HaiBunda

PARENTING

Bayi Perempuan Baru Lahir Alami Menstruasi, Bahaya Enggak Sih Bun?

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 11 Nov 2021 12:57 WIB
Bayi Perempuan Bisa Alami Menstruasi Setelah Lahir, Ini Sebabnya Bunda/ Foto: iStock
Jakarta -

Tak cuma wanita dewasa, bayi perempuan juga bisa mengalami menstruasi lho, Bunda. Kondisi ini dapat terjadi pada bayi baru lahir.

Menstruasi pada bayi baru lahir disebut juga Neonatal Uterine Bleeding (NUB) atau dikenal dengan istilah menstruasi neonatal. Ulasan yang diterbitkan dalam Academic Journal of Pediatrics & Neonatology tahun 2017 menjelaskan, NUB adalah pendarahan yang bisa dialami bayi perempuan setelah lahir.

Kondisi ini dianggap sebagai fenomena parafisiologis, Bunda. Studi observasi menunjukkan bahwa UNB mulai terjadi pada 3 sampai 5 hari setelah bayi lahir dan terlihat jelas pada 3 sampai 5 persen bayi baru lahir. Sementara, vaginal bleeding atau pendarahan di vagina yang tidak diketahui, diperkirakan terjadi antara 25 sampai 60 persen bayi.


NUB sama seperti pendarahan menstruasi atau vaginal bleeding yang dialami wanita dewasa. Namun, NUB relatif jarang terjadi pada bayi. Bukti biokimia menemukan kondisi ini terjadi pada 25 sampai 61 persen bayi baru lahir yang dideteksi dengan metode berbeda.

Lalu apa normal bayi baru lahir mengalami menstruasi? Apa penyebabnya ya, Bunda?

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr.Melisa Anggraeni, M.Biomed, Sp.A, beberapa bayi perempuan memang bisa mengalami menstruasi hingga keputihan setelah lahir. Kondisi ini wajar dan umumnya hanya berlangsung selama 14 hari di awal kehidupan.

"Jadi bayi perempuan baru lahir bisa ada kayak semacam menstruasi, keluar darah dari vagina. Selain itu, bayi juga bisa mengalami keputihan," kata Melisa saat dihubungi HaiBunda, belum lama ini.

"Tapi itu enggak masalah dan normal terjadi kurang lebih sampai 14 hari awal kehidupan bayi," sambungnya.

Penyebab menstruasi pada bayi baru lahir adalah hormon kewanitaan ibunya, yakni hormon estrogen. Lonjakan hormon ini masih memengaruhi organ reproduksi bayi selama dalam kandungan.

"Itu karena masih terpengaruh dari hormon ibunya, jadi enggak apa-apa," ujar Melisa.

Bunda enggak perlu khawatir karena pada kebanyakan kasus, kondisi ini akan berakhir dengan sendirinya seiring perkembangan bayi. Bunda hanya perlu membersihkan organ kewanitaan bayi setiap kali darah keluar ya.

Membersihkan alat kelamin bayi baru lahir perlu dilakukan dengan tepat. Terutama saat bayi mengalami menstruasi. Klik next untuk mengetahui caranya yuk, Bunda.

Simak juga tips pijat dan memandikan bayi baru lahir, dalam video berikut:

(ank/rap)
CARA MEMBERSIHKAN ALAT KELAMIN BAYI BARU LAHIR

CARA MEMBERSIHKAN ALAT KELAMIN BAYI BARU LAHIR

Halaman Selanjutnya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Rekomendasi Masjid di Jakarta untuk Itikaf, Nyaman dengan Fasilitas Lengkap

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

Resep Nastar Lembut Tanpa Mixer Takaran 1 Kg Beserta Cara Membuatnya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ramai Kasus para Perempuan India Nekat Jual Sel Telur untuk Program IVF

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

25 Ide Menu Sahur Tanpa Nasi yang Mengeyangkan

Mom's Life Azhar Hanifah

9 Cara Menghemat Pengeluaran Tanpa Mengurangi Gizi Anak saat Kondisi Ekonomi Sulit

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Niat Mandi Nifas setelah Melahirkan: Bacaan Arab, Latin, Arti, serta Tata Cara dan Hukumnya Lengkap

Sang Bunda Tegar & Tenang Antar Vidi Aldiano ke Pemakaman, Ungkap Momen Sebelum Meninggal

7 Rekomendasi Masjid di Jakarta untuk Itikaf, Nyaman dengan Fasilitas Lengkap

Resep Nastar Lembut Tanpa Mixer Takaran 1 Kg Beserta Cara Membuatnya

9 Cara Menghemat Pengeluaran Tanpa Mengurangi Gizi Anak saat Kondisi Ekonomi Sulit

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK