HaiBunda

PARENTING

Respons Ortu yang Bikin Anak Malas Tanya Masalah Seksual

Melly Febrida   |   HaiBunda

Jumat, 01 Nov 2019 16:45 WIB
Respons Ortu yang Bikin Anak Malas Tanya Masalah Seksual / Foto: iStock
Jakarta - Masih banyak orang tua yang menganggap membicarakan seks secara terbuka ke anak itu jorok alias porno. Akhirnya, anak mencari info ke sumber lain deh. Untuk menghindari hal ini, orang tua perlu melatih diri melakukan komunikasi suportif.

"Ini adalah tata cara komunikasi yang netral dan tidak menghakimi. Cara ini diharapkan bisa menghindari sikap defensif kita ketika berbicara dengan anak," kata Hana Yasmira, MSi., parenting communication specialist, mengutip bukunya Right From the Start (Benar dari Awal).

Wanita yang akrab disapa Bunda Hana ini mencontohkan ketika anak melihat kucing kawin, ia akan mencecar Bundanya dengan banyak pertanyaan. Misalnya saja, "Lho itu kucing lagi ngapain?", "Emang kucingnya kenapa?". Bunda mungkin saja jadi malu ketika mendengarnya.


Kebanyakan orang tua, ketimbang memberi penjelasan yang benar pada anak, kata Bunda Hana, orang tua malah marah dan berkata, "Udah ah, anak kecil nanya begitu. Awas nanya-nanya lagi, Bunda jewer ya".

Menurutnya, komunikasi orang tua ini tipe yang defensif. Maksudnya, orang tua mendominasi setiap komunikasi sehingga hanya satu arah, dan mendasarkan pada penilaian subyektif si pengirim pesan. Komunikasi defensif membuat orang tua tidak terbuka karena fokus dengan pikirannya sendiri. Sikap orang tua yang superior, dominan, dan selalu ingin mengontrol lawan bicaranya.

Padahal, dengan komunikasi defensif, menurut Bunda Hana yang ada anak makin tertutup dan menolak terbuka dengan orang tuanya. Anak akan menghindari bertanya pada orang tua, terutama soal seksual karena tidak diakui dan dihargai.

"Jika cara komunikasi defensif semacam ini terus menerus kita lakukan pada anak, berarti tanpa sadar kita sudah membunuh pelan-pelan keinginan anak untuk menjalin keterbukaan sebab anak selalu khawatir dihakimi orang tuanya," katanya.

Respons Ortu yang Bikin Anak Malas Tanya Masalah Seksual / Foto: iStock
Sementara itu, dalam buku berjudul 1001 Cara Bicara Orang Tua dengan Remaja dari BKKBN dan John Hopkins Center for Communication Programs, disebutkan pembicaraan seksualitas pada anak dan remaja sering dianggap tabu. Padahal, ketimbang anak mengetahuinya dari sumber lain, lebih baik mengetahuinya dari orang tua langsung.

"Sayangnya, orang tua sering bingung kapan dan bagaimana menyampaikan masalah seks ini. Sebenarnya diskusi mengenai seksualitas ke anak bisa berkali-kali, biasanya sesuai topik yang ditanyakan anak atau yang menjadi perhatian orang tua," kata psikolog anak dan remaja Alzena Masykouri yang jadi salah satu tim penulis. (rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya

Menyusui Annisa Aulia Rahim

Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bangga! Potret Hengky Kurniawan & Sonya Fatmala Dampingi Sang Putra Menang Lomba Matematika

7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik

7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya

7 Drama Korea Cha Woo Min Terbaik Rating Tertinggi, Ada 'My Bias, My Boss'

Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK