HaiBunda

PARENTING

Kodi Lee, Sang Juara America's Got Talent Penyandang Autisme

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Kamis, 19 Sep 2019 19:25 WIB
Kodi Lee, Sang Juara America's Got Talent Penyandang Autisme/ Foto: instagram
Jakarta - Kodi Lee baru saja memenangkan kontes bergengsi America's Got Talent (AGT) Season 14. Keharuan begitu terasa ketika melihat sang juara merupakan penyandang autisme dan tunanetra.

"Saya merasa sangat luar biasa!" ujar Lee, dengan luapan kebahagiaan, sesaat setelah mendengar namanya menjadi pemenang, diintip dari YouTube Channel America's Got Talent.

Juri dan penonton pun terlihat haru menyaksikan kemenangan Lee. Begitu juga sang ibu yang dengan setia berada di sampingnya dan terus menggenggam tangan putranya.


Melansir The Answerable, Lee memenangkan hati dan perhatian penonton sejak episode pertama AGT Season 14. Dengan bakat dan suara emas yang dimiliki, dia tidak hanya mencuri perhatian jutaan orang, tapi juga jadi sumber harapan untuk para pengidap autisme di seluruh dunia.

Diketahui, Lee lahir pada 7 Juli 1996, di California. Ia terdeteksi menyandang autisme saat berusia 4 tahun. Lee juga dilahirkan dengan kondisi hipoplasia saraf optik, dan sempat menjalani operasi pada usia lima tahun. Bersyukur, Lee memiliki keluarga yang penuh kasih dan perhatian.

Melihat kondisi dan prestasi Lee yang luar biasa, kita perlu menyadari bahwa pada dasarnya, autisme bukanlah penyakit. Seperti disampaikan dr.Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH, autisme merupakan gangguan perilaku.

"Autis bukan sembuh ya, tapi dioptimalkan, diperbaiki, dimaksimalkan fungsinya. Ini kan gangguan perilaku, bukan penyakit, bukan sakit pilek dikasih obat sembuh," tutur Bernie.

Ia kemudian memaparkan, untuk bisa seperti anak normal lainnya pun bergantung pada tingkatan autisme itu sendiri. Serta bagaimana terapi yang nanti dijalani.

"Tergantung beratnya juga, kan namanya spektrum, range-nya besar, dari yang ringan sampai berat, jadi tergantung dia berada di mana, tergantung terapinya, yang pasti perbaikan bisa," jelas Bernie.

Melansir dari Mayo Clinic, tidak ada obat maupun pengobatan yang sama untuk setiap gejala autis. Tujuan perawatan autis adalah untuk memaksimalkan kemampuan anak agar berfungsi. Dengan berkurangnya gejala autis, maka perkembangan anak pun akan bisa membaik.


Selain itu, dengan penanganan yang cepat dan tepat, terutama selama tahun-tahun prasekolah, dapat membantu anak belajar keterampilan sosial, komunikasi, fungsional dan perilaku yang penting.

Itu sebabnya, disarankan saat anak didiagnosis mengidap autisme, segera bicarakan dengan para ahli tentang membuat strategi perawatan dan membangun tim profesional untuk memenuhi kebutuhan anak.

Simak pula momen saat Kodi Lee audisi dalam tayangan berikut, Bun.

(yun/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Tak Ikuti Jejak Ortu, 5 Anak Artis Ini Pilih Berkarier sebagai Dokter

Mom's Life Amira Salsabila

5 Resep Capcay Kuah Kental Rumahan ala Restoran Mahal

Mom's Life Amira Salsabila

Geser Bali, Ini Pulau Paling Indah di Asia yang Disebut Akan jadi Primadona

Mom's Life Amira Salsabila

11 Kalimat Ini Bikin Seseorang Terlihat Pintar, Tapi Sebenarnya...

Mom's Life Nadhifa Fitrina

6 Doa Terhindar dari Ain yang Bisa Diamalkan ke Anak Perempuan & Laki-laki

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Tak Ikuti Jejak Ortu, 5 Anak Artis Ini Pilih Berkarier sebagai Dokter

6 Doa Terhindar dari Ain yang Bisa Diamalkan ke Anak Perempuan & Laki-laki

5 Resep Capcay Kuah Kental Rumahan ala Restoran Mahal

11 Kalimat Ini Bikin Seseorang Terlihat Pintar, Tapi Sebenarnya...

Ramai Sepekan: Curhatan Terakhir Lula Lahfah hingga Kasus Adik Keisya Levronka yang Kembali Disorot

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK