sign up SIGN UP search


parenting

4 Tips agar Nonton Film Bareng Anak di Rumah Lebih Bermanfaat

Melly Febrida Rabu, 07 Oct 2020 16:09 WIB
Happy young mom and child girl laughing holding snack popcorn remote control enjoy funny television comedy movie, smiling family mother with kid girl watching fun humor tv show laugh sitting on sofa caption

Menghadapi masa pandemi, anak-anak pastinya bosan hanya di rumah saja. Dalam kondisi seperti ini, weekend atau weekdays terasa sama saja. Hanya di rumah, bedanya saat weekdays anak-anak bersekolah di rumah.

Hemm..untuk mengisi kejenuhan di rumah saja, Bunda bisa mengajak anak-anak menonton film keluarga nih. Mengutip dari Kidspot, menonton film ini bisa juga dengan cara movie night dengan anak-anak. Cara ini bisa menawarkan waktu dan kesempatan khusus untuk menjalin ikatan dengan semua anggota keluarga Bunda.

Secara tak sadar, momentum seperti ini akan membentuk memori masa kecil yang baik untuk anak-anak. Selain itu, movie night juga mengurangi risiko sibling rivalry, hingga membantu meningkatkan anak untuk fokus belajar.


Berbicara mengenai film keluarga, Stasi McAteer, yang bersama suaminya sedang berkolaborasi dalam sebuah buku tentang cara menonton film bersama anak-anak, mengatakan bahwa menonton film adalah cara yang luar biasa bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama.

"Berbagi tawa dan air mata, atau mempelajari sesuatu yang baru, semuanya merupakan tujuan penting dari seni komunal. Film tidak harus hanya untuk hiburan; mereka dapat membantu keluarga lebih dekat lagi," kata McAteer dikutip Turning Life On.

McAteer mengatakan bahwa cara terbaik menonton film bersama keluarga itu dengan melibatkan hati, pikiran, dan perasaan. "Film adalah cara yang bagus untuk menghabiskan waktu bersama," katanya.

Suatu kali, McAteer mendapat pertanyaan dari beberapa orang tua tentang cara agar anak-anak lebih menghargai film. Ia menjawab yakni dengan mengikuti beberapa aturan sederhana sejak anak-anak masih balita. Apa saja aturannya? Simak ulasannya di bawah ini:

1. Film yang orang tua tak inginkan

"Hindari membiarkan anak-anak menonton film apa pun yang tidak ingin ditonton oleh mereka," katanya.

Misalnya saja, kata McAteer, film yang terasa melelehkan otak, ini mungkin juga tidak baik untuk anak. Dan anggapan film anak-anak seharusnya bodoh atau tidak sopan itu juga kebohongan belaka.

Lantas film apa yang bagus untuk anak? McAteer mengatakan, film terbaik untuk anak-anak juga harus menyenangkan bagi orang dewasa. Seperti Beauty and the Beast (film animasi dari tahun 1991) dan Peter Pan (2003).

2. Ajari anak menyukai film-film hebat sejak awal

McAteer menyebut bahwa sebenarnya tidak ada dasar yang menyebutkan film yang bagus untuk anak-anak itu yang warnanya mencolok, suara bernada tinggi, atau yang hingar-bingar. Faktanya, ada beberapa bukti bahwa ini berbahaya bagi pertumbuhan otak.

"Ketika anak-anak kami masih balita, suami saya menonton film Charlie Chaplin bersama mereka, dan mereka menyukai karena film bisu sangat visual. Kami tidak pernah malu untuk menunjukkan kepada mereka apa pun yang mungkin membosankan, pintar, atau "berlebihan" - ternyata, seperti kebanyakan hal dalam hidup, mereka akan menerima apa pun," ujar McAteer.

Kalau Bunda bingung dengan rekomendasi film yang bagus, McAteer menyarankan meminta rekomendasi teman atau mencari daftar film keluarga yang bagus. Baca ulasan dan perhatikan apa yang ada di daftar "Best Of" setiap tahunnya.

"Kebanyakan kita cenderung mempercayai crowdsourcing daripada pakar. Tapi kami berpendapat bahwa pendapat ahli sangat penting dalam mengevaluasi seni," jelasnya.

Faktanya, para kritikus telah melihat semua film bagus dan jelek, sehingga lebih mampu menilai berdasarkan banyak sekali pengalaman yang tidak dimiliki kebanyakan dari kita.

3. Gunakan film sebagai bentuk seni dengan ikut terlibat

Kebanyakan orang menganggap film (dan terutama TV) sebagai "hiburan tanpa pikiran" atau sesuatu yang mengalihkan dari kehidupan nyata. Tapi nyatanya, film juga dapat mengajar, menantang, dan mencerahkan.

"Jika Anda mempercayai hal ini, dan memilih hiburan yang sesuai, Anda memberi keluarga Anda hadiah yang berharga di zaman sekarang ini: kemampuan untuk terlibat secara kritis dengan media," katanya.

Daripada hanya menonton film secara pasif, McAteer menyarankan untuk membicarakan tentang apa yang ada di layar, bahkan jika perlu menjedanya. Ajukan pertanyaan yang membuat anak berpikir tentang apa yang telah mereka alami, dan jawab sendiri.

"Dorong reaksi emosional mereka. Puji pemikiran kritis mereka. Tunjukkan cara-cara pergeseran norma budaya dari waktu ke waktu, dan minta pendapat mereka tentang moral suatu karakter atau pesan dari sebuah film," jelasnya.

4. Pelajari tentang keajaiban pembuatan film

Menurutnya, seorang anak yang mungkin tidak begitu tertarik dengan film itu dapat terpesona oleh proses artistik, ilmiah, dan mekanis yang digunakan untuk membuatnya. Semakin banyak Bunda belajar tentang bagaimana cerita ditulis, animasi digambar, atau efek khusus dibuat, anak-anak semakin menghargai pekerjaan yang dilakukan untuk hiburan.

"Dan semakin Anda menghormati suatu bentuk seni, semakin dalam penghargaan Anda terhadapnya".

Kalau Bunda benar-benar menikmati sebuah film, pelajari lebih lanjut tentangnya! Temukan apa yang terjadi di balik layar.

"Tahukah Anda bahwa kepingan salju di film It's a Wonderful Life terbuat dari butiran jagung - dan mereka memenangkan Oscar efek khusus? Teknologi apa yang digunakan untuk membantu Tom Hanks memainkan semua karakter itu di The Polar Express?" katanya.

Nah, cara-cara seperti di atas akan membuat aktivitas nonton film bersama anak semakin bermanfaat, Bunda. Selamat mencoba ya!

Bunda, simak juga yuk cerita awal Widuri anak Widi Mulia terlibat dalam film Keluarga Cemara. Klik video di bawah:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi