HaiBunda

PARENTING

Flu Perut pada Anak: Gejala, Pencegahan & Pengobatannya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 06 Nov 2019 15:40 WIB
Ilustrasi anak sakit/ Foto: iStock
Jakarta - Diare dan demam menjadi sakit yang kerap terjadi pada anak-anak. Tanpa Bunda sadari, bisa saja kedua itu adalah manifestasi gejala flu perut.

Flu perut atau gastroenteritis adalah infeksi sistem pencernaan. Flu perut sama sekali tidak berhubungan dengan influenza yang mengganggu sistem pernapasan.

Meski tidak serius, flu perut menjadi jenis penyakit kedua yang biasa menyerang anak-anak. Paling sering disebabkan virus atau bakteri seperti salmonella, E.coli, dan beberapa parasit.


"Bayi atau anak-anak rentan terhadap infeksi ini karena daya tahan tubuh masih terbentuk atau belum membangun antibodi untuk melawan kuman," kata Rita Steffen, MD, ahli gastroenterologi anak di Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio, Amerika, dikutip dari Parents.

Bunda, berikut gejala flu perut:

- Demam
- Muntah lebih sering setiap hari
- Diare
- Rewel dan mudah marah
- Lebih lamban dari biasanya
- Nafsu makan menurun
- Kram perut, sakit otot, dan sakit kepala pada anak yang lebih besar

Gejala ini umumnya muncul satu hingga tiga hari setelah si kecil terkena pencetusnya. Risiko utama dari flu perut bukan dari gejala, melainkan dehidrasi saat sakit perut dan diare.

Jika Bunda menemukan gejala-gejala ini, sebaiknya segera telepon dokter. Dokter biasanya akan memeriksa demam anak.

Ilustrasi anak demam/ Foto: iStock

Pencegahan dan pengobatan

Flu perut bisa menular dari makanan atau mainan anak. Penyakit ini bisa sangat membahayakan karena dapat menular tanpa muncul gejala.

Cara paling mudah untuk tidak tertular adalah rajin cuci tangan dan mandi setelah berkunjung ke tempat umum. Selain itu, Bunda harus sering-sering mengelap meja dan membersihkan toilet duduk.

Dokter biasanya menyarankan untuk menghindari pemakaian obat anti-diare. Bukan cuma mengurangi kerja sistem pencernaan, tapi juga membuat anak sulit melawan sakitnya.

Flu perut bisa sembuh tergantung sistem imun dan virus yang menyerang anak. Penyakit dapat menyerang satu atau dua hari hingga sekitar 10 hari.

"Anak-anak mudah muntah selama satu atau dua hari, tapi diare bisa berlangsung lebih dari seminggu," ujar David B. Nelson, MD, pimpinan dan profesor pediatrics di Georgetown University Hospital di Washington.

Bunda harus tetap memberikan ASI pada si kecil meski terserang sakit ini. ASI bisa menjadi antibodi yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Nah, untuk anak yang lebih besar, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pemberian cairan yang tepat.

Jangan lupa juga penuhi nutrisi dengan memberikan makanan yang tidak berat, seperti pisang, nasi, roti, atau kentang. Paling penting tentunya mengatasi demam dan biarkan anak cukup istirahat.

Bunda, simak juga tips pertolongan pertama saat kaki anak keseleo di video berikut:

(ank/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Tingkah Anak Artis saat Sahur Ramadhan 2026, Ada yang Masih Tidur di Meja Makan

Parenting Nadhifa Fitrina

Ini yang Bikin Hubungan Intim Suami Istri Lebih Sehat Menurut Studi

Kehamilan Annisa Karnesyia

7 Potret Kehidupan Artis Cilik 90'an Kini Sudah Punya Anak, Terbaru Ada Tina Toon

Mom's Life Nadhifa Fitrina

7 Ciri-ciri Kepribadian Orang yang Suka Ngaret

Mom's Life Amira Salsabila

Sengaja Tidak Sahur demi Kurus, Amankah? Waspadai Risiko Ini!

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ciri Orang Memiliki Energi Positif, Bikin Nyaman Orang Sekitar

Potret Tingkah Anak Artis saat Sahur Ramadhan 2026, Ada yang Masih Tidur di Meja Makan

Sengaja Tidak Sahur demi Kurus, Amankah? Waspadai Risiko Ini!

Ini yang Bikin Hubungan Intim Suami Istri Lebih Sehat Menurut Studi

7 Ciri-ciri Kepribadian Orang yang Suka Ngaret

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK