HaiBunda

PARENTING

Bayi Gumoh atau Muntah, Begini Cara Membedakannya Bunda

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Jumat, 11 Oct 2019 16:04 WIB
Bayi Gumoh atau Muntah, Begini Cara Membedakannya Bunda /Foto: iStock
Jakarta - Sehabis menyusui bayi, Bunda kerap melihat sejumlah cairan ASI keluar dari mulutnya? Kadang, Bunda pun bingung dibuatnya, ASI yang keluar karena bayi gumoh atau muntah ya?

Dalam acara Dr.Oz Indonesia di Trans TV, dijelaskan dr.Boy Abidin, Sp.OG(K), gumoh untuk bayi baru lahir di bawah umur satu tahun itu normal.
Dan tidak perlu panik ketika menghadapinya.

"Kalau gumoh, biasanya habis menyusui masih ada sisa ASI yang keluar, jadi itu normal kalau tidak terlalu sering, jumlahnya sedikit, terus kelihatan bayinya juga enggak rewel, dan juga napasnya bagus," tutur Boy.


Tapi, yang mesti diwaspadai adalah ketika gumoh mulai terlihat tidak normal, yang biasanya membuat bayi muntah. Jika seperti ini, berarti ada yang salah di pencernaan bayi, Bun.

"Kalau gumoh yang anaknya rewel, tumbuh kembangnya terganggu, apalagi kalau gumohnya banyak sekali, berlebihan,mulai berwarna, apalagi kalau sampai ada darah, itu hati-hati," terang Boy.

"Terus kalau lihat perutnya kembung, napasnya enggak enak, sesak, kemudian demam tinggi, itu hati-hati, itu biasanya sudah mulai ada masalah gumoh yang tidak normal," sambungnya.

Foto: iStock


Pakar kesehatan saluran cerna anak dari RS Cipto Mangunkusmo, Prof Dr.dr.Badriul Hegar, SpA(K), menambahkan gumoh bukanlah muntah karena dua hal tersebut berbeda. Gumoh adalah kejadian yang normal, sedangkan muntah adalah tanda bayi mengalami masalah di saluran pencernaannya.

"Bagaimana membedakannya? Lihat bagaimana si bayi bereaksi. Kalau lagi baring, tenang habis menyusui tiba-tiba keluar susunya dari mulut, itu namanya gumoh. Tapi kalau bayi muntah itu pasti dia tidak nyaman karena ada rasa mual dan upaya bayi untuk mengeluarkan apa yang ada di perut," jelas Hegar, dilansir detikcom.

Kata Hegar, gumoh disebabkan karena kelebihan asupan ASI. Oleh sebab itu, perhatikan pola konsumsi ASI anak dan jangan selalu memberikan ASI ketika anak menangis, karena bayi menangis belum tentu karena dia lapar.

"Coba juga posisi tidurnya diperbaiki dengan dimiringkan 60 derajat. Kalau masih gumoh juga lebih dari 4 kali sehari meskipun asupan ASI tidak berlebihan baru silakan dibawa ke dokter untuk diperiksa," paparnya.

Simak selengkapnya dalam tayangan ini, Bunda.

(yun/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Momen Kedekatan Prilly Latuconsina & Keluarga Gunawan Sudrajat, Kini Dianggap Anak 'Bungsu'

Mom's Life Amira Salsabila

Momen Amaira Anak Farah Quinn Jago Main Golf Sejak Usia 5 Tahun, Intip Potretnya

Parenting Nadhifa Fitrina

15 Tanaman Anti Nyamuk di Rumah dan Outdoor

Mom's Life Arina Yulistara

Atalia Praratya Ajak Warga Siapkan Tas Siaga Bencana, Intip Isinya yang Wajib Ada

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Membuat Bayi Aktif agar Dapat Tidur Lebih Nyenyak Tidur di Malam Hari

Parenting Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Momen Kedekatan Prilly Latuconsina & Keluarga Gunawan Sudrajat, Kini Dianggap Anak 'Bungsu'

Momen Amaira Anak Farah Quinn Jago Main Golf Sejak Usia 5 Tahun, Intip Potretnya

15 Tanaman Anti Nyamuk di Rumah dan Outdoor

Cara Membuat Bayi Aktif agar Dapat Tidur Lebih Nyenyak Tidur di Malam Hari

7 Mitos Kesuburan yang Harus Berhenti Dipercaya, Penting saat Program Hamil

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK