sign up SIGN UP search


parenting

10 Manfaat Ajak Anak Balita Bikin Kue Lebaran, Bisa Lupa Gadget Lho

Melly Febrida Rabu, 20 May 2020 13:46 WIB
happy family in the kitchen. mother and  child son preparing the dough, bake cookies Ilustrasi ibu dan anak balita bikin kue/ Foto: Getty Images/iStockphoto/evgenyatamanenko
Jakarta -

Anak-anak balita begitu bersemangat kalau diajak memasak atau ikut membuat kue Lebaran. Meski ujung-ujungnya dapur jadi berantakan, baking bersama anak ini banyak manfaatnya, Bunda.

Dikutip Baby Gaga, dikatakan seorang penulis yang juga blogger, Loraine Balita-Centeno, mengizinkan anak membantu Bunda membuat mereka merasa penting, dihargai, dan dicintai. Bahkan, balita bisa membantu mengerjakan tugas-tugas sederhana di rumah, termasuk ikut bikin kue di dapur.

Pas banget nih kalau Bunda lagi sibuk bikin kue Lebaran, ajak si kecil ke dapur ya. Berikut ini 10 manfaat mengajak anak balita bikin kue:


1. Membantu jauh dari gadget

Centeno mengatakan, mengajak anak membuat kue memberi kesempatan menjauh dari gadget. Banyak penelitian menunjukkan bahwa paparan gadget yang berlebihan bisa memengaruhi rentang perhatian mereka.

"Anak-anak yang menghabiskan banyak waktunya bermain game di ponsel cenderung menjadi lebih mudah marah. Memanggang adalah cara untuk membatasi waktu layar mereka saat melawan kebosanan," jelasnya.

2. Meningkatkan fokus dan perhatian

Tugas-tugas sederhana seperti mengayak tepung memungkinkan anak-anak untuk meningkatkan fokus dan perhatian mereka. Bunda akan kagum dengan cara anak-anak mencoba berkonsentrasi.

Ilustrasi ibu dan anak bikin kueIlustrasi ibu dan anak bikin kue/ Foto: Getty Images/ArtistGNDphotography

3. Pengalaman sensorik

Membuat kue merupakan pengalaman indrawi yang luar biasa. Kata Centeno, ini melibatkan semua indera balita. Anak berkesempatan menyentuh tekstur yang berbeda saat membuat adonan, serta membentuk adonan. Anak juga bisa melihat perubahan warna ketika mencampur bahan, bisa mencium aroma roti saat dimasak dalam oven, dan mereka bisa merasakan ketika makanan itu jadi.

4. Kesempatan belajar matematika dan sains

Bunda bisa mengajari anak-anak tentang satuan ukuran, konsep-konsep seperti semakin banyak atau paling sedikit, atau bagaimana bahan yang berbeda ukuran dan menafsirkan angka dalam resep.

"Anda dapat membahas topik seperti keadaan materi (padat, cair, gas), lalu diskusikan bagaimana perubahan materi dari satu kondisi ke kondisi lain, misalnya ketika Anda memasukkan campuran cokelat ke dalam freezer," jelas Centeno.

5. Belajar makanan sehat

Membuat kue memberi orang tua kesempatan untuk mengajari anak-anak tentang makan sehat dan bernutrisi. Orang tua juga bisa memanfaatkan waktu ini untuk menjelaskan ke anak efek mengonsumsi makanan pada tubuh. Begitu juga tentang pentingnya membaca label produk untuk mengetahui nilai gizi dari apa yang mereka masukkan ke dalam makanan.

6. Mengajari keterampilan

Membuat kue itu keterampilan. Ini akan sangat berharga ketika anak-anak tumbuh dewasa. "Mengajari mereka cara membuat kue memungkinkan mereka untuk mengembangkan keterampilan yang akan membantu mereka jadi mandiri di masa depan, itu mengajarkan mereka untuk mandiri, jadi kreatif," kata Centeno.

7. Lebih menghargai makanan

Melibatkan anak-anak bikin kue bisa membuat mereka menghargai kerja keras yang dilakukan, seperti menyiapkan bahan-bahan. Semakin sering anak terlibat di dapur, mereka semakin tertarik pada makanan dan ingin makan atau menikmatinya.

8. Aktivitas bonding yang menyenangkan

Bikin kue bisa jadi aktivitas yang meningkatkan bonding anak dan orang tua. Ini akan diingat anak-anak saat dewasa. Ini juga merupakan kegiatan yang bagus untuk memperkuat ikatan saudara kandung. Anak-anak belajar kerja tim dan keterampilan sosial yang berharga, saat mereka kelak bekerja sama untuk mencapai tujuan.

Dikutip dari Psychology Today, memasak juga bermanfaat melatih anak menyelesaikan masalah, Bun. Jamie Krenn, Ph.D, asisten profesor psikologi dan pendidikan di Columbia University menyarankan, cobalah ajak anak membuat makanan yang mudah lebih dahulu.

9. Kembangkan otot tangan

Baking memberi banyak kesempatan untuk menggunakan kedua tangan dan meregangkan otot mereka. Memutar adonan, mencampur bahan, atau menggulung adonan menjadi bentuk-bentuk tertentu, memperkuat otot tangan dan jari anak.

"Ini meningkatkan kontrol tangan dan jari mereka, sehingga membuat mereka lebih baik dalam melakukan tugas-tugas lain seperti menulis," kata Centeno.

10. Tingkatkan koordinasi tangan-mata balita

Mengajak anak balita baking pastinya bikin berantakan. Inilah yang membuat orang tua memilih bikin kue saat anak tidur. Padahal, tugas-tugas sederhana seperti memasukkan bahan ke dalam mangkuk, mencampur cairan dan bubuk, mengukur, dan menuangkan campuran ke dalam mangkuk, sangat membantu meningkatkan koordinasi tangan-mata balita.

Sementara itu, dijelaskan Chef Stefu Santoso dari Association of Culinary Professionals Indonesia (ACPI), usia tepat anak diajak memasak itu tergantung kegiatan di dapur yang hendak anak lakukan.

"Kalau ditanya dari usia berapa anak sudah mampu diajak memasak? Kembali lagi tergantung kedewasaan mereka," kata Chef Stefu.

Misalnya persiapan bikin kue, menurut Chef Stefu, enggak ada kegiatan yang berpotensi bahaya. Beda dengan aktivitas memanggang. Makanya, Chef Stefu menekankan, sesuaikan lagi usia anak dengan kegiatan apa yang akan kita lakukan bareng mereka di dapur. Misalnya memotong sayuran, anak usia prasekolah enggak masalah kok melakukannya.

Bunda, simak juga yuk dua anak artis memasak telur, dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi