sign up SIGN UP search


parenting

13 Cara Memahami Psikologis Anak, Beri Perhatian hingga Berempati

Melly Febrida Selasa, 28 Apr 2020 09:11 WIB
Waktu berkualitas hingga dengarkan cerita anak
Little cute preschool girl embracing tired, upset mother, single mum with daughter, support, compassion, care, help, say sorry, good relationships of mum and child, motherhood caption
Tips memahami psikologis anak:

1. Pengamatan

Sagari Gongala, B.Sc, ahli parenting bersertifikat dari Yale University menjelaskan, salah satu cara paling sederhana, namun paling efektif untuk belajar tentang psikologi anak adalah observasi.


Caranya, Bunda menunjukkan minat terhadap apa yang dilakukan atau dikatakan anak-anak. Amati tindakan, ekspresi, dan temperamen anak saat makan, tidur, dan bermain.

"Ingatlah bahwa anak Anda unik dan mungkin memiliki kepribadian yang menonjol, bahkan saat ia tumbuh. Jadi, hindari membandingkan anak Anda dengan anak-anak lain, karena itu tidak hanya menambah stres dalam pengasuhan, tapi juga membuat anak merasa rendah diri," kata Gongala.

2. Waktu berkualitas

Orang tua zaman now sangat sibuk, sampai-sampai ketika mengurus anak saja bersamaan dengan mengerjakan hal lain. Orang mengenalnya dengan sebutan multitasking.

Namun, Gongala mengimbau agar para orang tua yang menghabiskan waktu bersama anak dengan cara multitasking, saatnya untuk berubah.

"Jika Anda ingin memahami anak-anak Anda, Anda perlu menyediakan waktu untuk mereka," ujarnya.

Bunda mungkin harus mendedikasikan waktu untuk berbicara dan bermain dengan anak-anak, dan menghabiskan waktu berkualitas yang memungkinkan orang tua memahami psikologi anak-anak.

"Waktu berkualitas tidak selalu berarti berbicara atau melakukan sesuatu bersama. Terkadang orang tua bisa duduk bersama dan diam-diam mengamati mereka untuk mengumpulkan beberapa wawasan tentang kepribadian mereka," tuturnya.

3. Perhatian penuh

Gongala mengatakan, anak-anak layak mendapatkan perhatian penuh dari orang tuanya. Kalau Bunda mencoba berbicara dengan anak saat memasak, menyetir, atau melakukan sesuatu yang lain, kemungkinan Bunda tidak dapat wawasan yang paling penting, yang mungkin anak beritahukan tentang dirinya sendiri.

4. Perhatikan lingkungan

Penelitian telah membuktikan, perilaku dan sikap anak sebagian besar dibentuk lingkungan tempat ia dibesarkan.

Selain itu, penelitian juga membuktikan, lingkungan dapat memengaruhi perkembangan otak anak, yang pada gilirannya memengaruhi perkembangan bahasa dan keterampilan kognitifnya.

"Perilaku anak Anda sebagian besar tergantung pada sifat orang yang ada di sekitarnya, dan bagaimana mereka berinteraksi dengannya. Luangkan waktu untuk memperhatikan suasana di rumah dan sekolahnya," ujar Gongala.


5. Memahami fungsi otak anak

Gongala mengatakan, otak dibentuk dari pengalaman yang dimiliki anak, dan pada gilirannya berdampak pada bagaimana anak merespons berbagai situasi.

"Memahami bagaimana fungsi otak anak dapat membantu Anda belajar tentang perilaku anak, pengambilan keputusan, kemampuan sosial, logis, dan kognitifnya," katanya lagi.

6. Dengarkan anak bercerita

Berbicara itu baik, tetapi mendengarkan itu penting saat Bunda atau Ayah berbicara dengan anak.

"Mulailah percakapan yang membuat anak Anda berbicara, kemudian dengarkan apa yang ingin mereka katakan. Anak-anak mungkin tidak dapat mengekspresikan diri mereka dengan jelas, itulah sebabnya Anda harus memperhatikan kata-kata yang mereka gunakan dan isyarat non-verbal mereka juga," jelas Gongala.

Cobalah Bunda fokus pada nada, ekspresi, dan bahasa tubuhnya.

"Anda tidak hanya harus mendengarkan, tetapi juga memberi tahu anak Anda bahwa mereka didengarkan dan diperlakukan dengan serius," ujarnya.

Tetapi, berhati-hatilah untuk tidak berbicara terlalu banyak atau mengajukan terlalu banyak pertanyaan, karena hal itu dapat membuat anak jadi tertutup.
Pahami ekspresi anak hingga jangan berasumsi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi