PARENTING
Mengenal Slow Parenting, Pola Asuh Lambat Tapi Bikin Anak Percaya Diri
Asri Ediyati | HaiBunda
Rabu, 19 Mar 2025 16:20 WIBGaya parenting menentukan tumbuh kembang Si Kecil. Salah satunya yaitu slow parenting, gaya pengasuhan lambat orang tua yang fokus pada proses interaksi bersama anak.
Slow parenting mendorong Bunda untuk beristirahat sejenak dari kebutuhan terus-menerus, dalam merencanakan kegiatan di luar rumah. Orang tua yang menerapkan slow parenting berpikir bahwa tanpa jadwal yang padat, anak-anak memiliki lebih banyak waktu untuk bermain, menjelajah, dan berkembang sesuai kecepatan mereka sendiri.
Bagi orang tua, ini adalah kesempatan untuk beristirahat sejenak dari dunia pengasuhan modern yang serba cepat dan kompetitif, yang menuntut semakin banyak waktu dan energi orang tua, Bunda.
Pada intinya, gaya pengasuhan lambat menekankan kualitas daripada kuantitas, bagaimana waktu bersama anak dihabiskan lebih penting daripada jumlah kegiatan yang diikuti.
“Anda dapat mengambil langkah mundur, mengikuti arahan (anak Anda), dan (membiarkan mereka) menunjukkan kepada Anda apa yang benar-benar mereka minati dan apa yang membuat mereka penasaran,” kata Liz Conradt, Ph.D., seorang psikolog klinis dan perkembangan serta Associate Professor Pediatri di Duke University, dikutip dari Parents.
Ciri-ciri slow parenting
Apakah Bunda termasuk orang tua yang menerapkan slow parenting? Berikut ini adalah beberapa ciri yang paling umum dari orang tua yang menerapkan pola asuh lambat:
- Mereka sabar terhadap minat anak-anak mereka, menghindari keinginan untuk terburu-buru dalam melakukan aktivitas atau olahraga.
- Mereka menghargai waktu berkualitas dengan anak-anak mereka, bahkan jika itu berarti menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.
- Mereka fleksibel dan terbuka untuk mengubah rencana atau menyesuaikan jadwal berdasarkan kebutuhan anak-anak mereka, daripada berpegang pada rutinitas yang kaku, bahkan mungkin memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan orang tua Tipe B.
- Mereka percaya bahwa masa kanak-kanak bukanlah kompetisi, sebaliknya berfokus pada kesejahteraan dan pertumbuhan pribadi anak-anak mereka daripada membandingkannya dengan teman sebayanya.
- Mereka memprioritaskan penguatan ikatan orangtua-anak daripada terus-menerus mencoba menjadwalkan aktivitas untuk membuat mereka sibuk.
- Mereka tidak merasa perlu membuat anak-anak mereka sibuk sepanjang waktu relaksasi dan waktu istirahat adalah prioritas.
Apa keuntungan menerapkan slow parenting?
Gaya pengasuhan ini, meskipun bukan konsep yang sepenuhnya baru, sedang menjadi tren karena berbagai keuntungannya, Bunda. Berikut keuntungannya seperti dikutip dari Parenting FirstCry:
- Anak-anak menjadi lebih mandiri dan merasa cukup. Mereka belajar bahwa mereka memiliki kebutuhan dan harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka. Anak-anak bahkan belajar untuk mengurus diri sendiri.
- Anak-anak menjadi lebih percaya diri karena mereka menyadari dunia nyata yang berada di luar batas-batas rumah mereka yang nyaman. Memperkenalkan anak pada situasi baru dapat meningkatkan wawasan mereka terhadap kehidupan.
- Ada kecenderungan alami untuk mengeksplorasi, menjadi kreatif, dan menghadapi masalah dengan keterbukaan. Slow parenting memberi anak kesempatan untuk mengeksplorasi pilihan mereka sebelum memecahkan masalah mereka sendiri.
- Anak-anak belajar untuk tetap tenang dalam situasi stres. Hal ini meningkatkan tingkat kepercayaan diri mereka dan memberi mereka kebebasan untuk memilih.
- Anak-anak belajar dari kesalahan mereka dan menjadi jeli tentang apa yang berhasil, dan apa yang tidak. Mereka belajar dengan coba-coba dan tidak perlu mengomel kepada orang tua mereka untuk segala hal.
Apa kerugian menerapkan pola asuh lambat?
Seperti setiap gaya pengasuhan, pola pengasuhan yang lambat juga memiliki kekurangan. Terlalu banyak kebebasan juga dapat merugikan seperti:
- Membiarkan anak-anak melakukan apa yang mereka suka dapat membuat anak berada di lingkungan yang salah. Hal ini dapat meningkatkan rasa kemandirian mereka, tetapi orang tua harus berhati-hati tentang dengan siapa anak-anak menjalin ikatan atau apa yang mereka lakukan.
- Anak-anak yang tidak diawasi sama sekali dapat menganggap bahwa mereka sudah cukup dewasa untuk melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan usia mereka. Mereka mungkin akan melakukan hal-hal yang dapat membuat mereka mendapat masalah.
- Anak-anak dapat menjadi kecanduan pada hal-hal yang salah seperti narkoba dan zat-zat lainnya jika mereka tidak diawasi. Tidak adanya bimbingan dapat membuat mereka merasa kesepian. Mereka tidak akan memiliki tujuan hidup, dan mereka mungkin menyia-nyiakan masa kecil mereka.
- Memiliki orang tua yang tidak terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka juga dapat membuat anak merasa tidak dicintai dan karenanya menimbulkan kecenderungan antisosial dan membuat anak terganggu secara psikologis.
Demikian ulasan mengenai slow parenting sebagai referensi gaya pengasuhan dalam mendidik anak. Orang tua fokus pada proses belajar dan berinteraksi bersama anak untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik.
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
9 Pola Asuh Orang Tua yang Menunjang Kesuksesan Anak
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara Hadapi Orang yang Beda Gaya Parenting dengan Kita Biar Tak Bikin Stres
5 Cara Mendidik Anak dalam Islam, Bunda Perlu Tahu
Beda Gaya Parenting Kate Middleton dan Meghan Markle, Ini Kata Pakar
Gaya Parenting Organic Perkuat Bonding Anak dengan Orang Tua
TERPOPULER
Terpopuler: Indah Kalalo dan Suami Menikmati Keindahan Machu Picchu
Romantis! 5 Potret Marcell Darwin & Istri Rayakan Anniversary ke-6 Pernikahan
5 Potret Hydro Putro Anak Olivia Zalianty yang Sempat Ramai Jadi Sorotan
6 Kebiasaan Orang Tua yang Tak Disadari Bisa Merugikan Anak di Masa Depan Menurut Pakar
Varikokel: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pengaruhnya pada Tingkat Kesuburan Suami
REKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Terpopuler: Indah Kalalo dan Suami Menikmati Keindahan Machu Picchu
Romantis! 5 Potret Marcell Darwin & Istri Rayakan Anniversary ke-6 Pernikahan
5 Potret Hydro Putro Anak Olivia Zalianty yang Sempat Ramai Jadi Sorotan
Varikokel: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pengaruhnya pada Tingkat Kesuburan Suami
6 Kebiasaan Orang Tua yang Tak Disadari Bisa Merugikan Anak di Masa Depan Menurut Pakar
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Akui Pernah Minta Ganti Lawan Main Syuting, Nikita Willy: I Don't Like...
-
Beautynesia
Potret Menawan Moon Sang Min, Aktor Muda yang Dua Kali Dapat Peran Pangeran Joseon
-
Female Daily
Crocs Classic Ballet: Kenyamanan dan Nostalgia di Sepasang Sepatu
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 16 Januari: Libra Banyak Peluang, Scorpio Jangan Cepat Puas
-
Mommies Daily
Dulu Pacaran Romantis, Setelah Menikah kok ‘Beda’? Ini Kata Psikolog!