sign up SIGN UP search


parenting

Hukum Aqiqah Bayi dan Waktu yang Disunahkan untuk Melaksanakannya

Melly Febrida Jumat, 09 Oct 2020 17:35 WIB
A Muslim woman is laying in a hospital bed. She is holding her newborn baby over her shoulder while he sleeps. caption

Kehadiran bayi sudah semestinya disambut dengan suka cita oleh seluruh keluarga. Maka tak heran kalau kelahiran bayi banyak disyukuri dengan berbegai acara. Salah satu yang umum digelar keluarga muslim adalah dengan mengadakan aqiqah. Sebenarnya bagaimana hukum aqiqah?

Menurut Mohammad Irsyad, M.Pd.I., pakar parenting Islami, dalam buku 105 Inspirasi Nabi dalam Mendidik Anak menjelaskan bahwa aqiqah sebenarnya sebagai salah satu bentuk penghormatan atas kelahiran bayi di dunia. Atau, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, atas segala karunia dan rezeki yang telah diberikan. Kemudian dilakukan usaha untuk mendekatkan diri dengan membahagiakan dan memberi makan kepada fakir miskin serta menyenangkan hati seluruh sahabat dan teman.

Selain itu, kata Irsyad, aqiqah merupakan bentuk perubahan pesta (walimah) yang dulu biasa dilakukan orang jahiliyah yang menyambut kelahiran bayinya. 

Diriwayatkan Abdullah bin Buraidah, ia pernah mendengar ayahnya menceritakan, "Dahulu pada masa jahiliyah apabila bayi seseorang di antara kami baru dilahirkan, kami menyembelih kambing dan melumurkan darah kambing ke kepala bayinya. Setelah Allah menurunkan agama Islam, maka kami diperintahkan untuk menyembelih kambing dan mencukur rambutnya serta melumurinya dengan minyak za'faran (HR. Abu Dawud).

Sedangkan untuk waktu pelaksanaannya, Irsyad mengatakan, biasanya dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran bayi. Ini berdasarkan hadist Rasulullah Saw. Diriwayatkan Samurah bin Jundub Ra, Rasulullah Saw bersabda, "Setiap bayi digadaikan oleh aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hati ketujuh, lalu dicukur dan diberi nama." (HR. An-Nasa'i).



Ummu Kurz Ra, menceritakan bahwa beliau pernah bertanya kepada Rasulullah tentang aqiqah, Beliau menjawab, " Untuk bayi laki-laki dua ekor kambing (yang sama besarnya), untuk bayi perempuan seekor kambing, baik kambing jantan maupun kambing betina. Semua boleh, tidak menyulitkan kalian." (HR. Tirmidzi).

Lantas bagaimana hukum aqiqah? "Aqiqah merupakan anjuran Nabi yang sifatnya sunnah muakkad, yakni amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Karena itu, orang tua yang mampu melaksanakannya, lakukan segera," kata Irsyad.

Sementara beberapa ulama seperti Imam Laits dan Hasan Al-Bashri berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah wajib dilaksanakan. Namun pendapat mereka dianggap sangat lemah dan ditolak oleh sebagian besar ulama, Bunda.

Kenapa harus dilakukan segera? Kata Irsyad, menurut Ibnu Qayyim, aqiqah itu memiliki banyak fungsi antara lain:

1. Aqiqah merupakan qurban lillah, yaitu qurban yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah.

2. Kullu maulud murtahan bi 'aqiqatih, yang berarti seorang anak telah melepaskan dirinya dari 'pegadaian'.

3. Fidyah lil maulud atau tebusan untuk anak. Ini bermakna aqiqah merupakan pengorbanan yang dilakukan untuk seorang anak sebagai tebusan sebagaimana Allah mengorbankan seekor kambing sebagai ganti Nabi Ismail

4. Aqiqah untuk keselamatan anak. Dengan aqiqah anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik karena terpelihara dari segala bentuk kejahatan setan

5. Sedekah. Menyuguhkan makanan yang diolah dari kambing untuk fakir miskin, saudara , dan tetangga sebagai ungkapan kebahagiaan atas nikmat yang diperoleh, maka sesungguhnya perbuatan itu termasuk sedekah yang menghadirkan banyak pahala.


Sementara itu, Bahrun Abubakar Ihsan Zubaidi Lc dalam buku Tahapan Mendidik Anak Tauladan Rasulullah, menyebut faidah aqiqah lainnya yakni mengokohkan tuntunan yang disyariatkan dan sekaligus memerangi khurafat (mistik) jahiliyyah.

"Aqiqah membebaskan bayi dari rintangan yang menghambatnya untuk dapat memberi syafaat kepada kedua orang tuanya, atau dari halangan untuk memperoleh syafaat dari kedua orang tuanya," kata Bahrun.

Selain membahas aqiqah, simak juga yuk aturan menjemur bayi baru lahir dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi