PARENTING
Sedih, Bayi 5 Bulan Meninggal karena Bidan Diduga Salah Kasih Obat
Asri Ediyati | HaiBunda
Sabtu, 29 Aug 2020 09:48 WIBSeorang perempuan asal Bojonegoro membagikan pengalaman pahit di media sosial Twitter tentang keponakannya yang masih berusia 5 bulan 10 hari. Keponakannya yang bernama Rahma Sheva itu meninggal karena bidan diduga salah memberikan obat.
Perempuan dengan akun @AllayaBie ini mengungkap bahwa ia andil dalam mengasuh keponakannya karena iparnya (ibunda Sheva) dalam keadaan sakit dan sudah dua bulan keluar masuk rumah sakit.
Dalam thread yang ia tulis, pada 22 Agustus keponakannya terlihat tak enak badan dan manja. Ia sering sekali minta susu. Pemilik akun @AllayaBie ini mengaku tak tahu kalau itu adalah gejala dehidrasi.
Keesokannya, Sheva mengalami mencret dan bila dilihat dari video, keadaannya sudah lemas dan kantung matanya sudah cekung. Sore harinya, Sheva dibawa ke bidan untuk diperiksa dan diberi obat.
"Sore sekitar jam 4 habis ashar saya bawa ke bidan untuk diperiksa dan dikasih obat ini. Saya dan keluarga saya sebagai orang awam enggak tahu menahu soal bahaya obat (inamid) tersebut buat bayi seusia 5 bulan itu," tulisnya.
Bukan malam membaik, kondisi Sheva makin menurun. Suhu badan makin tinggi, lemas, dan sering mencret. "Bahkan setelah diganti popok dia mencret lagi," tambahnya.
Makin khawatir dengan kondisi keponakannya, ia dan kakaknya membawa Sheva ke puskesmas sekitar pukul 21.00 WIB. Begitu sampai, situasi puskesmas sama sekali tak sesuai dengan ekspektasinya. Kondisi puskesmasnya sepi, Bunda.
Dia beberapa kali memberi salam, namun pada salam kelima, perawat baru merespons dan mendatanginya. Usai memberi tahu kronologi kejadian yang dialami Sheva, perawat meminta untuk menunggu reaksi obatnya.
"Pulang dulu ya bu, balik lagi klo matanya cekung, bibir biru dan mencret 7x lagi," kata perawat itu.
Tak mendapat jawabannya yang puas dan masih merasa khawatir, sekitar pukul 22.00 WIB, Sheva dibawa ke rumah sakit terdekat. Ia dilarikan ke IGD dan ditangani oleh dokter.
Dari hasil pemeriksaan, Sheva dianjurkan dirawat inap. Keesokannya pada 24 Agustus, kondisi Sheva menurun lagi padahal sudah diinfus. Setelah diperiksa kondisi kesehatannya, Sheva pun dirujuk ke rumah sakit lain.
"Di tengah perjalanan (dalam ambulans) Dede Sheva sempet kejang, saya panik suster panik dan disuntik obat kejangnya, suntikan ke-2 jarum suntik loncat jatuh ke bawah. Setelah ketemu disuntik lagi," tulisnya.
"Karena keadaan sudah kritis. Saya yang gendong disuruh ngajak ngobrol Dek Sheva, nyemangatin dia biar terus sadar dan enggak tertidur," sambungnya.
Begitu sampai rumah sakit, Sheva pun ditangani oleh tiga dokter. Kondisi Sheva saat itu sudah kritis, ada pembuluh darah yang pecah akibat demam dan satu-satunya harapan adalah menyelamatkan jantungnya.
Sayangnya, nyawa Sheva sudah tak tertolong setelah azan zuhur berkumandang, Bunda. Keluarga hanya bisa pasrah dan ikhlas.
Dia mengatakan, memburuknya kondisi keponakannya karena obat (Inamid) yang diberikan bidan. Itu karena dosisnya yang terlalu tinggi untuk bayi 5 bulan.
"Kita baru tahu bahwa obat itu tidak dianjurkan buat dede karena dosisnya terlalu tinggi, bahkan obat tersebut sudah merusak otak dan syaraf dede sehingga pembuluh darah pas dibawa ke RS telah pecah. Keadaan sudah sangat buruk hingga tidak bisa ditolong," tuturnya.
Kabar terkini, setelah tread-nya dibuat, pihak yang bersangkutan sudah minta maaf dan mendatangi rumahnya.
"Masalah ini juga sudah ditangani oleh pihak yg lebih wajib," tulisnya.
"Ambil sisi positifnya semoga mendapat pembelajaran yang lebih lagi dalam menangani nyawa masyarakat, Amin. Bahkan orang dinas dan bupati sudah bergerak, terimakasih. Masalah juga sudah selesai. Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih dan sekali lagi titip do'a buat Dek Sheva," sambungnya.
Selamat jalan Sheva, surga menantimu ya Nak.
Simak juga penjelasan dokter bahwa diare tak boleh dianggap sepele:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Miris, Balita 2 Th Meninggal Kelaparan di Samping Ayah yang Tewas akibat Serangan Jantung
Bayi Usia 54 Hari Meninggal Usai Diberi Jamu, Ini Penjelasan Dokter Anak
Bayi 7 Bulan Meninggal Akibat Kawasaki, Sang Ayah Sesali Diri
Pelajaran dari Kasus Balita di India yang Meninggal Akibat Tersetrum Charger
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang dengan Kecerdasan Emosional dari 'Kebiasaan Buruk'
5 Kebiasaan Orang Kaya yang Membuatnya Hidup Semakin Sukses
Fakta Mengejutkan Tragedi Pura-pura Hamil di Balik Kasus Taylor Parker yang Diangkat di Netflix
11 Ucapan Orang Tua yang Membantu Anak Tumbuh Lebih Cerdas
Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin D untuk Promil, Bagus untuk Suami Istri
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Deep Fryer Kecil Multifungsi Stainless Steel Anti Lengket dan Tahan karat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sampul Buku Lengkap dari Aesthetic, Plastik Bening, Cokelat, dan Warna
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Alat Pel Lantai yang Bagus dari Putar, Tanpa Bilas & Otomatis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Hair Tonic Bantu Atasi Rambut Rontok
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Rekomendasi Vitamin D untuk Promil, Bagus untuk Suami Istri
Cara Mengenali Orang dengan Kecerdasan Emosional dari 'Kebiasaan Buruk'
11 Ucapan Orang Tua yang Membantu Anak Tumbuh Lebih Cerdas
Fakta Mengejutkan Tragedi Pura-pura Hamil di Balik Kasus Taylor Parker yang Diangkat di Netflix
5 Kebiasaan Orang Kaya yang Membuatnya Hidup Semakin Sukses
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Lirik Lagu Peluk Aku Sekarang! - Bernadya feat. Perunggu
-
Beautynesia
5 Fakta Kepribadian Orang yang Makannya Lambat
-
Female Daily
MASSHIRO&Co. Rayakan 1 Dekade Lewat The Summer Capsule 2026!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Bestie! Kim Mu Yeol & Heo Nam Jun Saling Support Usai Dramanya Viral di 2026
-
Mommies Daily
7 Event Jakarta 29 Juni–5 Juli 2026, dari Jakarta X Beauty hingga Konser Seru