MENYUSUI
Mengenal Kondisi PPBC, Kanker Payudara yang Dapat Terjadi 5 - 10 Th Pasca Melahirkan
Indah Ramadhani | HaiBunda
Senin, 23 Mar 2026 08:30 WIBSampai detik ini, kanker payudara menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh perempuan. Dan salah satu kanker payudara yang menjadi perhatian adalah kanker PPBC, kanker payudara yang bisa terjadi dalam beberapa tahun usai melahirkan.
Kanker payudara ini berkaitan dengan perubahan yang terjadi pada payudara setelah ibu selesai menjalani fase menyusui. Meskipun tidak selalu terjadi, kanker payudara PPBC tetap perlu diwaspadai oleh para Bunda, sebab jenis kanker ini tergolong agresif.
Untuk memahami lebih lanjut tentang kanker payudara PPBC, yuk simak penjelasannya lengkapnya berikut ini, Bunda.
Apa itu kanker payudara PPBC?
Melansir dari laman resmi jurnal Kesehatan dan Kanker Payudara bagi Perempuan Muda, kanker payudara PPBC atau Postpartum Breast Cancer merupakan jenis kanker payudara langka yang terjadi pada perempuan. Kanker payudara jenis ini biasanya muncul dalam 5 sampai 10 tahun pascamelahirkan.
Berbeda dengan PABC (Pregnancy-Associated Breast Cancer) yang dapat muncul saat hamil, kanker payudara PPBC ini hanya muncul setelah masa kehamilan dan persalinan selesai, Bunda. Dibandingkan PABC, PPBC merupakan kanker payudara yang lebih agresif.
Menurut sebuah studi, setidaknya 35 sampai 55 persen kanker ini akan menyerang perempuan yang berusia di bawah usia 45 tahun. Kondisi ini menjadikan PPBC sebagai salah satu kanker payudara yang menjadi perhatian di dunia medis.
Dalam catatan medis, terdapat 150.000 sampai 350.000 ribu kasus kanker payudara PPBC setiap tahunnya. Sementara di Amerika Serikat, terdapat 27.000 kasus baru per tahun yang dialami perempuan di bawah usia 45 tahun.
Penyebab kanker payudara PPBC
Seperti yang kita tahu, usai melahirkan dan menyusui tubuh Bunda akan mengalami banyak perubahan, termasuk kondisi payudara. Ahli mengatakan bahwa kondisi payudara setelah melahirkan akan kembali ke seperti semula. Nah, kondisi ini dinamakan involusi kelenjar payudara, Bunda.
Involusi kanker payudara menjadi salah satu penyebab kanker payudara PPBC. Pasalnya, selama proses involusi, terjadi perubahan yang cukup besar di dalam payudara. Sel-sel yang sebelumnya memproduksi ASI akan berkurang dan jaringan lain mengalami regenerasi, Bunda.
Sebenarnya involusi merupakan kondisi yang normal saat ibu selesai menyusui. Namun, perubahan yang terjadi kadang menimbulkan kondisi yang merugikan, yakni timbulnya lingkungan jaringan yang mendukung pertumbuhan sel abnormal.
Peradangan dan perubahan sistem imun yang terjadi selama involusi dapat mempengaruhi cara tubuh Bunda mengontrol pertumbuhan sel. Maka dari itu, di beberapa kasus, involusi setelah fase menyusui dapat mendorong perkembangan sel kanker.
Proses involusi ini berisiko menyebabkan sel kanker tersebar lebih luas ke organ lain. Penelitian menunjukkan bahwa sel kanker yang semula berada di payudara akan bermetastasis atau berpindah ke organ lain seperti hati.
Mengapa PPBC menjadi kanker payudara yang agresif?
Seperti yang disampaikan, kanker payudara PPBC mampu menyebar dengan cepat ke organ lain. Selain itu, prognosis atau perkiraan hasil pengobatan pada kanker PPBC cenderung lebih buruk pada perempuan yang berusia muda.
Beberapa penelitian juga menemukan bahwa frekuensi kekambuhan kanker payudara PPBC pada seorang pasien jauh lebih tinggi dan respons terhadap pengobatan yang dilakukan kurang begitu maksimal, dibandingkan dengan kanker payudara lain.
Persentase hidup penderita kanker payudara PPBC setelah didiagnosis diketahui hanya 63 persen. Bahkan, pada perempuan yang berusia muda, tingkat kelangsungan hidupnya diperkirakan hanya berlangsung selama lima tahun.
Cara menangani kanker payudara PPBC
Sampai saat ini sebenarnya belum ditemukan pengobatan khusus untuk menangani kanker tersebut. Oleh karena itu, dokter masih menggunakan standar pengobatan yang biasa diterapkan pada kanker payudara jenis lain.
Dengan begitu, cara menangani kanker payudara PPBC dilakukan pada umumnya, seperti operasi pengangkatan jaringan payudara (mastektomi), kemoterapi, dan terapi hormon. Namun, demi mengoptimalkan pengobatan kanker payudara PPBC yang terbatas, peneliti mulai meluncurkan terapi baru sebagai berikut:
1. Imunoterapi
Imunoterapi merupakan metode pengobatan yang berfokus untuk mengaktifkan kembali sistem imun agar tubuh mampu mengenali dan menyerang sel kanker. Pasalnya, sel kanker menghasilkan protein PD-1 dan PD-L1 yang membuat sel imun menjadi melemah.
Melalui terapi yang menghambat PD-1 atau PD-L1, respons imun yang dipulihkan akan membuat sel T kembali aktif untuk menyerang kanker. Dengan begitu, terapi tersebut dipercaya dapat menghambat pertumbuhan tumor dan mengurangi penyebaran kanker.
2. Inhibitor COX-2
COX-2 merupakan enzim yang berkaitan dengan proses peradangan dalam tubuh. Seperti yang disampaikan sebelumnya proses involusi payudara menyebabkan peradangan dalam tubuh. Peradangan ini berpotensi untuk mengembangkan tumor dan sel kanker.
Dengan terapi obat yang menghambat aktivitas enzim COX-2, seperti antiinflamasi nonsteroid (NSAID), diperkirakan dapat membantu mengurangi peradangan, menghambat pembentukan pembuluh limfatik baru, serta memperbaiki fungsi sel imun dalam melawan kanker.
Demikian penjelasan mengenai kanker payudara PPBC yang dapat terjadi pada 5 sampai 10 tahun setelah melahirkan. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Dukung ASI, Negara Ini Tertibkan Iklan Susu Formula
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi? Ini Kata Dokter
Kenali Perbedaan Tumor Payudara Jinak & Ganas, Busui Perlu Tahu
4 Jenis Tes Kesehatan Payudara dan Kisaran Biayanya, Simak Bun
Cara Bedakan Benjolan Payudara Akibat Masalah Menyusui dan Kanker
TERPOPULER
Potret Farah Labita Putri Ferdy Hasan Wisuda S2 Universitas Cambridge, Jadi Lulusan Terbaik
8 Pidato Singkat tentang Kebersihan yang Mudah Dihafal Anak SD
Rupiah Melemah, Menkeu Purbaya Minta Masyarakat Tak Panik
Kebiasaan Makan IU Jadi Sorotan, Kunyah Makanan hingga 150 Kali
Sering Mimpi Buruk dan Aneh saat Hamil? Ini Arti di Baliknya
REKOMENDASI PRODUK
10 Wajan Penggorengan Stainless Steel Bahan Tebal & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Highlighter & Contour Stick Terbaik, Mudah Dipakai Cocok untuk Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Buku untuk Ibu Hamil yang Berikan Banyak Tips Bermanfaat
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kipas Angin Air Cooler Terbaik untuk Cuaca Panas Terik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Susu Stainless Steel Terbaik Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Nama Bayi Perempuan Kristen dari Alkitab dan Artinya
Karyawan dengan Skill AI Digaji Lebih Tinggi? Ini Faktanya
8 Pidato Singkat tentang Kebersihan yang Mudah Dihafal Anak SD
Sering Mimpi Buruk dan Aneh saat Hamil? Ini Arti di Baliknya
Potret Farah Labita Putri Ferdy Hasan Wisuda S2 Universitas Cambridge, Jadi Lulusan Terbaik
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
7 Potret Harmonis Nadiem Makarim dan Franka Saling Toleransi Meski Beda Agama
-
Beautynesia
Simak Cerita Lim Ji Yeon dan Heo Nam Jun Tentang Karakter di Drakor My Royal Nemesis
-
Female Daily
Ini Rekomendasi Drakor di Netflix yang Worth It Buat Binge Watch!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Tren Kecantikan 'High Skull' Viral, Bentuk Kepala Tinggi yang Kontroversial
-
Mommies Daily
Pendaftaran Sudah Dibuka! Ini Daftar Holiday Program & Summer Camp 2026 di Jabodetabek dan Bali untuk Isi Liburan Anak