parenting

Iming-imingi Barang buat Anak Agar Cepat Sembuh, Oke Nggak Sih?

Radian Nyi Sukmasari Jumat, 27 Oct 2017 08:00 WIB
Iming-imingi Barang buat Anak Agar Cepat Sembuh, Oke Nggak Sih?
Jakarta - Berbagai hal akan dilakukan orang tua demi si kecil bisa sembuh dari sakitnya. Bunda pernah nggak demi anak sembuh, lantas menjanjikan 'Kalau nanti kakak sembuh, Bunda sama Ayah belikan mainan ya,'?

Hal ini pernah, Bun, dilakukan ibu empat anak bernama Dena. Anak bungsu Dena sempat sakit typus dan dirawat selama 10 hari di rumah sakit. Karena nggak tega melihat si kecil, Dena dan suaminya menjanjikan sang anak mainan kalau nanti sembuh. Wah, bisa dibilang cara Dena berhasil nih.

"Anak saya yang umurnya 7 tahun jadi semangat kan. Ya, akhirnya dia sembuh dan pas dia sembuh, kami tepati janji kami. Waktu itu saya membatasi beli mainannya nggak lebih dari Rp 300 ribu. Akhirnya anak saya minta dibelikan boneka barbie," kata Dena.


Apa Bunda pernah melakukan hal serupa kayak Dena? Kalau pernah, kita perlu tahu nih, Bun. Menurut psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, mengiming-imingi anak sesuatu supaya dia cepat sembuh dari sembuhnya nggak oke lho. Kenapa?

"Artinya bukan berarti ketika dia sembuh, dia boleh dapatin apapun. Nanti akhirnya anak bisa menganggap kondisi sakit adalah kondisi spesial di mana dia bisa mendapat apa yang dia inginkan," kata Ratih waktu ngobrol sama HaiBunda.

Kalau ingin menyemangati anak, Ratih lebih menganjurkan semangati dia supaya bisa melakukan aktivitas yang terhenti selama sakit. Contohnya, pergi ke sekolah, ketemu teman-teman, dan main sama teman-teman. Jadi, bukan kita iming-imingi anak sesuatu kalau nanti sudah sembuh, Bun.

Baca juga: Cerita Ricky Harun Saat Menghadapi sang Anak yang Sakit

Apalagi, anak sembuh dari sakit karena badannya sudah 'mengalahkan' penyakitnya kan, Bun? Ketika mendapat perlakukan kayak gitu, Ratih bilang efeknya anak bisa nggak menganggap sakit adalah akibat dari sesuatu misalnya telat makan atau nggak jaga kebersihan. Justru, anak berpikir nggak apa-apa dia sakit toh dijanjikan ini dan itu.

"Kalau dibilang nanti dibeliin mainan kalau sembuh, anaknya jadi cepat sembuh, itu lebih ke sugesti sih ya. Nah, lebih baik kita kasih sugesti bukan berupa iming-iming barang tapi lebih ke hal-hal yang nggak bisa dia lakukan saat sakit," kata Ratih yang berpraktik di RaQQi Human Development and Learning Centre ini.

Soal iming-iming, sama kayak ketika orang tua mengiming-imingi anak sesuatu ketika dia mau melakukan hal tertentu. Misalnya, anak dijanjikan main di game center kalau mau ganti baju untuk keperluan tertentu. Kata Ratih, baiknya kita kasih tahu kalau anak mau melakukan sesuatu tertentu dan itu lebih leluasa pas pakai baju yang sudah dipilihkan.

"Bukan dengan mau ganti baju, anak akan dapat kesempatan main di game center. Karena itu kan kayak 'Oh ini bersyarat ya'. Akhirnya akan terpatri di pikiran anak dia mau melakukan sesuatu tapi harus minta reward juga," kata Ratih.

Baca juga: Pijat Bayi Itu Ada Aturannya, Kita Nggak Boleh Sembarangan, Bun

(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi