sign up SIGN UP search


parenting

Edukasi Seks ke Anak, Bolehkah Pakai Istilah "Burung"? Ini Kata Psikolog

Amira Salsabila   |   Haibunda Sabtu, 28 May 2022 04:00 WIB
Mother and child Toddler reads a story in a book in a room with a window. A happy family. Develop a caring parenting. Mothers Day. caption
Jakarta -

Tidak hanya orang dewasa saja yang diberikan pengajaran seputar pendidikan seksualitas, tetapi anak-anak juga perlu mendapatkan edukasi seks sejak dini, lho Bunda. Mengajari anak-anak pendidikan seks sejak dini adalah salah satu hal penting yang perlu dilakukan orang tua.

Pendidikan seks membantu anak-anak memahami tentang tubuh dan membantu mereka merasa positif tentang tubuh mereka sendiri. Selain itu, membahas seks juga merupakan bagian dari memulai komunikasi terbuka dengan anak-anak.

Komunikasi dini, jujur, dan terbuka antara orang tua dan anak itu sangat penting. Terutama saat Si Kecil sedang beranjak remaja. Jika komunikasi terbuka adalah hal yang normal, anak-anak mungkin lebih terbuka dengan orang tua tentang semua hal yang mereka alami.


Ketika orang tua berbicara dengan anak-anak mereka seputar seks, mereka dapat memastikan bahwa mereka mendapatkan informasi yang benar. Orang tua perlu menjadi sumber informasi pertama anak tentang seks.

Banner Tips Anak Cerdas Seperti Maudy AyundaFoto: HaiBunda/ Annisa Shofia

Memahami informasi yang benar dapat melindungi anak-anak dari perilaku berisiko saat mereka tumbuh dewasa, Bunda. Saat mengajari Si Kecil pendidikan seks, pastinya tidak jarang Bunda yang bertanya-tanya, apakah boleh mengenalkan organ intim menggunakan istilah lain kepada anak-anak?

Nah, untuk membantu menjawab pertanyaan Bunda, yuk simak penjelasannya:

Bolehkah mengenalkan organ intim menggunakan istilah?

Saat mengajari anak tentang pendidikan seks, pastinya tidak jarang orang tua yang merasa kurang nyaman mengenalkan organ intim. Karena itu, beberapa orang tua menggunakan istilah lain seperti mengganti penis dengan istilah "burung" atau vagina dengan istilah "dompet."

Mungkin ini adalah hal wajar yang dirasakan oleh orang tua. Menurut Psikolog Danang Baskoro, sebenarnya tidak apa-apa menggunakan istilah yang berbeda untuk mengganti nama organ intim karena kebanyakan orang pastinya sudah paham dengan yang dimaksud.

“Enggak apa-apa ngajarin anak pakai istilah karena kita budaya ketimuran soal parenting enggak boleh kaku. Daripada dinilai saru (enggak sopan) saat anaknya di bawah 6 tahun masih bisa dibilang burung dan bebek,” kata Danang Baskoro, M.Psi., Piskolog Klinis di RSJ Menur Surabaya, kepada HaiBunda.

Dalam hal ini, orang tua boleh menyesuaikan pendidikan seks dengan budaya ketimuran yang berkembang di masyarakat, sehingga hal ini masih bisa ditoleransi. Meskipun begitu, segala sesuatu perlu disesuaikan dan lihat dampaknya, apakah signifikan atau tidak.

Sebagai orang tua, Bunda perlu kritis dan menghindari asumsi dari literatur yang budayanya berbeda. Inilah mengapa orang tua penting mempelajari psikologi budaya dalam mendidik anak.

Lalu, bagaimana cara mengajarkan pendidikan seks pada anak sejak dini? Simak di halaman selanjutnya, Bunda.

Bunda, yuk download juga aplikasi Allo Bank di sini.

Simak juga video tentang tanda-tanda anak kesepian berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



TAHAPAN MENGAJARKAN ANAK PENDIDIKAN SEKS SEJAK DINI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!