HaiBunda

MOM'S LIFE

Perlu Bunda Tahu, Tips Memulai Investasi Emas Syariah

Maya Sofia   |   HaiBunda

Selasa, 17 Sep 2019 10:11 WIB
Ilustrasi investasi emas syariah/ Foto: Ari Saputra
Jakarta - Selain berbagai pekerjaan rumah tangga, tugas seorang ibu rumah tangga adalah mengatur keuangan. Tugas ini tentunya tidak mudah apalagi jika ada kondisi pemasukan lebih besar dari pengeluaran. Pernah mengalami ini Bunda?

Mengutip detikcom, sebagai 'menteri keuangan', Bunda harus cermat memilih mana yang benar-benar kebutuhan dan yang termasuk keinginan. Idealnya, kebutuhan diprioritaskan lebih dulu ya. Namun jika ada kelebihan dana baru bisa dialokasikan untuk memenuhi keinginan.

Kemudian, jangan lupa berinvestasi. Bunda tak perlu jadi ahli ekonomi kok untuk 'melek' instrumen investasi, seperti deposito, emas, reksa dana, dan saham. Produk-produk ini bisa bunda pelajari sendiri, misalnya lewat web Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Nah kalau Bunda lebih tertarik pada produk syariah, emas syariah bisa jadi salah satu pilihan. Seperti diketahui, investasi emas memang jadi salah satu favorit karena nilainya yang cenderung stabil.

Sebelum memulai investasi emas syariah ini, ada baiknya Bunda terlebih dahulu cek tips dari Financial Planner, Kaukabus Syarqiah dikutip dari CNBCIndonesia.com. Pertama, pastikan Bunda menetapkan lebih dulu apa tujuan memulai investasi emas syariah.

Menurut perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut, menetapkan tujuan yang mau kita bentuk dari emas tersebut sangat penting. Sebab jika tujuan tidak ditetapkan, Bunda akan lebih mudah tergoda mengambil profit emas di tengah jalan.

"Jadi sebelum maximize terhadap profit, itu pasti akan diambil. Karena apa? Karena enggak ada tujuannya. Dia lagi butuh uang, sudah jual saja emasnya," ucap Kiki.

Ilustrasi investasi emas syariah. (Foto: Puti Aini Yasmin)

Selanjutnya, informasi yang kerap ditanyakan orang adalah mengenai harga emas Antam dengan harga emas syariah. Adakah bedanya?

Kiki menjelaskan bahwa hal ini termasuk mekanisme pasar biasa. Harga emas Antam sendiri, ujar dia, merupakan harga patokan emas se-Indonesia.

"Kalau pedagang, toko emas di luar sana, bank, pegadaian, bagaimanapun pedagang juga. Enggak pure sosial. Dia cari keuntungan," ujarnya.

Itulah sebabnya harga emas di tiap toko bisa berbeda. Ada yang lebih rendah dari harga emas Antam, ada juga yang lebih tinggi.

"Kembali lagi ke preferensi orang-orang nyamannya di mana," ucap dia.

Meski demikian, Kiki, mengingatkan agar Bunda tetap waspada jika menemukan harga emas di bawah harga emas Antam. Biasanya ada konsekuensi yang harus ditanggung.

Dalam salah satu risetnya, Kiki pernah menemukan harga emas yang dijual di bawah harga emas Antam. Ternyata, lanjut dia, penjualnya menerapkan sistem persis di pegadaian.

"Menabung dan kita enggak bisa ambil begitu. Ambil harus punya slot. Di toko ini bisa diambil jika terkumpul 10 gram. Setiap fisik, setiap hari dislot 20 orang. Kalau kita nomor 21, enggak dapat," ujarnya.

Sudah jelas ya, Bun. Simak juga selengkapnya tips memulai investasi emas syariah dalam video berikut:

[Gambas:Video 20detik]

(som/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

10 Cara Mengenali Orang Berpikiran Matang dari Gaya Berpakaian Menurut Psikologi

Mom's Life Natasha Ardiah

Mau Punya Paspor Singapura? Ini Syarat di Tengah Target 30 Ribu Warga Baru

Mom's Life Natasha Ardiah

Viral Toddler Hipotermia di Pendakian, Usia Berapa Anak Aman Diajak Naik Gunung?

Parenting Nadhifa Fitrina

Kasus Chat Tak Pantas Mahasiswa FHUI Diusut

Mom's Life Angella Delvie & M Prima Fadhilah

Siswa SD di Pontianak Jadi Calon Haji Termuda Usai Gantikan Almarhum Ibunda

Parenting Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Resep Dirty Matcha Latte, Kopi Seenak Cafe Terkenal

Viral Toddler Hipotermia di Pendakian, Usia Berapa Anak Aman Diajak Naik Gunung?

Ibu Hamil Sering Gerah? Waspadai Gejala Hot Flashes & Cara Mengatasinya

10 Cara Mengenali Orang Berpikiran Matang dari Gaya Berpakaian Menurut Psikologi

3 Kertas Gambar Ibu Kartini untuk Lomba Mewarnai Anak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK