sign up SIGN UP search


parenting

Cara Rumahan Keluarkan Dahak Anak, Pakai Uap Air Panas Bun

Melly Febrida Selasa, 05 Jan 2021 17:32 WIB
The baby looks at the humidifier. Moisture in the home healthy air concept caption

Jakarta - Ketika mengalami batuk berdahak, anak-anak tentu merasa sangat tidak nyaman karena tenggorokannya terasa mengganjal. Sebagai orang tua, kita tentu kasihan sekaligus khawatir melihatnya karena mereka belum tahu bagaimana caranya mengeluarkan dahak tersebut.

Dahak pada anak ini sama seperti dahak pada umumnya. Mengutip Medical News Today, dahak disebabkan lendir yang diproduksi pada paru-paru dan saluran pernapasan bagian bawah.

Lendir membentuk lapisan pelindung di bagian tubuh tertentu, bahkan ketika seseorang dalam keadaan sehat. Lendir mencegah area tersebut mengering dan membantu mempertahankan diri dari partikel asing termasuk virus dan bakteri.


Meskipun tubuh yang sehat membutuhkan beberapa lendir, terlalu banyak lendir justru dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

Kelebihan lendir dapat menyebabkan beberapa penyakit, di antaranya:

1. Infeksi, seperti flu. 

2. Alergi iritasi pada hidung, tenggorokan, atau paru-paru.

3. Kondisi pencernaan, seperti penyakit gastroesophageal reflux atau GERD

4. Penyakit paru-paru, seperti pneumonia.

Lantas bagaimana mengeluarkan dahak pada anak?


Dr Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A(K). MHA pernah mengatakan bahwa lendir atau dahak pada anak bisa dikeluarkan dengan dua cara, yakni batuk dan muntah. Dengan begitu, ia menyarankan untuk memberikannya ekspektoran agar dahak mengencer dan memudahkan anak untuk mengeluarkannya.

Ekspektoran meningkatkan jumlah dahak dan lendir yang dibuat oleh paru-paru sehingga saat batuk, lebih mudah dikeluarkan. Namun ekspektoran tidak sesuai untuk setiap jenis batuk. Dan hindari pula dari penderita emfisema, bronkitis kronis, asma, atau pneumonia.

"Ekspektoran itu itu sebenarnya bukan obat yang meredakan batuk, melainkan mengencerkan. Harapannya, dahak encer, begitu batuk atau muntah dahaknya bisa dikeluarkan," ujarnya.

Sementara untuk dahak pada bayi, dr Meta Hanindita, Sp.A dalam bukunya Mommyclopedia, menjelaskan bahwa Bunda bisa membantu mengeluarkan dengan posisi tengkurap.

"Baringkan bayi di pangkuan dengan posisi tengkurap dan posisi kepala lebih rendah daripada kaki. Lalu bisa dengan menepuk pelan punggung nya."

Nah kalau bayi mengalami batuk berdahak, Bunda bisa melakukan beberapa hal berikut:

1. Tetap memberikannya asupan air susu ibu (ASI) dan makanan pendamping ASI (MPASI) bagi bayi usia 6 bulan ke atas.
2. Saat berbaring, letakkan kain di bawah kepala sekitar leher bayi agar ia bisa bernapas dengan nyaman.
3. Siapkan wadah berisi air panas di ruangan yang tertutup agar uapnya dapat dihirup bayi. Hal ini dapat melegakan pernapasannya.
4. Menepuk dada serta punggung bayi secara perlahan untuk melegakan pernapasannya.
5. Mengunjungi rumah sakit dan berkonsultasi pada dokter.


Berbeda dengan bayi yang harus dirawat dengan perlakuan khusus, batuk pada anak usia di atas 2 tahun tidak begitu membutuhkan perhatian yang ekstra.

Untuk pengobatan alami batuk pada anak, simak dalam video di bawah ini ya:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Maia Estianty Sembuh Covid-19Foto: Mia Kurnia Sari



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi