sign up SIGN UP search


parenting

Makna Mendalam di Balik Nama Asli Ahok, Basuki Tjahaja Purnama

Annisa Karnesyia Kamis, 29 Aug 2019 13:31 WIB
Makna Mendalam di Balik Nama Asli Ahok, Basuki Tjahaja Purnama caption
Jakarta - Banyak orang mengenal Basuki Tjahaja Purnama (BTP) dengan nama panggilan Ahok. Namun, belakangan pria 53 tahun itu mengaku tak mau lagi dipanggil Ahok, Bun.

Hal ini diungkapkan BTP dalam channel Youtube pribadinya Panggil Saya BTP yang berjudul BTP Makan Ahok baru-baru ini. Suami Puput Nastiti Devi itu menjawab pertanyaan dari sang putra, Nicholas Sean Purnama seputar nama panggilannya.

"Dengar-dengar papa sudah enggak mau dipanggil Ahok lagi, memang sekarang kenapa enggak mau pakai nama Ahok?," tanya Nicholas.


"Ya, sebetulnya gini, banyak orang tuh enggak ngerti nama Ahok itu apa. Kakek kamu kasih nama papa Ahok itu bukan hok-nya (artinya) hoki. Hok itu adalah bahasa mandarin artinya belajar. Ya, nama papa itu dikasih Ban Hok berarti puluhan ribu belajar," jawab BTP.

Keinginan BTP untuk tidak dipanggil Ahok bermula saat seorang ibu bertanya, Bun. Ia ditanyai kenapa tidak menggunakan nama aslinya yang diberikan ayah ibunya.

"Ada satu ibu-ibu, 'Kenapa sih Pak Ahok pakai nama Ahok, sedangkan nama dikasih papa nama baik, Basuki Tjahaja Purnama," ujar Ahok menirukan ucapan sang ibu.

"Kalau 'A' itu kan kesannya 'Tidak', misalnya amoral, asusila, ahok, berarti enggak belajar. Sedangkan kita hidup seumur hidup harus belajar terus," sambungnya.

Basuki Tjahaja Purnama dan putranya, Nicholas SeanBasuki Tjahaja Purnama dan putranya, Nicholas Sean/ Foto: Dok. Instagram Nicholas Sean

Setelah menjalani berbagai cobaan hidup, BTP mengingat kembali arti nama yang diberikan sang ayah. Nama bagus yang memiliki arti mendalam.

"Setelah papa dikurung, pisah dengan mama, papa memasuki bab hidup berikutnya. Nama Ahok bagus, tapi kenapa enggak jadi Basuki, Basuki kan sukses, makmur, berhasil, cahaya purnama menerangi kegelapan. Maksudnya papa saya, supaya kamu berhasil menjadi terang yang sempurna bagi banyak orang, nama itu bagus kenapa harus diganti," terang BTP.

BTP menekankan jika dirinya tidak masalah jika orang tetap memanggil Ahok. Namun, dia lebih suka dipanggil Basuki, Bun.

"Boleh kok panggil Ahok, cuma papa lebih suka menggunakan sesuai pasport, KTP, Basuki Tjahaja Purnama atau BTP," tuturnya.

Nama memang doa dan harapan. Sama seperti orang tua BTP, memilih nama sang putra pasti harapannya anak tumbuh sesuai keinginan. Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani juga setuju dengan anggapan ini. Ia menyarankan orang tua memberi nama buah hatinya dengan penuh doa dan makna.

"Memberi nama memang dari hati. Jadi ketika memanggil nama anak, ada cinta di situ. Kalau memilih nama cuma sekadar namanya bagus dan kita senang saja, alasannya terlalu dangkal," kata wanita yang akrab disapa Nina ini.

Selain itu, dia menyarankan agar memilih nama yang lebih filosofis, sehingga keluar harapan yang benar-benar dari dalam hati. Dengan begitu, nama jadi enggak sembarangan dan bisa menjadi koneksi antar orang tua dan anak.

Simak juga kabar kehamilan istri Ahok, Puput di video berikut.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi