sign up SIGN UP search


parenting

Beleken pada Bayi Baru Lahir, Waspadai Jika Mata Merah

Melly Febrida Senin, 21 Dec 2020 13:20 WIB
Baby rubbing it's eyes, feeling sleepy. caption

Jakarta - Bayi yang baru lahir selalu terlihat menggemaskan ya Bunda. Tapi, kok kadang ada beberapa bayi baru lahir mengalami belekan yang cukup banyak hingga berhari-hari. Banyak orang tua baru khawatir melihat kotoran terus keluar dari mata anaknya, hingga kesulitan membuka mata. Sebenarnya hal ini berbahaya enggak sih, Bunda?

Menurut American Academy of Ophthalmology, hampir 20 persen bayi baru lahir memiliki saluran air mata yang tersumbat.  Kondisi ini bisa terjadi karena ujung saluran air mata tidak terbuka dengan baik saat bayi lahir.  Saluran air mata yang tersumbat dapat memengaruhi salah satu atau kedua mata bayi.

Amita Shroff, MD, dokter anak mengatakan bahwa belekan pada bayi baru lahir itu sangat umum terjadi. Apabila bagian mata bayi yang putih (sklera) bening dan tidak kemerahan, tapi belekan kemungkinan besar karena saluran air mata yang tersumbat.

"Sekitar 1 dari 5 bayi lahir memiliki saluran air mata yang belum berkembang sempurna.  Penyumbatan biasanya terjadi di salah Satpam mata tetapi bisa juga di keduanya.  Ini sering hilang dengan sendirinya.  Kompres hangat bisa membantu, tetapi jika berlangsung lama, mungkin perlu dioperasi," kata Shroff dikutip dari WebMD.


Menurut Shroff, dokter biasanya merekomendasikan untuk menunggu dan melihat, karena masalah ini sering hilang dengan sendirinya.  Bunda juga bisa mengompres hangat ke mata yang sakit.


"Jika saluran air mata masih tersumbat dan belekan mata masih berlanjut hingga bayi berulang tahun yang pertama, Anda harus menemui dokter anak Anda.  Mereka mungkin merujuk Anda ke spesialis mata anak, karena mungkin perlu dioperasi," ujar Shroff.

Memang, bayi di bawah dua bulan tidak umum bagi terinfeksi virus. Tetapi terkadang saluran air mata yang tersumbat dapat menyebabkan infeksi seperti konjungtivitis. Apabila mengalami konjungtivitis, terjadi pembengkakan, nyeri, dan kemerahan pada area mata, dan bagian putih mata akan menjadi merah muda atau merah.  

"Kelopak mata bayi Anda mungkin merah, lengket, dan gatal, dan belek yang keluar berwarna kekuningan.  Selain itu, mata mereka mungkin lebih berair dari biasanya.  Infeksi sering dimulai di satu mata dan menyebar ke mata lainnya," jelas Shroff.

Untuk mengobati konjungtivitis yang disebabkan oleh saluran air mata yang tersumbat, Shorff menyarankan untuk coba pijatan lembut hangat dengan tangan yang bersih di antara area mata dan hidung bayi.  Untuk konjungtivitis kimiawi, gejalanya biasanya hanya berlangsung selama 1-3 hari setelah lahir, sehingga tidak diperlukan pengobatan.

"Dan jika aktif, dokter biasanya mengobatinya dengan antibiotik oral," kata Shroff menambahkan.

Sementara, dikutip dari Medical News Today, penyumbatan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 4 hingga 6 bulan. Dan orang tua dan pengasuh dapat merawat bayi dengan saluran air mata yang tersumbat di rumah dengan menyeka cairan dan dengan lembut memijat area tersebut dua kali sehari.


Kotoran mata pada bayi baru lahir ini bisa dibersihkan dengan mencelupkan kain kasa atau kain lembut yang bersih ke dalam air hangat, lalu seka sudut mata dengan lembut.  Jika saluran air mata yang tersumbat memengaruhi kedua mata, selalu gunakan area baru dari kain atau kain kasa untuk membersihkan mata lainnya.

Bunda, jangan lewatkan untuk melihat mitos dan fakta bayi baru lahir dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner YouTube Sacha
(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi