mom-life

Bunda, Yuk Ketahui Berbagai Gejala Gastritis

Melly Febrida Kamis, 01 Aug 2019 19:27 WIB
Bunda, Yuk Ketahui Berbagai Gejala Gastritis
Jakarta - Orang sering berpikir perut kembung akibat masuk angin atau terkena maag. Padahal, gejala tersebut bisa disebabkan radang pada dinding lambung atau gastritis. Tapi, ada juga yang mengalami gastritis tanpa merasakan gejala apapun. Biasanya ini dialami orang lanjut usia atau lansia.

Dikutip dari Mayo Clinic, radang lambung adalah munculnya luka pada dinding lambung. Kondisi yang kerap disebut gastritis ini umumnya diakibatkan infeksi bakteri. Namun ada kondisi lain yang ikut meningkatkan risiko radang lambung.

Dr. Charles Patrcik Davis, MD, Ph.D, dokter bersertifikat Emergency Medicine menjelaskan gejala gastritis yang muncul tidak selalu sesuai dengan adanya perubahan fisik pada lapisan perut. Demikian dilansir Emedicine Health.


"Gastritis bisa terjadi meski hanya ada sedikit perubahan pada lapisan lambung," katanya.

Menurut dia, lansia lebih berisiko mengalami gastritis tanpa gejala berarti, seperti mual, muntah, dan sakit perut, sampai tiba-tiba jatuh sakit karena pendarahan lambung. Pada orang yang memiliki gejala gastritis, kata Davis, rasa sakit atau ketidaknyamanan di perut bagian atas adalah gejala yang paling umum. Selain itu, gejala-gejala di bawah ini juga menunjukkan Bunda mengalami gastritis:

1. Rasa sakit di bagian tengah atas perut
2. Kadang-kadang nyeri di bagian kiri atas perut dan di pinggang belakang bahkan terasa sampai 'menembus' ke bagian depan.
3. Perut seperti tertusuk-tusuk dan panas.
4. Sering sendawa
5. Mual dan muntah. Muntahan tergantung tingkat keparahan, biasanya berwarna bening, hijau atau kuning, berdarah, bahkan hitam.
6. Kembung
7. Perasaan kenyang atau terbakar di bagian atas perut
8. Cegukan
9. Kehilangan selera makan

ilustrasi gastritisilustrasi gastritis/ Foto: iStock
"Pada gastritis yang lebih parah, perdarahan dapat terjadi di dalam perut. Gastritis erosif menyebabkan erosi mukosa lambung yang menyebabkan perdarahan," tambah Davis.

Selain gejala-gejala di atas, orang yang terkena gastritis juga bisa mengalami detak jantung yang cepat, berkeringat, napas pendek, pucat, bahkan merasa hendak pingsan. Semua gejala ini dapat terjadi tiba-tiba, terutama pada orang yang usianya di atas 65 tahun.

Untuk mendiagnosis gastritis, dokter akan meninjau riwayat medis pribadi dan keluarga, melakukan evaluasi fisik menyeluruh, dan dapat merekomendasikan salah satu dari tes berikut:

1. Endoskopi

Mengutip Medical News Today, Dr.Daniel Sallis Murrell, associate professor internal medicine and infectious disease mengatakan seorang ahli gastrologi dapat memeriksa lapisan perut dengan endoskop atau dikenal dengan endoskopi. Endoskop, tabung tipis berisi kamera kecil, dimasukkan melalui mulut dan turun ke perut untuk melihat lapisan perut.

"Dokter akan memeriksa peradangan dan mungkin melakukan biopsi, prosedur di mana sampel kecil jaringan diambil dan kemudian dikirim ke laboratorium untuk dianalisis," ujar Murrell.

2. Tes darah

Dokter dapat melakukan berbagai tes darah, seperti memeriksa jumlah sel darah merah untuk menentukan apakah pasien mengalami anemia. Dengan tes darah, skrining terhadap infeksi H. pylori dan anemia pernisiosa juga bisa dilakukan.


3. Tes darah okultisme tinja (tes tinja)

Tes ini memeriksa keberadaan darah di tinja yang bisa jadi tanda gastritis. Selain itu, gastritis dapat didiagnosis dengan sinar-X pada kerongkongan, lambung, dan usus kecil. Sinar-X ini kadang-kadang disebut sebagai seri gastrointestinal bagian atas atau barium swallow. Barium adalah cairan logam putih yang kadang-kadang ditelan sebelum pemindaian untuk membantu menyoroti segala kelainan.

Tes lain yang mungkin diperlukan adalah tes urine, evaluasi fungsi ginjal dan hati, tes fungsi kantong empedu dan pankreas, dan tes kehamilan.

Bunda perlu tahu nih, jenis makanan yang aman saat lambung bermasalah. Simak di video berikut ya.

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi