HaiBunda

PARENTING

Bunda, Hindari 4 Hal Ini Saat Mengajari Anak Berempati

Melly Febrida   |   HaiBunda

Jumat, 03 Apr 2020 17:22 WIB
Ilustrasi cara mengajari anak berempati/ Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta - Sebagian besar orang tua mungkin beranggapan, anak-anak zaman sekarang kurang memiliki rasa empati. Padahal, orang tua tentu menginginkan anaknya memiliki empati. Tapi, bagaimana caranya?

Inilah pentingnya orang tua mengasuh anak dengan menunjukkan empati, yakni peduli dan turut merasakan yang dialami anak-anak lain. Tunjukkan di hadapan anak karena ini berhubungan dengan perkembangan sikap dan perilaku sosial anak-anak.


Menurut psikolog Roslina Verauli, M.Psi, orang tua bisa mengajari anak untuk membantu orang lain tanpa pamrih. Perilaku ini sering disebut perilaku prososial.


"Perilaku prososial perlu diasah sejak dini, seiring dengan kemampuan daya pikir si kecil. Tujuannya, agar si kecil mampu menyikapi sebuah permasalahan serta memberikan solusi yang tepat dan penuh empati," kata wanita yang akrab disapa Vera ini.

Ilustrasi mengajari anak berempati/ Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Saat mengajari anak untuk mengembangkan rasa empati, ada beberapa hal yang tak boleh orang tua lakukan, yakni:

1. Ancaman atau hukuman fisik

Dijelaskan Raksha Bharadia dalam buku Roots and Wings 1, mengancam atau menghukum untuk memperbaiki perilaku anak-anak itu tidak produktif. Jadi, Bunda tidak perlu memberikan ancaman atau hukuman fisik.

2. Perlakuan tidak konsisten

Bharadia juga memaparkan, perilaku tidak konsisten dan penolakan orang tua saat anak-anak membutuhkan kasih sayang, berkaitan erat dengan rendahnya tingkat emosi pada anak.

3. Ayah melakukan kekerasan fisik

Perlu Bunda ketahui, jika kerap terjadi kekerasan fisik di antara orang tua dan anak melihatnya, anak akan tumbuh dengan rasa empati yang rendah.

"Mereka biasanya tidak mampu mengenali kondisi emosional orang lain dan tidak bisa merespons dengan pantas," ujar Bharadia.


4. Berikan imbalan

Memberikan imbalan atau menyuap agar anak memperbaiki perilakunya, ternyata tidak produktif, Bunda. Memberi imbalan hanya membuat anak terpusat perhatiannya pada imbalan, bukan alasan di baliknya. Perilaku yang diharapkan pun jadi berkurang atau menghilang ketika hadiah ditarik.

Bharadia kemudian mengimbau, orang tua harus ingat agar tidak terlalu mengharapkan empati dari anak-anak yang masih kecil. Bunda bisa menganjurkan empati, tapi jangan mengharapkan kesempurnaan.

Bunda, simak juga cara Meisya Siregar mendidik ketiga anaknya, dalam video Intimate Interview berikut ini:



(muf/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Siti Badriah & Krisjiana 'Pacaran' ke Yogyakarta, Seru Naik Delman hingga Makan di Lesehan

Mom's Life Amira Salsabila

6 Pasangan yang Rujuk Tidak Jadi Cerai, Terbaru Audi Marissa & Anthony Xie

Mom's Life Arina Yulistara

Intip 5 Potret Aqila, Anak Bungsu Anisa Rahma yang Selalu Kompak dengan Kakak Kembarnya

Parenting Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang yang Sering Kirim Chat, Foto & Link ke WhatsApp Sendiri

Mom's Life Amira Salsabila

10 Resep TikTok yang Bikin Ingin Dibuat Berulang Kali Saking Enaknya

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Siti Badriah & Krisjiana 'Pacaran' ke Yogyakarta, Seru Naik Delman hingga Makan di Lesehan

Intip 5 Potret Aqila, Anak Bungsu Anisa Rahma yang Selalu Kompak dengan Kakak Kembarnya

6 Pasangan yang Rujuk Tidak Jadi Cerai, Terbaru Audi Marissa & Anthony Xie

Ciri Kepribadian Orang yang Sering Kirim Chat, Foto & Link ke WhatsApp Sendiri

10 Resep TikTok yang Bikin Ingin Dibuat Berulang Kali Saking Enaknya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK