PARENTING
Pemberian Keju untuk MPASI: Porsi, Cara Memilih dan Waktu Tepat Memulai
Kinan | HaiBunda
Selasa, 18 May 2021 11:30 WIBSalah satu bahan makanan yang dapat digunakan sebagai tambahan nutrisi dalam makanan pendamping ASI yakni keju. Nah, tapi bagaimana cara tepat memberi keju untuk MPASI agar manfaatnya maksimal?
Ini penting Bunda ketahui supaya konsumsi keju tidak justru memberi risiko pada si Kecil. Selain memerhatikan porsi, Bunda juga perlu tahu jenis keju yang tepat untuk MPASI.
Perhatikan juga usia bayi saat akan diberikan keju, ya. Pastikan ia sudah cukup bulan.
Dikutip dari Parenting First Cry, sebagian besar bayi mulai dapat diberikan keju segera setelah mereka mulai mengunyah. Umumnya dimulai pada usia 6-9 bulan.
Namun seringkali tiap dokter memiliki pendapat masing-masing tentang kapan waktu yang tepat untuk mulai memberikan keju untuk MPASI.
Beberapa ahli menyarankan para bunda untuk menunggu sampai bayi berusia 8 bulan, ada pula yang berpendapat keju sebaiknya diberikan setelah bayi berusia satu tahun.
Perbedaan pendapat ini muncul karena keju adalah produk susu, yang seringkali memicu masalah pencernaan pada bayi berusia di bawah satu tahun.
Di sisi lain, beberapa bayi bisa jadi alergi susu sapi dan produk olahannya. Oleh karena itu, bayi yang alergi susu sapi sebaiknya hanya diberikan keju setelah berdiskusi dengan dokter anak masing-masing.
Berapa banyak porsi keju untuk MPASI?
Tidak ada jumlah pasti seberapa banyak porsi keju yang ideal untuk bayi. Jumlah porsi keju dapat bervariasi sesuai usia bayi.
Pada tahap awal pemberian keju untuk MPASI, Bunda dapat memperkenalkannya sebagai topping. Berikan sejumput keju parut sebagai penambah rasa gurih.
Kuantitasnya dapat ditingkatkan sesuai pertambahan usia bayi. Upayakan agar keju bisa menjadi bagian dari diet seimbang yang sehat untuk anak dan jangan memberinya berlebihan.
Pilihan jenis keju untuk MPASI
Dalam menentukan jenis keju untuk MPASI si Kecil, utamakan yang memiliki full-fat alias berlemak. Pastikan keju sudah melewati proses pasteurisasi untuk keamanan lebih lanjut
Mulailah dengan variasi keju yang mild sebelum beralih ke keju yang rasanya lebih kuat.
Jenis keju untuk MPASI yang Bunda bisa pilih di antaranya cheddar, mozzarella, parmesan, dan krim keju.
Dilansir Healthline, bayi di bawah usia 2 tahun membutuhkan cukup lemak untuk membantu proses pertumbuhan tubuh dan otak.
Keju untuk MPASI yang sebaiknya dihindari
Hindari keju lunak yang sudah tua atau berjamur, seperti keju brie, Camembert, dan keju dari susu kambing yang dimatangkan bakteri.
Jenis keju ini mungkin mengandung Listeria, bakteri berbahaya yang dapat membuat bayi berisiko keracunan makanan.
Selalu periksa label kemasan keju untuk memastikan bahwa produk tersebut dibuat dengan susu pasteurisasi. Pasteurisasi adalah proses memanaskan makanan hingga suhu tertentu untuk membunuh bakteri.
Manfaat sehat keju untuk MPASI
Selain punya rasa gurih yang khas dan mudah diolah, keju juga memiliki segudang manfaat sehat, lho. Apa saja kandungan nutrisi keju dan manfaatnya?
- Kalsium: keju kaya akan kalsium yang dibutuhkan anak untuk perkembangan kesehatan gigi dan tulangnya.
- Protein dan vitamin D: keju juga memiliki tinggi protein dan vitamin D yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan sel-sel dalam tubuh.
- Kalori: keju sarat dengan kalori yang akan membuat bayi selalu mendapatkan sejumlah energi yang dibutuhkan sepanjang hari.
Bagaimana cara memperkenalkan keju untuk MPASI?
Agar bayi menyukai makanan yang diberi keju, cara penyajiannya harus tepat. Beberapa trik yang bisa diterapkan untuk memperkenalkan keju ke dalam makanan bayi di antaranya:
1. Diparut
Agar meminimalkan risiko tersedak, berikan keju sebagai topping dengan cara diparut terlebih dahulu. Biasanya keju akan mudah larut saat diaduk dalam bubur MPASI yang hangat.
Hindari memberikan keju dalam potongan terlalu besar, terutama jika bayi masih mengonsumsi MPASI saring atau puree.
2. Pilih yang rasanya mild
Mulailah dengan keju mild seperti keju cheddar dengan natrium rendah. Pada tahap perkenalan, bayi mungkin tidak menyukai keju dengan rasa yang terlalu kuat.
Jika bayi tampaknya tidak menyukai rasa keju jika dikonsumsi langsung, sajikan bersama dengan makanan lain. Misalnya di dalam bubur beras atau biskuit.
Keju yang dilelehkan dan didinginkan dengan sayuran rebus juga bisa menjadi pilihan finger food bergizi untuk bayi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat memberi keju untuk MPASI
Waspadai risiko intoleransi produk susu (laktosa atau protein susu) atau alergi saat kali pertama memberi keju untuk MPASI. Faktanya, alergi susu sapi adalah salah satu alergi makanan yang paling umum terjadi pada bayi dan anak-anak.
Gejala intoleransi meliputi diare, mual, dan muntah. Bayi mungkin juga mengalami kembung, yang membuatnya menjadi lebih rewel.
Reaksi alergi bisa mulai muncul dalam 20 menit atau dalam beberapa jam pertama setelah pemberian. Perhatikan reaksi alergi umum seperti bibir bengkak, kemerahan pada mata dan wajah, serta ruam pada kulit.
Jika bayi diketahui memiliki alergi terhadap produk susu atau menderita eksim atau asma, konsultasikan dengan dokter anak segera.
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Tips Pijat dan Memandikan Bayi Baru Lahir
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
TERPOPULER
3 Kali Gagal Bayi Tabung, Pasangan Ini Akhirnya Punya Anak setelah Dokter Temukan Penyebabnya
Potret Terbaru Alyssa Soebandono Usai Operasi Skoliosis, Harus Pakai Korset Tiap Hari
Pakai Wi-Fi Tetangga Tanpa Izin, Ini Hukumnnya dalam Islam
150 Nama Bayi Terinspirasi Edelweiss dan Artinya untuk Anak Laki-laki dan Perempuan
Umur Berapa Bayi Boleh Makan Garam? Begini Panduannya
REKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Mask untuk Rambut Kering dan Rusak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus Kecil Stainless Steel Terbaik dengan Tutup Kaca
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Stainless Steel Tebal Serbaguna Terbaik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Orang yang Tidak Terbiasa Mandiri Sejak Kecil
Pakai Wi-Fi Tetangga Tanpa Izin, Ini Hukumnnya dalam Islam
3 Kali Gagal Bayi Tabung, Pasangan Ini Akhirnya Punya Anak setelah Dokter Temukan Penyebabnya
150 Nama Bayi Terinspirasi Edelweiss dan Artinya untuk Anak Laki-laki dan Perempuan
Potret Terbaru Alyssa Soebandono Usai Operasi Skoliosis, Harus Pakai Korset Tiap Hari
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
3 Barang Ini Bisa Jadi Kado untuk Dosen Pembimbing atau Teman Kantor yang Resign
-
Beautynesia
5 Kebiasaan yang Membuat Terlihat Profesional Tanpa Terkesan Ambisius
-
Female Daily
Bandung X Beauty 2026 Kembali Hadir, Intip Deretan Brand yang Wajib Masuk Wishlist Kamu!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
6 Artis yang Resmi Ganti Nama Lewat Jalur Hukum, Terbaru Ariel Tatum
-
Mommies Daily
Wahyu Wiwoho: Saya Amat Hati-Hati dengan Overparenting yang Malah Bisa Membahayakan Anak!