 4 jam dengan suhu 27 derajat sampai 32 derajat Celsius, sedangkan pada suhu kurang dari 25 derajat Celsius tahan 6-8 jam. ASI perah tahan 2-3 hari ketika ditaruh pada kulkas bagian lemari pendingin dengan suhu kurang dari 4 derajat Celsius.

ASIP yang ditaruh di freezer pada kulkas satu pintu, lama penyimpanan 2 minggu dengan suhu di bawah titik beku yakni 15 derajat sampai 0 derajat Celsius. ASI perah yang disimpan di freezer pada kulkas dua pintu dapat bertahan 3-6 bulan dengan suhu -20 derajat sampai -18 derajat Celsius seperti dikutip dari laman Kemkes.

Panduan dasar penyimpanan ASI

Menyimpan ASI dengan benar sedianya dapat menjaga nutrisi pendukung kekebalan tubuh dan membantu bayi tetap sehat. Berikut ini panduan menyimpan ASI dengan aman yang perlu Bunda perhatikan:

1. Jaga kebersihan

Baik sedang di rumah, kantor, sekolah, atau di mana saja, cucilah tangan dengan sabun dan air selama 20 detik sebelum memompa ASI atau menyusui. Pastikan tangan dan perlengkapan pompa ASI bersih sebelum digunakan.

2. Pilih perlengkapan yang tepat

Simpan ASI dalam kantong penyimpanan ASI yang bersih atau wadah kaca atau plastik berkualitas makanan dengan penutup yang rapat.

3. Lebih sedikit lebih baik

Pertimbangkan untuk menyimpan ASI dalam jumlah kecil seperti dua hingga empat ons per wadah. Dengan cara ini, Bunda dapat mencairkan dan menggabungkan kantong ASI beku untuk mendapatkan jumlah yang diinginkan.

4. Keluarkan udara

Sebaiknya membiasakan untuk mengeluarkan udara sebanyak mungkin dari kantong penyimpanan ASI sebelum dibekukan. Hal ini dapat membantu menghindari kemungkinan kerusakan akibat pembekuan.

5. Beri label sebelum menyimpan

Selalu tulis tanggal perah pada wadah penyimpanan sehingga Bunda tahu kapan harus menggunakannya dan berapa lama ASI tersebut bertahan.

6. Bekukan sesegera mungkin

Jika Bunda tidak akan menggunakan ASI dalam waktu 72 jam, bekukan sesegera mungkin untuk menjaga kualitas ASI.

7. Mulai dari belakang

Saat mengambil ASI  beku atau ASI yang didinginkan, pastikan untuk menggunakan ASI yang paling lama terlebih dahulu ya, Bunda.

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ternyata, Ini Alasan Bumil Sering Ngidam Makanan Manis Bun!

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Momen Anak Nana hingga Kenang Mirdad Berkumpul, Penampilannya Dipuji Good Looking & Estetik

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Momen Bumil Zaskia Sungkar Masak di Dapur Rumah Aesthetic, Intip Potretnya

Kehamilan Annisa Karnesyia

Nama Anak artis yang Lahir di Tahun 2025 Lengkap dengan Maknanya

Nama Bayi Indah Ramadhani

5 Potret Kompak Rian D'Masiv Bersama Putrinya yang Sudah ABG dan Sempat Viral

Parenting Amira Salsabila

Kenali Penyebab, Gejala & Cara Mengatasi Sindrom Lorong Karpal pada Bumil

Kehamilan Ajeng Pratiwi & Muhammad Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Penyebab Anak Usia 3 Tahun ke Atas Mulai Sering Berbohong

Momen Anak Nana hingga Kenang Mirdad Berkumpul, Penampilannya Dipuji Good Looking & Estetik

Momen Bumil Zaskia Sungkar Masak di Dapur Rumah Aesthetic, Intip Potretnya

Nama Anak artis yang Lahir di Tahun 2025 Lengkap dengan Maknanya

Kenali Penyebab, Gejala & Cara Mengatasi Sindrom Lorong Karpal pada Bumil

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK