Sign Up search


moms-life

Hubungan Seks Bisa Tularkan Virus Corona? Ini Kata Ahli

Melly Febrida Minggu, 22 Mar 2020 21:00 WIB
Hubungan Seks Bisa Tularkan Virus Corona? Ini Kata Ahli Hubungan seks bisa menularkan virus Corona?/ Foto: Getty Images/Peopleimages
Jakarta - Penularan virus Corona yang begitu cepat membuat orang mau tak mau memilih di rumah saja. Kita sering mendengar kalau salah satu cara penularannya dari droplets, percikan yang jatuh di suatu permukaan. Bagaimana dengan hubungan seksual, bisakah seseorang tertular dari hubungan seksual?

Dijelaskan dr Soedarsono, Ketua Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging (Pinere) RSU dr Soetomo, Surabaya, penyebaran virus Corona tak hanya melalui droplets, tapi juga memungkinkan melalui udara. Namun, penyebaran utama tetap melalui droplets.


"Saya kira bisa (penyebaran melalui udara). Tapi yang utama itu tetap droplets, percikan yang kemudian jatuh di suatu permukaan," kata dr Soedarsono dikutip detikcom.


Yang jelas, pasangan suami istri itu hampir tak mungkin mempraktikkan social distancing, demi mencegah terinfeksi virus Corona. Apalagi hidup serumah dan berbagi tempat tidur. Tapi, ada risiko yang bisa muncul dari keintiman pasutri.

Ilustrasi hubungan intim suami istriIlustrasi hubungan intim suami istri/ Foto: Getty Images/iStockphoto/LightFieldStudios
Dikatakan Dr Carlos E Rodríguez-Díaz, profesor di Milken Institute School of Public Health, George Washington University, belum ada bukti yang menunjukkan virus Covid-19 dapat ditularkan melalui hubungan seks vaginal atau anal. Namun, berciuman sangat umum dilakukan selama berhubungan seksual.

"Dan virus dapat ditularkan melalui air liur. Karena itu, virus dapat ditularkan melalui ciuman," kata Rodríguez-Díaz, mengutip The Guardian.

Jadi, bolehkah berhubungan seks selama Corona masih mewabah? Dijelaskan Dr Jessica Justman, profesor dan dokter di Divisi Penyakit Menular di Columbia University Irving Medical Center, apabila Ayah atau Bunda curiga terinfeksi Covid-19, disarankan untuk menghindari satu sama lain sesering mungkin.

"Apabila Anda ada kemungkinan atau terkonfirmasi kasus sehingga harus mengisolasi diri, idealnya di kediaman sendiri sampai tujuh hari setelah penyakit dimulai," kata Justman.

Sementara itu, Dr Julia Marcus, ahli epidemiologi dan profesor penyakit infeksi di Departemen Kedokteran Populasi di Harvard Medical School, menuturkan, Ayah dan Bunda yang tidak memiliki gejala dan tidak memiliki kemungkinan terpapar baru-baru ini, seks sebenarnya bisa jadi cara yang menyenangkan, tetap terhubung dan menghilangkan kecemasan selama masa yang berpotensi memicu stres.


Bunda, simak juga tips presenter Ivy Batuta dan suami dalam memberikan pendidikan seks pada anak, di video Intimate Interview berikut:

[Gambas:Video Haibunda]




(muf/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi