sign up SIGN UP search


parenting

8 Tanda Anak Siap Toilet Training, Bunda Perlu Tahu

Melly Febrida Jumat, 14 Aug 2020 15:49 WIB
Young smiling mother sitting on floor at living room and teaching her 10 months old baby boy how to use chamber pot caption
Jakarta -

Melatih anak mau toilet training katanya harus telaten. Tapi, ada juga yang meyakini bahwa bayi sejak lahir sudah bisa mengkomunikasikan kebutuhan toilet mereka. Lantas usia berapa sebenarnya anak siap untuk toilet training?

Di tahap awal, Bunda mungkin memilih untuk bolak balik mengajak anak ke toilet saat ingin pipis atau BAB. Tapi, ini benar-benar butuh kesabaran ya, Bunda. Kalau telat sebentar saja, bisa-bisa mereka pipis di celana alis ngompol.

"Kebanyakan, masalah dalamĀ toilet training ini akibat mencoba melatih anak sebelum mereka siap, secara fisik, psikologis atau keduanya. Ini mengakibatkan balita stres, banyak kecelakaan, dan jauh lebih banyak pekerjaan ketimbang jika Anda menunggu," kata Sarah Ockwell-Smith, spesialis metode Gentle Parenting dalam buku The Gentle Parenting Book.


Ockwell-Smith menambahkan, balita nantinya akan belajar toilet training dengan sendirinya apabila orang tua sabar. "Jika Anda membiarkan anak Anda mengontrol keputusan kapan mereka siap untuk melakukan ini, segalanya akan jauh lebih mudah," ujarnya.

Menurut Ocwell-Smith, usia rata-rata yang menunjukkan anak sudah siap untukĀ potty training sekitar 24 hingga 25 bulan. Bunda bisa melatihnya setiap siang hari, sebelum anak berusia 3 tahun.

Pada anak yang berusia tiga atau empat tahun, saat malam hari tidak masalah kalau masih pakai popok atau 'kecelakaan' ngompol. Untuk malam hari, memang seringnya sudah keburu ngompol. Jadi butuh waktu agar bebas popok di malam hari.

Namun, kalau Bunda belum yakin anak siap belajar lepas popok harap lebih bersabar ya. Pelajari juga yuk, beberapa tanda umum anak siap untuk toilet training berikut ini:

1. Popoknya kering pada pagi hari.
2. Anak mungkin hanya buang air besar di siang hari.
3. Anak sadar akan pipis atau BAB.
4. Anak mungkin meminta Bunda untuk mengganti popoknya.
5. Anak akan memberi tahu Bunda (secara lisan atau lainnya) kapan mereka perlu ke toilet.
6. Anak akan meminta untuk mengenakan celana atau celana dalam.
7. Anak mungkin akan meminta untuk menggunakan toilet.
8. Anak mungkin tertarik pada anggota keluarga lain yang menggunakan toilet.

cute six months old baby boy siting on the blue potty early development concept8 tanda anak siap toilet training/ Foto: Getty Images

Ketika saatnya tiba untuk memulai toilet training, sekali lagi, lanjut Ockwell-Smith, berikan kendali ke anak sebanyak mungkin dalam prosesnya. Inilah kuncinya. Termasuk mengizinkan anak memilih toilet mereka sendiri, memilih di mana toilet diletakkan, memilih celana sendiri setiap hari.

Cara lainnya, Bunda bisa memberikan buku tentang toilet training, mengizinkan anak pergi ke toilet bersama Bunda, mengamati kakak-kakaknya menggunakan toilet dan berbicara ke anak tentang pergi ke toilet atau menggunakan toilet.

Dr Samantha Rodman seorang psikolog dari Potomac, AS, pernah membagikan pengalamannya tentang toilet training anaknya. Ia melatih anak pertamanya toilet training sejak umur sembilan bulan. Baginya, melatih si kecil toilet training cukup 'PR', Bunda. Gimana enggak, sampai umur 2 tahun si kecil belum juga lulus toilet training.

"Saya latih anak pada malam hari dan hingga dua tahun lebih ia belum terlatih juga. Belum lagi saat itu saya tengah mengandung anak kedua. Indra penciuman jadi sensitif dan suatu saat seorang ibu asal Eropa yang saya temui berhasil melatih anaknya. Hal tersebut membuat saya bersemangat untuk menuntaskan hal ini," tutur Samantha dikutip dari drpsychmom.

Nah, Bunda, tetap semangat dalam mendampingi anak-anak toilet training ya.

Bunda, simak juga yuk penyebab anak cacingan dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi