moms-life

Balita Peluk Jasad Ibu 3 Hari, Ayah di Luar Kota Dihantui Firasat Buruk

Siti Hafadzoh Rabu, 30 Oct 2019 12:21 WIB
Balita Peluk Jasad Ibu 3 Hari, Ayah di Luar Kota Dihantui Firasat Buruk
Jakarta - Kemarin, masyarakat dibuat kaget dengan cerita bocah yang memeluk jasad ibunya selama dua hari. Ibu bocah asal Makassar yang berinisial M ini ditemukan meninggal di sebuah kamar kos. Sang anak memeluk jasad ibunya selama tiga hari.

Mereka hanya tinggal berdua di sebuah kamar kos di kawasan Botonompo, Makassar, Sulawesi Selatan. Sehingga jenazah M tidak diketahui dan sudah hampir membusuk.

Dilansir detikcom, ternyata suami M sempat berkomunikasi dengan istrinya sekitar 2 minggu terakhir. Polisi mengatakan, suami M punya firasat karena ketika telepon tidak diangkat oleh istrinya.


"Mereka (suami-istri) itu 2 minggu terakhir kontak. Tetapi ayahnya mempunyai feeling 2 hari terakhir itu teleponnya tidak dijawab-jawab oleh ibunya, karena ternyata bapaknya juga suka memantau sang anak ini dari telepon. Tetapi 2 hari terakhir telepon sudah tidak terjawab malah sudah off," kata Karumkit Bhayangkara Polda Sulsel, Kombes Farid Amansyah.

Suami M yang berinisial KB sedang dinas ketika kejadian itu berlansung. Firasatnya ini terjawab ketika warga sekitar kamar kos mencium bau menyengat dari kamarnya. Korban ditemukan tewas, ditunggui oleh anaknya yang berusia 2 tahun.

"Polsek menuju TKP bersama Tim Dokpol (dokter polisi) menemukan anak itu masih dalam 1 kamar bersama ibunya dalam keadaan terkunci, jendelanya juga terkunci," ujar Farid.

Balita Peluk Jasad Ibu 3 Hari, Ayah di Luar Kota Dihantui Firasat BurukIlustrasi balita trauma/ Foto: Thinkstock

Ketika tim kepolisian datang, anak itu langsung menangis. Katanya, sampai saat ini ia masih sering memanggil-manggil ibunya.

"Tentu saja ini ekspresi dari kecintaan dia terhadap ibunya," tambah Farid.

Jenazah M dimakamkan di Panaikang, Makassar. Pihak keluarga menolak melakukan autopsi. Tapi, polisi tetap menyelidiki penyebab kematiannya. Mengingat tidak ada tanda-tanda perusakan, sementara tidak ditemukan perbuatan pidana.

Melihat orang tua meninggal di depan mata, terlebih ketika masih kecil bisa menjadi peristiwa yang traumatis bagi anak. Apalagi anak ini memeluk dan menunggui jasad ibunya selama tiga hari.

Dilansir The National Child Traumatic Stress Network, pengalaman traumatis dapat memicu emosi dan reaksi fisik yang kuat dan kondisi ini dapat bertahan lama setelah kejadian. Anak-anak merasakan teror, tidak berdaya, ketakutan, dan reaksi fisiologis.

Kalau trauma ini tidak dikelola secara baik, trauma akan terbawa hingga anak dewasa, Bun. Dikutip dari Anxiety and Depression Association of America, psikolog Aureen Wagner, PhD memberikan tips untuk mengelola trauma anak.

1. Yakinkan mereka bahwa akan menjaga mereka.

2. Dorong mereka untuk berbicara dan bertanya.

3. Biarkan mereka tahu bahwa mereka bisa terbuka tentang pertanyaan mereka.

4. Lindungi mereka dari apa yang tidak perlu diketahui.

5. Batasi menonton atau mendengar berlebihan tentang peristiwa traumatis yang ia alami.

Sekarang bocah yang memeluk jasad ibunya ini memang sudah mendapat penanganan dari psikolog untuk penyembuhan traumanya. Semoga trauma anak ini segera membaik ya, Bun.

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi