sign up SIGN UP search


parenting

6 Manfaat Kotak Makanan untuk Bantu Atasi Anak yang Picky Eater

Melly Febrida Senin, 07 Sep 2020 12:38 WIB
camilan prkatis untuk bekal anak caption
Jakarta -

Anak-anak biasanya membawa bekal makan siang di kotak makanan ketika sekolah. Namun, di masa pandemi ini Bunda  tentu tak melakukan lagi. Meski begitu, Bunda bisa tetap membuatkan bekal dalam kotak makanannya ketika anak sekolah di rumah. Cara ini ternyata bagus untuk anak yang suka pilih-pilih makanan alias picky eater.

Bunda bisa membuat makanan dengan tampilan yang menarik agar menggugah selera anak yang picky eater atau menyelipkan kata-kata penyemangat nih.

"Kotak makan siang seringkali bisa menjadi satu-satunya sumber kenyamanan jika mereka mengalami hari yang sangat menegangkan atau berat," kata Dr. Sanam Hafeez, PsyD, seorang neuropsikolog saraf yang berbasis di New York City, dikutip dari Romper.


Meluangkan waktu dan perhatian lebih ke dalam kotak makan siang anak dapat menjadikan waktu makan siang menyenangkan, dan bahkan membuka pikiran anak-anak pada beberapa makanan baru.

Berikut alasan dari beberapa ahli bahwa kotak makan siang bisa sangat membantu orang tua mengatasi anak yang picky eater:

1. Kotak makanan membuat picky eater terlibat dalam memilih

Jessica Hilton, MS, RD, CDN, ibu dua anak dan ahli diet terdaftar yang berpraktik di bagian utara New York, menyarankan agar anak dapat memilih apa yang mereka inginkan, sehingga anak merasa lebih memegang kendali dan tahu apa yang diharapkan. Salah caranya dengan membuat anak terlibat dalam proses belanja bahan makanan.

"Biarkan mereka memilih satu bahan baru setiap minggu saat Anda berbelanja sehingga mereka bersemangat mencoba makan siang minggu itu," katanya

Bunda juga sebaiknya bersikap terbuka, tak masalah jika itu tidak selalu menjadi pilihan yang 'paling sehat' (seperti puding atau jelly). Intinya cobalah membuat anak bersemangat dengan makanan, dan mencoba hal-hal yang berbeda.

"Menawarkan sesuatu yang Bunda tahu mereka akan makan, dikombinasikan dengan satu atau dua pilihan yang mungkin mereka makan, adalah cara yang baik untuk memperkenalkan makanan," tambahnya.

Selain itu, jangan berharap pilihan makan anak berubah dalam semalam. Hilton bilang setidaknya dibutuhkan 10-12 perkenalan untuk makanan baru. "Terutama jika itu sayuran, sebelum anak mengatakan mereka menyukainya," ujarnya

2. Kotak makanan untuk perkenalan makanan baru

Hilton mengatakan anak-anak sangat penting mendapatkan nutrisi yang seimbang. Tapi, ini tidak selalu harus terjadi selama jam sekolah.

"Anak perempuan saya lebih suka [makanan yang] gurih dan manis, dan sangat tidak menyukai sayuran. Jadi di kotak makan siangnya, kami menawarkan makanan yang kami tahu akan dia makan seperti protein tanpa lemak, buah, keripik rendah natrium dengan bahan-bahan minimal, dan sebatang granola," kata Hafeez.

Lalu, saat pulang, Hafeez akan menawarkan buah atau sayur sebagai camilan pertamanya. Kalau hanya di rumah, Bunda juga dapat menawarkan lebih banyak pilihan. Apabila Bunda mengetahui yang anak sukai, cobalah memasukkannya ke dalam makan siangnya.

"Jika anak Anda pemilih makanan atau gugup makan di sekitar orang lain, memiliki rasa yang mereka kenal dapat membuat mereka merasa seperti di rumah sendiri," jelas Hafeez.

3. Kotak makan bisa membawa pesan

Bunda termasuk yang mempraktikkan afirmasi positif dalam kehidupan sehari-hari? Cobalah memberikan catatan di kotak makan anak. Catatan tersebut yang menyemangati anak-anak, berupa pernyataan singkat, sederhana, dan menegaskan diri dapat membantu anak-anak merasa lebih positif tentang makan, serta mengajari mereka pelajaran hidup yang bermanfaat,

"Pesan yang kami sampaikan kepada anak-anak kami menjadi suara hati mereka. Kecenderungan alami manusia adalah untuk mengalahkan diri sendiri dan membenci diri sendiri, tetapi pesan positif ini sebenarnya mengajari anak-anak kita untuk menyayangi diri sendiri, memperoleh kepercayaan diri, dan mempraktikkan cinta diri," jelas Michelle Maidenberg, Ph.D., seorang psikoterapis yang berpraktik di Westchester County, New York.

Kalau Bunda bingung mau menuliskan apa, Maidenberg menyarankan mencari sumber dari online.

Japanese lunchboxJapanese lunchboxBerikan Makan di Kotak Makan Bisa Bantu Anak Picky Eater/ Foto: iStock

4. Kotak makan menjadi alat untuk mengekspresikan diri

Dalam beberapa kasus, kotak makan siang mewakili bentuk ekspresi diri anak, baik itu dari warna favorit, pahlawan super kesukaan anak, atau karakter televisi favoritnya.

"Dalam kasus di mana seorang siswa diharuskan mengenakan seragam, kotak makan siang mewakili satu-satunya cara mereka untuk mengekspresikan diri mereka kepada teman dan guru," kata Dr. Hafeez.

Dengan membiarkan anak memilih kotak makan siangnya, Hafeez mengatakan dapat menjadi jalan keluar bagi anak untuk mengekspresikan diri mereka..

5. Kotak makan menjaga rasa dan tekstur berbeda di kompartemen sendiri

"Anak yang pilih-pilih makanan sering kali kewalahan ketika mereka melihat semua makanan bersama-sama di kotak makanan, terutama jika semua makanan saling bersentuhan," jelas Hilton.

Apabila Bunda membeli kotak makan siang dengan kompartemen terpisah, anak-anak dapat melihat semua pilihan tanpa merasa stres.

Anak-anak yang rewel juga biasanya tidak suka makanan yang 'berantakan' jadi kuncinya adalah menghindarinya. Kotak makan siang bergaya kotak bento yang trendi sangat cocok.

6. Kotak makan memberi rasa yang konsisten

Ajak anak berbelanja untuk memilih kotak makan siang dan jadikan itu momen yang menyenangkan.

"Membiarkan anak Anda memilih kotak makan siangnya sendiri menawarkan momen kemandirian bagi mereka," kata Hilton.

Kemudian, konsisten dengan menggunakan yang kotak makan yang sama setiap harinya. "Jika anak bangga dengan apa yang mereka pilih, mereka kemungkinan besar akan tertarik dengan apa yang ada di dalamnya," jelas Hilton.

Dikatakan Jenny Tschiesche, pakar nutrisi dan penulis Real Lunchtime Food, berhadapan dengan anak picky eater memang bisa memicu stres, tapi cobalah orang tua untuk tetap tenang.

"Semakin santai orang tua, semakin santai anak, dan semakin besar kemungkinan anak untuk makan makanan yang bervariasi," kata Tschiesche.

Jangan berkecil hati dengan mencoba makanan baru. Selera anak-anak berevolusi dengan cepat, jadi apa yang diberikan beberapa bulan lalu mungkin sekarang diterima.

Simak juga tips dari Farah Quinn agar anak mau makan buah dan sayuran:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi