sign up SIGN UP search


parenting

25 Contoh Gurindam Berisi Nasihat untuk Dikenalkan ke Anak

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Selasa, 18 Jan 2022 15:43 WIB
Anak membaca caption
Jakarta -

Banyak jenis karya sastra berisi nasihat yang bisa dikenalkan ke anak. Salah satunya adalah gurindam, Bunda.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, gurindam berarti sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat. Dalam buku Sastra Indonesia Untuk Siswa Madrasah Aliyah (MA) karya Cikawati, gurindam adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari dua bait, tiap bait terdiri dari dua baris kalimat dengan rima yang sama, yang merupakan satu kesatuan utuh.

"Baris pertama berisi semacam soal, masalah, atau perjanjian. Baris kedu berisi jawaban atau akibat dari masalah di baris pertama," kata Cikawati.


Gurindam pertama kali dibawa oleh orang Hindu atau pengaruh sastra Hindu. Gurindam berasal dari bahasa Tamil (India), yakni kirindam. Arti kata ini adalah mula-mula amsal atau perumpamaan.

Pengarang gurindam yang sangat terkenal adalah Raja Ali Haji dengan karya berjudul Gurindam Dua Belas. Dalam bukunya ini, dijelaskan bahwa gurindam biasanya terdiri dari sebuah kalimat majemuk yang dibagi menjadi dua baris bersajak.

Tiap-tiap baris itu merupakan sebuah kalimat dan hubungan antar kalimat, atau hubungan anak kalimat dan induk kalimat. Jumlah suku tiap baris tidak ditentukan, begitu pun dengan iramanya yang tidak tetap.

Raja Ali Haji menerangkan gurindam sebagai:

"Perkataan yang bersajak pada akhir pasangannya, tetapi sempurna perkataannya dengan satu pasangan."

Ciri gurindam

Seperti karya sastra lainnya, gurindam juga memiliki ciri-ciri yang khas, Bunda. Berikut 6 ciri gurindam:

  1. Terdiri atas dua baris pada setiap baitnya.
  2. Setiap barisnya mempunyai jumlah 10-14 kata.
  3. Setiap barisnya memiliki keterkaitan sebab akibat.
  4. Setiap barisnya mempunyai bersajak atau rima A-A, B-B, C-C, dan seterusnya.
  5. Maksud dan isi gurindam ada di baris kedua.
  6. Isi gurindam umumnya tentang kata-kata mutiara, filosofi hidup, atau nasihat-nasihat.

Gurindam berbeda dengan pantun nasihat ya, Bunda. Gurindam terdiri dari dua larik dalam satu bait, sedangkan pantun bisa lebih dari empat larik.

Bentuk gurindam

Bila dilihat dari barisnya, ada dua macam bentuk gurindam, yakni:

1. Gurindam berangkai

Gurindam berangkai memiliki kata yang sama pada setiap baris pertama baitnya. Gurindam ini mempunyai ciri khas, yakni tutur yang sama pada baris pertama di setiap baitnya.

2. Gurindam berkait

Gurindam berkait memiliki bait pertama yang berkaitan dengan bait selanjutnya dan bait seterusnya.

Ilustrasi ibu dan anak membaca bukuIlustrasi Bunda Menjelaskan Gurindam/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Ridofranz


Contoh gurindam

Setiap isi gurindam memiliki makna yang bisa dijadikan nasihat untuk anak, Bunda. Saat membacakan gurindam, Bunda jangan lupa menjelaskan maknanya ya. Nah, berikut contoh gurindam berserta maknanya:

Contoh 1

Kurang pikir kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat

Gurindam di atas berisi pesan bahwa jika kita melakukan suatu perbuatan tanpa didasari ilmu, maka tentu akan terjerumus pada kesesatan.

Contoh 2

Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat

Pesan dari gurindam di atas adalah kita harus pandai-pandai mencari teman untuk dijadikan sahabat. Sahabat yang baik adalah yang mampu menjadi 'obat' saat kita dalam kesusahan.

Banyak contoh lain gurindam yang berisi nasihat untuk dikenalkan ke anak, Bunda. Berikut telah HaiBunda rangkum dari berbagai sumber, 25 contoh gurindam tersebut:

Apabila janji tidak ditepati
Orang tak percaya sampai mati

Barang siapa berbuat cermat
Hidupnya akan selalu selamat

Barangsiapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat

Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat

Kalau mulut tajam dan kasar
Boleh ditimpa bahaya besar

Jika ilmu tidak sempurna
Tiada berapa ia berguna

Jika kamu bersifat budiman
Dipandang sebagai bunga di taman

Jangan gemar berbuat dusta
Kelak dirimu mendapat nista

Barang siapa mungkirkan janji
Namanya tentu menjadi keji

Dengan bapak jangan durhaka
Supaya Allah tidak murka

Barang siapa tidak sembahyang
Ibarat rumah tidak bertiang

Barang siapa tiada memegang agama
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama

Kalau mulut tajam dan kasar
Boleh ditimpa bahaya besar

Siapa menggemari silang sengketa
Kelak pasti berduka cita

Dunia ini taman pergaulan
Harus dipilih sahabat kenalan

16 Jika kamu bersifat dermawan
Segala orang dapat kamu tawan

Jika kamu bersifat murah
Segala manusia datang menyerah

Barang siapa berbuat fitnah
Ibarat dirinya menentang panah

Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu

Pekerjaan marah janganlah dibela
Nanti hilang akal di kepala

Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah

Cahari olehmu akan guru
Yang boleh tahukan tiap seteru

Apabila banyak berkata-kata
Di situlah jalan masuk dusta

Apabila banyak mencela orang
Itulah tanda dirinya kurang

Jika orang muda kuat berguru
Dengan syaitan jadi berseteru

Simak juga langkah mudah agar anak suka belajar di rumah, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!